Showing posts with label Movies. Show all posts
Showing posts with label Movies. Show all posts

Wednesday, December 8, 2010

Bangkok Traffic Love Story


A friend promoted me this movie some months ago, guaranteed me that I wont be bored watching this movie. At that time I was just saying 'yes, I'll go find it' but I never seriously catched for this movie. This is a Thai movie. I've watched some Thai's, but they're all horror movies. A month ago, I finally watched it. I was so surprised, that movie was extremely fresh, I laughed along most of the movie, and yet held my tears in some scenes ;)
It's fresh because of its unordinary funny and touchy scenes.
From the tittle, you absolutely find out that high possibility that this is a romantic movie. YES, this is sweet but not sickening (well, you know some romantic movies are just disgusting :D).
A quote I remembered from this movie:
Li : "How if you have a boyfriend but he's not available to eat with you? He doesnt have time to go anywhere with you. Then whats the use of having a boyfriend?"
Ped : "Li, people dont have boyfriends and girlfriends to be together at all the time. They have couple to know that there's still someone who loves them"
Haha, isnt that sweet :3
Almost in all scenes during the movie, I felt like I'm seeing so familiar lifestyle. The traffic in Bangkok was not so different with Jakarta and other cities in Indonesia. There were also public transportation by motorcycle similar with 'ojek'. People there watched dramas on TV, so similar with sinetron in Indonesia. One different thing, we dont have monorail in Jakarta *praying for Jakarta's monorail 2011*.
Well, seeing life in another part of this world is totally nice. I saw some similarity, then laugh. I found differences to think of. But in the end, I got fun. I was once there, in Bangkok, I was once experiencing the traffic there.. Someday I hope I can be there for one more time :)
Nah! ini adalah beberapa gambar yang saya ambil di tahun lalu (dari dalam bus). Liat gambar pertama dari kiri, gambar itu saya ambil ketika bus yang saya naiki terjebak kemacetan yang parah (kayaknya sih di sana tiap hari macet begitu). Saya inget banget, bus sama sekali nggak bergerak dari hari terang sampai gelap. Bus itu kebetulan terhenti tepat di depan pasar yang ramai dan kelihatan agak semrawut, saking lamanya macet, si Ben, tour guide selama di sana sempat ke pasar dulu dan membelikan pisang goreng (rasanya enak, mirip2 sama pisang goreng indo).
Gambar ke-2 dan 3 adalah view kota Bangkok. Gambar ke-4 adalah gambar yang saya ambil dadakan ketika bus melewati sebuah masjid di tengah2 kota Bangkok :).
Gambar ke-5 adalah bekas istana raja yang sekarang jadi tempat wisata (kalo di Bangkok Traffic Love Story disebut Taman Siam/Istana Siam). Nah, gambar terakhir adalah suasana sepanjang jalan kota Bangkok setiap awal Desember. Karena Raja mereka ulang tahun, maka suasana kota dibuat semeriah mungkin sebagai bentuk kecintaan mereka pada raja.
Sayang sekali saya hanya bisa mengambil foto-foto ini dari dalam bus yang berjalan, tapi yaa.. lumayanlah :D

