Tuesday, December 21, 2010

I Want to Grow Up

Peter Pan, Who doesnt love this sweet kiddo ;)

Suatu hari saya, bapak dan adek kedua saya pergi ke gramedia bersama. Di suatu sudut rak buku, saya menemukan sebuah buku yang hingga saat ini menjadi buku yang paling saya sayang, "Peter Pan, Return to Neverland".
Setelah membaca buku itu, saya jatuh cinta sama peter pan. JM. Barry menurut saya adalah orang yang sangat jenius bisa menciptakan karakter seperti pan. Orang seumuran saya waktu itu kebanyakan berpikir untuk menjadi peter pan, "saya ingin menjadi anak-anak selamanya!" atau "menjadi dewasa itu rumit!".
Jika suatu hari nanti ditemukan mesin waktu, saya mau kembali ke tahun 90an. Saya ingin kembali ke rumah pertama yang saya kenal, rumah tua dari kayu dua lantai. Saya ingin kembali duduk di ruang tengah bersama bapak tepat jam 9 malam, setlah dipaksa sikat gigi dan cuci kaki, menemani bapak menonton dunia dalam berita, kemudian tidur dan terbangun waktu subuh, menyapu halaman yang penuh dengan daun cermai sambil menunggu bapak pulang dari masjid dan menyapa setiap orang yang lewat. Pagi belum berakhir, saya akan melanjutkan membersihkan setiap sudut rumah kayu yang penuh kenangan itu. Ibu masih sibuk di dapur sejak dini hari, sementara bapak akan mulai kesibukannya dengan memberi makan ayam, bebek, angsa, dan burung2 merpati peliharaannya di belakang rumah, dan adik kedua saya masih lelap. Aktivitas pagi berakhir di meja makan, ritual sarapan yang wajib, kemudian kami akan berpisah hingga sore hari.
Siang hari, sekolah selesai, saya kembali ke rumah kayu itu. Melepas sepatu dan meletakkannya di tempat sepatu, mengganti pakaian sekolah, makan siang, dan kemudian istirahat. Sore hari, ketika semua sudah kembali berkumpul di rumah, saya telah mandi dan siap berangkat mengaji di masjid depan rumah. Sore berakhir, saya akan kembali dengan ruang tengah rumah kayu itu, menyelesaikan semua pekerjaan rumah, sementara adik saya sibuk bermain, bapak menunggu dunia dalam berita, dan ibu menunggui kami dengan sulaman taplak meja ataupun sarung bantal. Semua terasa sangat sempurna. Saya sangat rindu senyum bapak saat berkomentar "wah tulisan mbak wit bagus, nek wis gede ini jadi jurnalis ini..", besoknya tulisan yang dipuji itu saya bawa terus ke sekolah, tidak bosan2 saya pandangi. Saya rindu saat2 saya dan nenek membuat manisan dari buah cermai di depan rumah kayu itu. Saya rindu Ibu yang melarang saya jajan tidak sehat di warung dan rela membuatkan apa pun makanan yang saya suka. Saya rindu minggu pagi ketika bapak mematikan TV yang sedang kami tonton karena kami belum mandi, saya rindu subuh minggu, ketika saya dan teman2 kecil saya lari pagi, bersama kakak2 sekitar rumah saya, saya ingat sekali kata2 kak ferdi ketika menyemangati kami lari pagi "ayo! ayo! lari, siapa cepat dapat istirahat!", kemudian saya akan sekuat tenaga lari mengimbangi kakak kakak saya, kemudian bisa ikut mereka istirahat, tidur2an di jalan yang masih sepi saat pagi. Saya rindu bermain monopoli, boneka, kartu, ular tangga dan permainan lainnya di rumah tetangga saya, rindu membaca topeng kaca, tidur siang bersama teman2 kecil. Saya rindu saat2 libur, ikut mengantarkan makanan ke sawah nenek. Saya akan memegang botol minum, berlari2 lincah menuruni jalan setapak bertanah, kemudian digendong di pundak bapak, menyebrangi sungai untuk sampai di pondok. Saya ingat sekali suatu hari, bapak menggendong adik saya, lian, sementara saya dituntun. Kami ingin menyebrangi sungai melewati sebuah batang kelapa yang berfungsi membendung sungai. Batang kelapa itu sudah licin, kami sangat berhati2, sampai tiba2 bapak terpeleset dan saya tertarik ke daerah bendungan yang dalam. Susah payah akhirnya kami berhasil naik. sampai di pinggir kami bersama2 menertawai baju kami yang basah kuyup. Di pondok sawah nenek, saya dan lian akan bermain sambil menonton orang2 yang bekerja, lian biasanya sangat ditunggu pekerja di sawah