Saturday, November 13, 2010

Another Way to Learn by Korean's Drama

Anyonghaseooo :)
Akhir-akhir ini saya suka banget nonton drama korea. Padahal dulu dibayar sejuta kayaknya ogah mesti nonton drama yang panjangnya kaya puluhan gerbong kereta api. Saya dulu trauma sama drama korea. Pernah ketika SMP saya terjebak di suatu sore, duduk manis di depan TV, dengan badan wangi habis mandi. Saya sangat berharap mendapat suguhan yang menyenangkan, ternyataa.. ada sebuah drama korea yang settingnya di Bali lagi tayang. Drama itulah yang bikin saya kapok nonton korea2an. Sepanjang episode kali itu, saya nangis, banjir, biar udah wangi juga jadi kayak belum mandi. Besoknya saya masih baik, saya pantengin lagi itu drama, lagi, saya nangis liat si tokoh utama yang selaluuu nangis di setiap adegan. Saya nggak suka nangis2 terus gara2 nonton drama itu.
Ternyataa benar bahwa benci itu beda selapis sama suka, nah sekarang saya lagi seneng nonton drama korea (walopun masih milih2 juga). Setelah nonton beberapa drama, saya jadi sadar dan paham, kenapa banyak cewek (dan cowok juga) yang tergila-gila drama korea.
Berikut adalah poin2 kenapa saya mulai menyukai drama korea.
1. Yang paling saya suka adalah penampakan rumah ataupun flat tempat tinggal toko2hnya. Well, saya belum pernah ke korea, tapi dari drama2 yang sudah saya tonton, saya sukaaaaa tempat tinggal mereka. Mereka, orang korea sepertinya mengatur tempat tinggal mereka dengan sangat nyaman dan hangat. Warna-warna yang 'warm', perabotan yang semuanya 'soft' dan 'sweet', dan keseluruhan rumah yang menyenangkan. Kayaknya sih itu perabotannya pake ikea semua tapi bagus. Rumah mereka nggak digambarkan mewah, besar, tapi biasanya hanya satu kotak kecil rumah atau flat yang simpel dan 'heartwarming', menjadikan apa yang kita lihat lebih real :)
2. Gaya hidup mereka, saya sukaa, hampir semua tokoh2 yang saya tonton mengerjakan pekerjaan rumah sendiri, nggak perlu membayar beberapa orang buat masak, nyuci, dan bersihin rumah. Mereka, sesibuk apa pun bekerja, punya waktu buat ngurusin diri sendiri, dan mandiri dalam segi finansial. Orang2 sana juga masih kuat sekali adat sopan santunnya, dari cara berbicara sampai cara bersikap pada yang lebih tua. Biarpun banyak orang menentang segala macam hal yang berbau feodalism. Sejujurnya saya senang bisa hormat sama orang yang lebih tua. Senang melihat di drama korea, mereka menundukkan kepala tiap bertemu rekan-rekan, menjaga sikap duduk, ah semuanya. Saya juga suka liat gaya mereka yang lebih sering jalan kaki kemana2. Korea kayakya sangat menyenangkan, transportasi umumnya juga nyaman. Yang bagus-bagus gini yang harus kita contoh :)
3. Pernah dengar selentingan yang bilang bahwa bekerja di perusahaan korea sangatlah penuh tekanan? Kalo saya lihat dari drama2 yg saya tonton, sepertinya iya. Tetapi tekanan ini bukanlah tekanan yang nggak masuk akal. Beberapa drama menunjukkan bagaimana si tokoh utama berjuang sangaaat keras meraih sesuatu yang diharapkannya. Sepanjang cerita tentu banyak hambatan yang muncul, tetapi hambatan di sini adalah hambatan yang fair dan normal, bukan hambatan dari orang2 jahat yang selalu diceritakan negatif dan menyabotase semua usaha si tokoh protagonis. Mereka orang-orang yang bertekad kuat, kita juga harus begitu, berusaha memungkinkan apa yang nggak mungkin :)
4. Cowok ganteng juga menjadi daya tarik drama korea, banyak cewek2 yang pingsan, hehe.. liat pemeran-pemeran yang saking tampannya kalo dipakein kerudung juga cantik. Cewek2 korea juga nggak kalah menarik hati kaum pria. Biarpun penampakan itu udah operasi sana sini, who cares? toh kita cuma liat di layar kan ;). Ah untungnya saya setia sama Jason Statham :D
Justify Full5. Yang paling pentiiiiinggg yang saya yakini membuat banyak orang kecanduan drama korea adalah... "there's always things you surely cant have in your real life but can be found in korean's drama". Ada hal2 yang manis, yang dimimpikan semua orang, yang nggak semuanya bisa didapatkan setiap orang di kehidupan nyata, tapi ada di drama korea. Average of the stories are full of sugar, hal2 yang seperti cerita negeri dongeng bisa kita tonton dengan pemeran manusia nyata. satu kata, sangat MENGHIBUR (aduh, saya terlalu semangat ampe kepencet kepslok). Dan yang pasti banyak pelajaran hidup yang saya dapat dari menonton drama korea, pelajaran yang nggak saya dapat sebelumnya, entah karena saya tidak pernah berada dalam situasi tersebut, atau karena saya bahkan tidak tahu bahwa ada hal2 seperti itu dalam hidup sehari2.

Saya nggak peduli dibilang banci atau apalah julukan untuk yang suka nontonin drama korea. Well, saya menonton apapun yang menurut saya ada hikmahnya (tesaaaaah). Well, you dont always learn from books, there's something that's not written in books but could be found in real life, have a nice sunday amigos :)

Spoiler tentang 3 drama yang baru saya tonton dan ketiganya bagus, reccomended :)

1. A Moment to Remember
ceritanya tentang pasangan yang istrinya terkena alzheimer, mereka berusaha sekuat mungkin membuat si istri sebisa mungkin mengingat hal2 penting, tapi nggak bisa, bahkan si istri lupa sama suaminya. Film ini sedih, saya ampe sesenggukan dan pusing gara2 nangis2. Tapi secara keseluruhan filmnya bagus menurut saya, bagus banget malah. Subhanallah ada orang macam begitu yaa.. quote dari film ini :
“Do not always feel happy about your life. Life can be cruel and unpredictable”.
2. The Girls Who Still Want to Marry
Ceritanya tentang 3 perempuan yang berusia 34 tahun dan belum menikah, ketiganya punya masalah yang berbeda, sangat menarik, buat cewek2 bagus ditonton, banyak pelajarannya :)
3. Le Grand Chef/Best Chef
Bercerita tentang dua chef yang dilatih memasak di tempat yang sama tapi kemudian mengambil jalan yang berbeda. Nantinya mereka berdua bersaing, gila mereka masaknya pinter banget, terus ceritanya nggak cuma masak2 tapi juga ada unsur cerita sejarahnya, jadi makin menarik.
Baiklah, selamat menonton temaaaan..

Sunday, August 8, 2010

Buzzer Beat

I love this dorama (Japanese drama series).
“Kamiya Naoki is a young player from a professional basketball team. But due to his relatively smaller size and his tendency to crack under pressure, he is unable to show his true skills on the court. Meanwhile, Shirakawa Riko is a cheerful, strong-spirited music college graduate aiming to become a professional violinist. One day, Riko finds Naoki’s lost cell phone on a bus, and their meeting begins a friendship that eventually turns into love. However, Naoki was already considering marriage with his current girlfriend. And it doesn’t help matters that Naoki’s coach has fallen in love at first sight with Riko!." (source: drama wiki)
This isnt a 'menye-menye' dorama. Buzzer Beat is nice dorama basically told about sport (basketball). I've watched it so manytimes that I couldnt remember. I've learned manythings about love and life from this dorama.
I love the "taptap" sound heard from the step of Naoki while playing basketball, and I'm also so damn in love with Riko while she plays the violin, I loveee all the tones she played.
This is one of it, listen.. this is pretty and warm >
Well, and I'm kinda touched by this screenshot ;)

Tuesday, June 8, 2010

Zeitgeist


Hola amigos, ceritanya saya akhir2 ini kebanyakan curhat di blog ini, hehe.. udah lama nggak menulis tentang Hubungan Internasional jadinya tulisan ini saya keluarkan juga di blog, semoga bermanfaat. ini review saya buat untuk memenuhi tugas mata kuliah Filsafat dan Metodologi dalam Hubungan Internasional semester lalu, bahasanya nggak berat kok, jadi... enjoy :)

Zeitgeist adalah sebuah film dokumenter yang dibuat oleh Peter Joseph pada tahun 2007. Film ini berisi berbagai macam konspirasi, mulai dari asal mula agama kristian, serangan terorisme 11 September, dan mengenai sistem perbankan dunia.

Bagian pertama film menunjukkan berbagai fakta yang merujuk pada konsep bahwa dunia dan alam semesta ini tercipta secara kebetulan dan degan begitu saja. Ini tentu berbalik sekali dengan kepercayaan orang yang beragama bahwa dunia ini diciptakan oleh ‘yang menciptakan’. Film ini teurtama manunjukkan konspirasi mengenai mitos Jesus Christ, dikaitkan dengan kepercayaan mesir kuno. Jesus Christ dianggap sebagai mitos yang sengaja dibuat dengan mengikuti kepercayaan mesir kuno dan sedikit ditambah dengan beberapa mitos dari kitab orang Yahudi. pada akhirnya film ini menegaskan bahwa Jesus Christ adalah karakter fiksi yang tidak benar-benar ada, yang dibuat dari mitos-mitos, ritual-ritual dan simbol-simbol.

Menurut saya, agama sesungguhnya memiliki epistemologi yang berbeda dengan epistemologi modern saat ini. Epistemologi modern saat ini menekankan pada segala sesuatu yang sifatnya empiris dan hanya dalam taraf kesadaran manusia yang peling rendah, sedangkan dalam agama, ada yang disebut alam halus dan alam bawah sadar dan dunia ini tidak hanya sebatas materi yang dapat diinderakan saja, melainkan mencakup semua isi dunia (termasuk yang tidak terinderakan) dengan penciptanya. Dilihat dari sisi liberalisme, film ini memiliki hak untuk menyebarkan argumen-argumen si pembuatnya, tetapi ternyata tidak smeua orang lantas langsung percaya begitu saja dengan konspirasi ini. Banyak juga orang yang tetap bertahan pada idealismenya. Sehingga meskipun pada akhir bagian pertama film ini dikatakan bahwa agama adalah perbudakan, mitos yang mengontrol masyarakat, namun faktanya tetap banyak orang yang beragama di dunia ini. Dan bagi saya sebagai seorang muslim, agama tentu saja bukan perbudakan. Jika Peter Joseph menemukan berbagai mitos dalam Injil (yang saat ini), maka saya mengingat bahwa bagi kaum muslim, Injil kaum Kristian adalah sebenarnya Injil yang sudah tidak murni lagi sehingga mitos yang dikemukakan oleh Joseph tidak ada berpengaruh terhadap agama saya, apalagi sampai membuat saya mengubah pola pikir saya atas agama saya.