karena lian tidak malu2 selalu menyanyikan lagu2 nike ardilla dengan suara melengking. Mereka yang melihat pasti akan tertawa terpingkal2. Saya rindu bleki, anjing tetangga yang hitam garang, saya rindu anjing pertama kami, kumir, yang adalah anak dari bleki, pemberian tetangga kami. Saya masih ingat betul kumir pertama hitam tinggi, telinganya tegak, lidahnya hitam. Setiap orang yang melihatnya pasti akan memuji betapa tampan dan sangarnya anjing kami itu. Banyak orang menawar kumir dengan harga tinggi, bapak tidak secuilpun ada niat untuk melepaskan kumir. Saya masih ingat waktu jalan2 sore, saya kecil memegang rantai kumir, berlari2 mengikuti gerakan kumir memutari sekitar rumah. Hingga suatu hari kumir tidak pulang. Kami semua cemas, tetangga2 mengerahkan tenaga mencari kumir. Kumir pertama kami tidak pernah kembali. Bapak menemukannya di rumah seorang pemburu, kata bapak kumir kurus kering, hampir gila dan tidak lagi mengenali bapak. Hancur sekali rasanya perasaan saya waktu itu, kumir adalah teman saya sehari-hari. Tidak lama kemudian, seseorang datang ke rumah kami, mengantarkan kumir kedua, seekor anjing kecil, pemalas dan manja, sangat bertolak belakang dengan kumir pertama, telinga kumir kedua ini pun tidak tegak, melainkan menutup ke dalam. Susah payah kami akhirnya juga menyayangi kumir kedua yang ternyata sangat lucu, begitulah seterusnya, kumir akan selalu bergnti di rumah kami.
Masa kecil yang paling menyenangkan adalah ketika saya dan teman2 sekitar rumah mengaji di tempat nenek han yang lumayan jauh. Kami mengaji dari sore hingga malam. Sepanjang jalan yang kami lewati sama sekali tidak ada lampu jalan, karena itulah kami membawa obor dari rumah. Saya benar2 ingin mengulangi masa-masa pulang mengaji dengan obor menyala di tiap tangan kanan kami, ah indahnyaa, sekarang mana ada yang begitu :')
Banyak sekali hal-hal menyenangkan yang sangat indah buat saya ingat, dan jika dituliskan mungkin akan menjadi buku yang tebalnya menyaingi Harry Potter 4 :D
Well, semua periode dalam hidup saya menyenangkan dengan cara yang berbeda, tetapi masa 90an adalah masa yang paling menyenangkan buat saya, perfect timing, perfect place, perfect family, perfect friends, ah everything felt just a way too perfect that time :)
Dulu, setiap ingat masa-masa itu, saya selalu berpikir untuk tidak tumbuh dewasa, saya seandainya bisa akan memilih menjadi anak-anak selamanya.
Saya selalu berpikir bahwa peter pan sangat beruntung karena tidak pernah tumbuh dewasa, tetapi itu dulu... setelah ke sekian kalinya membaca "peter pan, return to neverland", saya sadar bahwa menjadi peter pan adalah membosankan, bahkan wendy kemudian memutuskan meninggalkan peter pan dan ingin tumbuh dewasa. Peter pan adalah figur ego saya, peter pan ditokohkan dari egoisme orang2 seperti saya dulu. Pada kenyataannya, tidak ada yang benar2 ingin menjadi anak2 selamanya.
Selama 22 tahun hidup saya, saya belajar banyak hal, dan saya sangat bersyukur diberi kesempatan tumbuh dan (menuju) dewasa. Seandainya saya adalah anak2 selamanya, saya tidak akan merasakan banyak hal. Saya memang ingin sekali kembali ke masa kecil, tapi, alasa utama saya ingin kembali adalah karena saya telah mengalami masa-masa setelah itu. Masa-masa setelahnya lah yang membuat masa kecil menjadi sangat berharga.
Saya tetap mengagumi peter pan, yang secara tidak langsung memotivasi saya untuk berkembang, untuk tidak stuck pada satu keadaan yang dianggap nyaman, seperti peter pan di neverland. Saya harus keluar, saya harus mencoba banyak hal, saya harus belajar hal-hal yang saya belum ketahui, dan pada intinya, saya HARUS tumbuh dewasa, amin..
I was once thinking to be peter pan in neverland, to live a sweet life as a kid forever, but as time goes by, life's teaching me a lot of wonderful things. And now I'm 22 and I'm glad to say that I want to GROW UP!
Once again, God, thankyou for giving me everyone and everything that make me what I am..