Dalam bagian ke dua film ini diceritakan bahawa serangan teroris 11 september terhadap WTC adalah sebuah konspirasi, sebuah kebohongan besar. Peter Joseph menyebutnya sebagai “criminal elements within the US government staged a ‘flash flag’ terror attack on its own citizen, in order to manipulate public perception into supporting it’s agenda”. Dijelaskan pula bahwa ada kontrol terhadap masyarakat untuk memberikan gambaran atas apa yang disebut dengan ‘terorisme’ sebagai musuh bersama melalui manipulasi kelompok-kelompok tertentu yang dibayar untuk melakukan aksi teror dibawah kendali mereka.

Dalam realita hubungan internasional, menurut teori realisme, negara dibenarkan melakukan apa saja untuk mencapai kepentingannya, termasuk juga seperti yang diceritakan dalam film ini (jika itu pun benar). Kenyataannya negara juga dikuasai oleh sekelompok orang (pemerintah) yang bisa melakukan apa saja dengan kekuasaan itu demi kepentingan mereka, namun jika sampai pada tahap membuat kosnpirasi dengan memusnahkan manusia, tentu saja tidak bisa dibenarkan, melanggar HAM dan mengganggu stabilitas perdamaian di dunia ini.

Bagian ketiga dari film ini menceritakan mengenai konspirasi perbankan internasional yang menurut Peter Joseph hanya dikuasai oleh beberapa orang saja sejak jaman dulu. Bahkan diceritakan juga bagaimana konspirasi Perang Dunia I dan Perang Dunia 2 yang sengaja dibuat untuk mendapatkan keuntungan. Perang bagi bankir internasional adalah hal yang paling menguntungkan. Contohnya pada Perang Dunia I, mereka mendapatkan keuntungan 200 juta USD sementara perang hanya menghabisakan 30 juta USD saja. Diceritakan juga bagaimana kehidupan manusia saat ini dikontrol oleh apa yang disebut sebagai ‘the large company’ dimana sebenarnya manusia tidak benar-benar diberikan pendidikan, tetapi malah diberi lebih banyak hiburan melalui berbagai media agar tidak banyak berpikir. Ini berarti secara tidak langsung hidup manusia dikontrol dan pada akhirnya kontrol ini akan membentuk ‘world government’ dengan sebagian orang tadi sebagai penguasa.

Menurut saya berbicara mengenai ekonomi, pasti akan selalu ada golongan yang menguasai setiap transaksi yang terjadi. Dari kebanyakan transaksi ini, akan terkostruk mengenai siapa yang menjadi hegemon (yang menguasai secara dominan dan paling berpengaruh), hal ini tidak bisa dihindari. Jika sekelompok orang memanfaatkan hampir seluruh manusia di bumi ini sebagai sumber keuntungan mereka, maka tidak dapat dibenarkan.

well, saya selalu bingung kalo ngomongin masalah konspirasi. kalo kata Aquinas, teori konspirasi bisa dipakai jika benar2 diyakini dan lalu kemudian baru berusaha membuktikannya, buat saya kalo semua yang diceritakan di film ini adalah konspirasi, bukan tidak mungkin si pembuat film ini juga sedang berkonspirasi, hehe.. tapi setiap orang bebaslah berpendapat, toh ini negara demokrasi bukaan ^^

Monday, May 10, 2010

Babies are Miracle



Hola Amigos! have you watched that superb cute video?
I was really impressed with that trailer and I'm so damn wanting to see the documenter movie but I just dont know where to get it.
well, I'm actually not a really babies' lover. I do love more than 1 year babies but I'm a little bit afraid of under 7 months babies. I'm afraid to touch them, they're like a glass .Until now, I still have no courage to hold them, they're really fragile. they even can not stand their neck on their own, it's so scary for me, I'm afraid that I will broke them T_T
My mum always taught me how to hold an under 7 month baby, but I'm still afraid. That's why I said that babies are miracle. They're fragile but they could survive growing up. Babies could not talk but they always get what they need. If my family ask me to keep their baby, I'll cry too when the baby cries, because I feel useless when I dont know what the baby wants, I mean, baby can't speak, I dont know what should I do. Baby do cry not only when they're hungry, but also in other many moments, when they feel cold, when they feel lonely, when they need some sleep, when they're thirsty, when they feel not comfortable, ah in other uncountable moments.
I can't hold a baby yet but I think to learn more, that's why I hate people who ignores their babies. If you cant keep a baby then dont decide to have a baby that easy. It's so ironic to read many news about how a baby should end the life because of the parents that pay little attention to them. Although they (babies) can not speak yet, although they just can do nothing, they have the right to have a life. people who brings them here, to this world should take responsible of them untill they can do something with their life.
well, for everyone who's raising a baby, you're doing a great job, I adore you all :)
Here's some pictures of my babies:
Fabian, My Nephew in Bogor, I want to see him soon, I guess He can call me now, "Cik Wit, Cik Wit"
Aqilla, My causin, she was born on the same date with me, but 19 years afterYoyo, My causin, I love love love him so, I hope I still can see him when I back home (well, have you heard about his story? here I wrote it Cerita Tentang Yoyo) >_< Fa'ikh, My Nephew in Jakarta, seldom see him but maybe next month I'll meet him
Alea, My Niece in Cikarang, She's so smart

After all, God who creates them is The Greatest, I love you Dear God :)
have a nice day everyone..