Happy Birthday to Me

Holaa..
HAPPY BIRTHDAY TO ME!
Sekarang saya udah 22 tahun. Bahagia sekali rasanya desember ini, meskipun no birthday cakes, no gifts, and almost no friends, but wait, it's still 'almost'. Thank God for Hundreds of bday wishes in my facebook, for loads of messages in my phone, and for many special phonecalls from families and bestfriends.
Banyak cerita lucu ulang tahun kali ini, yang paling lucu, yang bikin ngakak, adalah teman saya anita, yang ngucapin selamat ulang tahun sebulan kecepetan. Ceritanya pas 11 November si nita ini dengan pedenya nelpon subuh2 nyanyiin lagu selamat ulang tahun, ahaha kalo inget pengen ketawa ampe nangis *gomeeen nitaa*. Nah pas 11 desember kemaren nita ngucapin lagi, terus yang bikin makin ngakak ada embel2 gini "yang jelas SAYA BANGGA menjadi yang pertama", yaiyalah sebulan yang lalu udah ngucapin duluan :)).
Terus ada lagi temen saya yang saya panggil yongjay, si yongjay ini ngucapin selamat ulang tahunnya kecepetan sehari, saya protes, terus dia dengan pedenya bilang "yaelah ultahnya 3 hari lagi kan? LEBIH CEPAT LEBIH BAIK" ahaha, saya ngakak2 juga waktu itu.
Terus ada juga yang mengharukan, ucapan selamat ulang tahun dari murid les inggris saya waktu SMA, dulu dia masih seiprit, sekarang udah jadi anak kuliahan, katanya "selamat ulang tahun my english teacher", di like pulak sama kakaknya, ah terharu banget :')
Hampir saja ulang tahun nangis2 sendirian, untung saya sadar, saya masih beruntung dengan semua yang saya dapat saat ini, sangat beruntung malah, Alhamdulilah ya Allah.. Saya sadar betul nggak boleh menuntut apa2 yang saya pengen, di umur 22 ini ketendang banget sama lirik lagu The Fray, katanya "in the end, everyone ends up alone". Karena itulah harus belajar survive sendirian, you know, you need someone to rely on, but hey, no one actually really cares. Bukannya saya mengutuk2, sama sekali tidak, itu adalah pelajaran yang sangat berharga, yang harus menunggu 22 tahun untuk saya dapatkan. And in many ways, you couldnt just expect people would think the way you think, people would do the way you do. Setiap orang punya ekspektasi, saya juga, dan nampaknya saya harus menurunkan ekspektasi2 saya untuk mencapai apa yang disebut "happiness" :).
Hari ulang tahun saya akhiri dengan sangat senang dan damai, terimakasih riyanita nitut, tetangga kamar paling jahil sedunia yang membuat saya tidak jadi sendirian. Sehabis magrib saya bingung, saya nggak mau menghabiskan hari istimewa yang setahun sekali, hanya dengan duduk diam di kamar. Dan taraaa, akhirnya nita mau menemani saya berjalan kaki mengitari nangor. Kami keluar sekitar hampir jam sembilan. Baru kali itu saya menyusuri jalan nangor dengan berjalan kaki, malam hari pula. Rasanya segar sekali. Cuaca sangat dingin waktu itu, saya pakai jaket saya paling tebal, pake kaos kaki, tidak lupa syal di leher, persis orang aneh. Saya tidak peduli tatapan2 aneh orang2 yang saya temui. Saya berharap di tengah dinginnya malam, tiba2 mulut saya mengeluarkan embun saking dinginnya, kemudian saya mengusap2 telapak tangan yang kedinginan, dan kemudian kami mampir di kedai sake, menghangatkan badan, lalu tak lupa pula memesan semangkuk mi ramen panas, ahaha.. ini adalah khayalan saya waktu itu. Pada kenyataannya, sepanjang jalan kami harus bertebal muka dari godaan pria2 gila di sepanjang jalan. Malam saya akhiri dengan seporsi sate padang, perfecto :)
Dan hey! siapa bilang nggak ada kado, Tanggal 16 Desember adalah hari yang harus tercatat di kalender hidup saya, akhirnya saya menyelesaikan ujian sidang saya dengan lancar. Kado terindah ini tidak lepas dari doa2 keluarga dan teman2, di hari ulang tahun saya, banyak sekali ucapan "sukses ya sidangnya nanti..", terimakasih ceman2 <3
22 tahun dan bisa dikatakan 'selesai' studi, saya sedang berpikir keras mau menghabiskan sisa hidup saya dengan apa untuk bisa survive, yang jelas Alhamdulilah ya Allah, thankyou for giving me everything and everyone that make me what I am now :)