Monday, March 29, 2010

He's Just Not That Into Me

Hola Amigos..
yesterday was a 'rainy' day so I decided to put off my internet cable and looked for something to read. But then I felt so bored so I opened my old box and looked for some DVDs to be watched. well there were some movies that I've bought since even some years ago but I never watched them. while choosing a movie, my eyes stucked in 'He's just not that into you'. I've had this movie for almost a year but never played it on. when I was in KKN, a friend also bought this movie but still had no mood to watch it. looking at the title, I was just afraid.. I didnt know what was I afraid about, but now I realize it. I didnt want to know if 'he's just not into me'. How shame, I was running away.
but not now, thing has changed, I've learn a lot.. yesterday I finally watched it, along the movies I often said, "oh it's just like me". I love everyword said by the actors and the actresses, they're all mad me feel better.

"Girls are taught a lot of stuff growing up. If a guy punches you he likes you. Never try to trim your own bangs and someday you will meet a wonderful guy and get your very own happy ending. Every movie we see, Every story we're told implores us to wait for it, the third act twist, the unexpected declaration of love, the exception to the rule. But sometimes we're so focused on finding our happy ending we don't learn how to read the signs. How to tell from the ones who want us and the ones who don't, the ones who will stay and the ones who will leave."
"And maybe a happy ending doesn't include a wonderful guy, maybe... it's you, on your own, picking up the pieces and starting over, freeing yourself up for something better in the future. Maybe the happy ending is... just... moving on. Or maybe the happy ending is this, knowing after all the unreturned phone calls, broken-hearts, through the blunders and misread signals, through all the pain and embarrassment, you never gave up hope."
(He's just not that into you, 2009)

Saturday, December 19, 2009

Avatar, mengingatkan akan...

poster avatar
(http://media.daemonsmovies.com/wp-content/uploads/2009/12/avatar_poster2.jpg)


saya barus aja pulang dari PVJ menonton film avatar, eits, sesungguhnya avatar yang ini sama sekali tidak berhubungan dengan avatar, the legend of ang.
perjalanan hari ini dimulai dengan menukarkan uang dollar sisa praktikum ke Golden Money Changer Dago bersama dina dan gama, kemudian dilanjutkan dengan makan siang di BIP. setelah itu masih di BIP, saya dan teman2 nongkrong di J.Co, terus keliling2, liat2 sepatu (tapi nggak nemu yang bagus), beli celana jeans, ke gramedia, dan diakhiri dengan menunggu teman kami nindy yang akan mengajak jalan2. nindy datang setelah hampir magrib, kami lalu makan di Mas Pras, di Dago, semacam tempat makan ayam bakar, tempatnya nyamaan :)
selesai makan kami memutuskan utnuk menonton film di blitz. tadinya kami memilih film 'law abiding citizens', tetapi karena diputar terlalu malam, jadilah kami menonton avatar.
di awal, menurut saya, efek film ini nggak begitu bagus, saya kaya lagi main gamehouse jaman2 SMA. tapi ceritanya tidak membosankan.
selama menonton, saya sering banget inget sama satu negara, nggak usah disebutkan siapa, pasti bisa menebak sendiri.
jadi ceritanya tentara2 mau menguasai perkampungan alien gitu, mereka nggak peduli banyak orang yang mati, yang penting mereka berhasil mencapai kepentingan mereka. terus komandannya pernah bilang gini kira2 "killing first before you're killed.. blablabla..." kalimat demi kalimat si komandan pada bagian ini ngingetin saya sama PREEMTIVE STRIKE. hak istimewa (yang dibuat sendiri) milik negara yg memegang hegemoni duania saat ini.
bukan itu aja, ada juga adegan2 yang menunjukkan egoisme komandan tentara2 itu, dan ini ngingetin saya sama rezim si kakek mantan presiden negara adidaya yang baru aja lengser.
terus pesan moral lagi, film ini nunjukin ke kita betapa manusia nggak care sama lingkungan, si pemeran utama pernah bilang bahwa dia nggak mau kembali ke bumi manusia, "they kill our mother". mother di sini berarti bumi.
ah intinya film yang cukup mengesankan, saya udah ngantuk banget, sekarang udah jam 2 dini hari, pokoknya avatar highly recomended deh :)

Saturday, May 16, 2009

The Boy in The Striped Pajamas



Holaa fellas.. saya udah lama banget ga ngupdate ini blog, udah banyak protes berdatangan dari sana sini (terutama dari mas bamby, Hehe). Jadi inilah debut pertama saya di bulan mei ini, selamat membaca, wish u all have a nice day!!!