Wednesday, December 8, 2010

Bangkok Traffic Love Story


A friend promoted me this movie some months ago, guaranteed me that I wont be bored watching this movie. At that time I was just saying 'yes, I'll go find it' but I never seriously catched for this movie. This is a Thai movie. I've watched some Thai's, but they're all horror movies. A month ago, I finally watched it. I was so surprised, that movie was extremely fresh, I laughed along most of the movie, and yet held my tears in some scenes ;)
It's fresh because of its unordinary funny and touchy scenes.
From the tittle, you absolutely find out that high possibility that this is a romantic movie. YES, this is sweet but not sickening (well, you know some romantic movies are just disgusting :D).
A quote I remembered from this movie:
Li : "How if you have a boyfriend but he's not available to eat with you? He doesnt have time to go anywhere with you. Then whats the use of having a boyfriend?"
Ped : "Li, people dont have boyfriends and girlfriends to be together at all the time. They have couple to know that there's still someone who loves them"
Haha, isnt that sweet :3
Almost in all scenes during the movie, I felt like I'm seeing so familiar lifestyle. The traffic in Bangkok was not so different with Jakarta and other cities in Indonesia. There were also public transportation by motorcycle similar with 'ojek'. People there watched dramas on TV, so similar with sinetron in Indonesia. One different thing, we dont have monorail in Jakarta *praying for Jakarta's monorail 2011*.
Well, seeing life in another part of this world is totally nice. I saw some similarity, then laugh. I found differences to think of. But in the end, I got fun. I was once there, in Bangkok, I was once experiencing the traffic there.. Someday I hope I can be there for one more time :)
Nah! ini adalah beberapa gambar yang saya ambil di tahun lalu (dari dalam bus). Liat gambar pertama dari kiri, gambar itu saya ambil ketika bus yang saya naiki terjebak kemacetan yang parah (kayaknya sih di sana tiap hari macet begitu). Saya inget banget, bus sama sekali nggak bergerak dari hari terang sampai gelap. Bus itu kebetulan terhenti tepat di depan pasar yang ramai dan kelihatan agak semrawut, saking lamanya macet, si Ben, tour guide selama di sana sempat ke pasar dulu dan membelikan pisang goreng (rasanya enak, mirip2 sama pisang goreng indo).
Gambar ke-2 dan 3 adalah view kota Bangkok. Gambar ke-4 adalah gambar yang saya ambil dadakan ketika bus melewati sebuah masjid di tengah2 kota Bangkok :).
Gambar ke-5 adalah bekas istana raja yang sekarang jadi tempat wisata (kalo di Bangkok Traffic Love Story disebut Taman Siam/Istana Siam). Nah, gambar terakhir adalah suasana sepanjang jalan kota Bangkok setiap awal Desember. Karena Raja mereka ulang tahun, maka suasana kota dibuat semeriah mungkin sebagai bentuk kecintaan mereka pada raja.
Sayang sekali saya hanya bisa mengambil foto-foto ini dari dalam bus yang berjalan, tapi yaa.. lumayanlah :D