The Boy in The Striped Pajamas
Ini adalah judul dari sebuah novel karya John boyne yang juga sudah difilmkan. Ceritanya adalah cerita yang bisa dibilang klasik, tentang kamp konsentrasi terbesar jerman “Auschwitz” yang di novel ini dibuat dalam versi bahasa anak-ananknya “outwith”, tentang hitler yang disini digambarkan sebagai “the Furry”. Sebenarnya jauh sebelum menonton film the Boy in The Striped pajamas ini, saya juga telah menonton film bertema sama berjudul Defiance, udah pada nonton belum?. Meskipun bertema sama, jangan berharap bahwa dalam film The Boy in The Striped Pajamas kita akan menemukan kesadisan-kesadisan dan kekejaman-kekejaman seperti di Defiance (dan menurut saya itu berlebihan dan saya malas menerima di akal sehat saya). Dalam film ini, kita malah akan tersentuh dengan persahabatan antara Shmuel (anak yahudi) dengan bruno (anak tentara Jerman). Persahabatan yang terlarang karena Bruno dan anak-anak jerman lainnya mungkin sejak lahir telah didoktrin bahwa kaum Yahudi bukanlah manusia, mereka hanyalah “subhuman” sehingga tidak pantas hidup. Bruno tetapi tidak melihat Shmuel sebagai sosok yang seperti itu.
Jujur saja saya paling mudah tersentuh dengan hal-hal yang menyedihkan, tetapi saya sama sekali tidak menangis membaca buku dan menonton film ini, bukan karena buku dan filmnya jelek, tetapi justru karena bagus! John Boyne menceritakan Bruno (tokoh utama buku ini) dengan polos sehingga tidak memancing emosi. Ayah Bruno bekerja sebagai petinggi di kamp tersebut sehingga Bruno harus pindah dari Berlin ke Outwith (kamp konsentrasi terbesar di Jerman). Bruno sama sekali tidak punya teman seusianya, namun, dari kamarnya di lantai paling atas rumah mereka, Bruno bisa melihat di balik pagar yang tinggi, ada semacam perkampungan yang berisi orang-orang yang sama (sama-sama memakai piyama garis-garis dengan tanda bintang di dada). Bruno pikir itu adalah perkampungan biasa, bahkan setelah dia berkenalan dengan Shmuel secara diam-diam, dia tidak pernah mengerti apa itu kamp konsentrasi. Yang dia tahu Shmuel makin lama makin kurus dan mukanya tidak bercahaya seperti dirinya. Persahabatan itu terus saja berlanjut, bruno selalu bisa diam-diam pergi ke pagar itu dan bertemu Shmuel, kadang-kadang membawakannya makanan. Mereka hanya mengobrol saja namun hal itu sangat membahagiakan buat Bruno. Singkat cerita, suatu hari akhirnya Bruno hendak kembali lagi ke Berlin, di saat yang bersamaan, Ayah Shmuel menghilang dari kamp mereka (saya berspekulasi bahwa papanya Shmuel sudah masuk kamp konsentrasi). Sebelum kembali ke Berlin, Bruno berjanji membantu mencari. Di hari terakhir itu, Bruno mengganti bajunya dengan piyama garis-garis lusuh dan bau yang dipinjamkan Shmuel dan menyamar menjadi anak Yahudi (meskipun bruno tidak menyadari apa yang dilakukannya itu). Untuk pertama kalinya Bruno melewati celah pagar itu dan benar-benar berada di satu tempat dengan Shmuel. Mereka mencari-cari ayah Shmuel di kamp, namun tidak ada, sialnya sebelum Bruno sempat pulang, mereka dikumpulkan di lapangan dan waktu itu hujan deras, mereka kemudian digiring masuk ke satu ruangan gelap yang hangat (belakangan saya tahu itu kamp konsentrasi), yang mengharukan, Bruno malah berpikir mereka dibawa ke ruangan itu untuk menghangatkan badan dan menghindari hujan, begitulah akhir nasib mereka dengan tangan masih saling menggenggam erat, mereka meninggal di kamp konsentrasi di Outwith. Ayah Bruno bahkan tidak pernah tahu bahwa anaknya bernasib sama seperti orang-orang yang dia bunuh di kamp konsentrasi.
Empat tahun yang lalu, waktu saya masih kelas dua SMA, saya pernah punya seorang sahabat yang pintar, sebut saja X, waktu itu si X ini adalah fans berat Hitler (ga tau sekarang masih atau engga). Saya waktu itu hanya tahu bahwa Hitler itu adalah penganut Nazi, Hitler itu telah membantai banyak orang Yahudi. teman saya si X ini malah menyukai Hitler karena alasan itu, karena Hitler telah membantu memusnahkan orang-orang Yahudi di muka bumi ini (tentu saja ini dikaitkan dengan sentimen agama), saya selalu berdebat dengan X (hampir semua hal saya perdebatkan), saya bahkan menjulukinya Hitler.
Buat saya sendiri, saya tidak akan membenarkan segala bentuk pembantaian lepas dari apakah itu menguntungkan atau tidak. Bukankah hak hidup adalah salah satu hak dasar manusia? Majelis Umum PBB dengan jelas menyatakan dalam Pasal 3 Pernyataan Umum tentang Hak-Hak Asasi Manusia “setiap orang berhak atas penghidupan, kebebasan dan keselamatan individu”. Seandainya peraturan benar-benar ditegakkan, bahkan dalam perang pun, hal-hal mengenai kemanusiaan telah diatur oleh hukum humaniter, jus ad bellum dan jus is bello. Masalah-masalah yang lebih baru seperti terorisme (meskipun definisinya masih mnegambang) juga buat saya tidak dibenarkan meski pelaku teror kerapkali menggunakan alasan holy war, tugas suci. Agama mana yang memerintahkan untuk membunuh? Membuat kekacauan? Dalam Islam sendiri disebutkan “agamaku, agamaku, agamamu, agamamu”. Menurut saya biarkanlah kita menjalani apa yang masing-masing kita percayai. Konsekuensi dosa atas apa yang kita lakukan toh tidak dibagi-bagi, kita masing-masing menanggung sendiri kan? ?
Well, Ini hanyalah cerita, tetapi buat saya sangat berkesan. Saya merasa sangat beruntung menjadi salah seorang penstudi HI, sekarang saya bisa memandang banyak hal dari segala aspek. Bukan hanya dari aspek agama saja (seperti yang selama ini banyak saya lakukan). Buat saya agama bukan justifikasi atas kelakuan kita. Apalagi menghadapi perbedaan yang uncountable di dunia ini, setelah teori melting pot dan salad bowl dianggap tidak mampu menjawab, ada multikulturalisme yang menghargai perbedaan-perbedaan itu, dan semoga kita termasuk orang-orang yang berpikir (becouse many people just did whatever they want without deeply think about it). CHEERS!!!

Tuesday, November 11, 2008

Laskar Pelangi

okeh, silakan bilang kalo aku nggak update, soalnya baru nonton laskar pelangi beberapa hari yang lalu... sebenernya sejak awal udah mau nonton sodara2 tapi ngga pernah sempet, biasa orang sibuk (siiiiiing, sibuk ngapain aja wit?? belajar??). pertama nonton bela2in ama nita ngambil yang jam malem ama nita, eh udah ketinggalan 10 menit. filmnya bagus banget (buat ukuran film indonesia saat ini). aku ampe ngga kuat nahan tangis (kata nita aku orangnya sensitif, ahaha), tapi menurutku siapapun itu pasti akan terenyuh ngeliat nasib si lintang...
dunia ini keras, tapi bodohnya aku nonton ngga bawa tissue sama kacamata.

anyway, beberapa tahun yang lalu, aku punya temen, namaya maya (miss her lots), dia anak paling tua di keluarganya, adenya ada 4, padahal waktu itu kita baru kelas 3 SD, tiap hari dia harus ngurusin ade2nya sebelum ke sekolah. ibu sama ayahnya kerja... aku dulu iri kalo liat maya, dia tetep seneng ngelakuin itu semua, dia bisa, padahal aku waktu itu masih anak kecil yang ngga bisa apa2...
disekeliling aku, ada banyak orang yang nasibnya jauh lebih susah dari maya. lintang itu belum apa2, lintang cuma tokohnya andrea hirata yang kita liat di film (walopun mungkin bener2 ada), ada banyak lintang2 yang nyata di dekat kita, so have we opened our mind???

setelah bertangis-tangisan waktu itu, besoknya aku diajakin nonton lagi sama mas anto dan kurara, nonton lagi deh! tapi kali ini lebih prepare, aku bawa tissue dan kacamata, tetep we nangis2 jg. di sebelah aku waktu itu duduk anak kecil 8 tahunan lah, pas aku nangis sesenggukan, dia ngeliatin aja, dengan tangan belepotan snack trus seolah-olah dengan pandangan "teteh kenapa nangis? kan di filmnya rame, banyak anak kecil? mau ngga kalo aku kasi popcorn?"
huh, dia pasti belum ngerti dunia (gayaa beneer)

ada satu quote yang ampe sekarang masih terngiang2 di kuping, dari ibu mus,
"Cite-cite saya ni nak jadi guru pak, bukan istri saudagar"
guru fave saya waktu smp, miss sri okter alias mam, ketika saya menyatakan ingin jadi guru, perah bilang "jadi guru itu gajinya kecil nak..."
I want to be a teacher, I dont care bout the salary, but being a teacher is impossible now, I've got to move on my life... life's bout choice but sumtimes we can not choose..
I just wanna tell you sodara-sodara, jadi guru itu sangat menyenangkan, you dont have to know bout FMHI, you dont have to accomplish many tasks that u dont like, uderpressure, u dont have to know any lectures that dont care who you really are, and what do you love the most, apalagi ngeliat muka2 yang seneng waktu ngerti, kaya ada cahayanya gitu... trus waktu mereka dapet nilai bagus, seneng itu membuncah di dada(yang ini agak lebai, maap^^)
jadi iri ama ibu muslimah...
I've ever been a english teacher...
kangen saat2 itu, kangen sama muka2 polos mereka (nyesek mode on)

finally, laskar pelangi lumayan ngasih semangat baru buat aku...
gabatte!! sumtimes you can not choose, but at least you can still survive!!!

Thursday, July 10, 2008

WANTED, What a Terrible Nite!!

tadi malam adalah malam yangagak kurang menyenangkan buat saya, harus menonton film dengan sensorminim sekali, bukan masalah sensor pornografi dan pornoaksi, tapi sensor kekerasan, ada SANGAT BANYAK DARAH di film yang saya tonton, WANTED, film yang dibintangi Angelina Jolie dan menurut temen2 saya sangat bagus..
Geeky! how many times have I screamedout and closed my eyes??? ga keitung..
bagaimana bisa mereka semudah itu menampilkan tayangan yang membuat kekebalan manusia terhapap kekerasan berkurang??

jadi inget, 4 tahun yang lalu, aku pernah buat karya ilmiah tentang AVIDS (Acquired violence deficiency syndromme). ini adalah sindrom yang memang udah banyak diidap manusia. sindrom kelemahan kekebalan terhadap kekerasan. penyebabnya banyak, tayangan kekerasan di TV, di Game atau dari bahan bacaan..
simplenya begini, dulu kita merasa sangat tersentuh dan tidak tega ketika melihat ada orang dibunuh di berita TV, tetapi kita menjadi terbiasa seiring dengan menjamurnya berita-berita kekerasan dan kriminal yang cukup vulgar di TV, bahkan orang-orang bisa dengan tenangnya menonton semua degan di WANTED yang penuh dengan kepala pecah dan darah...
aku udah bertekad ga akan nonton film sejenis SAW, JIGSAW atau apapun sejenis itu, tapi akhirnya nonton jg film yg kaya gitu...
keluar bioskop lemes..

kembali ke AVIDS, sindrom ini dikemukakan pertama kali oleh Col. David Grossman, profesor di sebuah angkatan bersenjata di AS, aku bener2 setuju sama Grossman, bahwa mungkin di masa yang akan datang, kita akan terbiasa melihat pembunuhan di depan mata kita..

WANTED mungkin hanya film, tapi itu adalah perkataan orang yang sudah tidak lagi kebal terhadap kekerasan...

oiya, ini link sitenya Grossman, kali aja ada yang tertarik http://www.killology.com/

bdw Happy B'Day buat Ricco..
Makasih banyak traktiran nontonnya^^

Wednesday, June 25, 2008

no title


ini adalah foto lee ji hoon, bukan penulis buku terkenal, bukan pula penteori hubungan internasional, lalu beliau ini siapa??
begini ceritanya..
aku dari dulu paling sebel sama film korea, nangis2 mulu..
segitu sebelnya sampe2 aku ga mau nonton film2 yg bertitle korean..
tapiiii..
kemakan omongan sendiri deh, saking ga ada kerjaannya, aku nonton drama korea yg berjudul HELLO MISS, dan aku baru tau barusan kalo drama ini pernah diputer di indonesia dengan judul hello my lady (ketinggalan info saya ini..)
pertama nonton..
drama apaan sih, ada 16 episode lagi..
terus
terus
terus
ternyata ada si lee ji hoon, cakep sih, dan aku jg baru tau barusan setelah browsing kalo ternyata dia ini yg main princess hours, wida.. kemana aja..
dramanya lumayan, ceritanya biasa sih, tapi aku suka akting si aegasshi-nya..
cantik tapi ga vulgar, hehe..
iya sekedar bonus, inilah si lee ji hoon yang telah memikat hatiku, wkKkk..
yaaah.. kenapa bisa saya suka drama korea, oh God.. terrible..

well, hari-hari yang tenang akan segera datang..
ujian udah usai, usaha udah, tinggal doa, semoga semester ini secerah semester kemaren^^
liburan ga pulang, sepertinya akan ada yang mengalami homesick akut, seperti yang selalu diceritakan dinda, but I do believe I can survive..
oiyaaa, besok si lian dateng, senangnya.. bisa bertemu si adek setelah berbulan2 tak bersua..
mummy, thanks fot the chance, n also for the money^^
welcome SisTah!!!