Why Are You That Strong, Yankumi?

Yankumi, among her students, ah how I really admire you sensei..
Students: "why are you that strong?".
Yankumi: "because I want to protect everyone important for me"
(This is one scene from 'Gokusen', my most favorite dorama, happened after yankumi, a teacher, saved the students from some culprits who beated them)
Well, I want to be strong like Yankumi.. Then everyone, let's be strong! :)

Saturday, November 13, 2010

Another Way to Learn by Korean's Drama

Anyonghaseooo :)
Akhir-akhir ini saya suka banget nonton drama korea. Padahal dulu dibayar sejuta kayaknya ogah mesti nonton drama yang panjangnya kaya puluhan gerbong kereta api. Saya dulu trauma sama drama korea. Pernah ketika SMP saya terjebak di suatu sore, duduk manis di depan TV, dengan badan wangi habis mandi. Saya sangat berharap mendapat suguhan yang menyenangkan, ternyataa.. ada sebuah drama korea yang settingnya di Bali lagi tayang. Drama itulah yang bikin saya kapok nonton korea2an. Sepanjang episode kali itu, saya nangis, banjir, biar udah wangi juga jadi kayak belum mandi. Besoknya saya masih baik, saya pantengin lagi itu drama, lagi, saya nangis liat si tokoh utama yang selaluuu nangis di setiap adegan. Saya nggak suka nangis2 terus gara2 nonton drama itu.
Ternyataa benar bahwa benci itu beda selapis sama suka, nah sekarang saya lagi seneng nonton drama korea (walopun masih milih2 juga). Setelah nonton beberapa drama, saya jadi sadar dan paham, kenapa banyak cewek (dan cowok juga) yang tergila-gila drama korea.
Berikut adalah poin2 kenapa saya mulai menyukai drama korea.
1. Yang paling saya suka adalah penampakan rumah ataupun flat tempat tinggal toko2hnya. Well, saya belum pernah ke korea, tapi dari drama2 yang sudah saya tonton, saya sukaaaaa tempat tinggal mereka. Mereka, orang korea sepertinya mengatur tempat tinggal mereka dengan sangat nyaman dan hangat. Warna-warna yang 'warm', perabotan yang semuanya 'soft' dan 'sweet', dan keseluruhan rumah yang menyenangkan. Kayaknya sih itu perabotannya pake ikea semua tapi bagus. Rumah mereka nggak digambarkan mewah, besar, tapi biasanya hanya satu kotak kecil rumah atau flat yang simpel dan 'heartwarming', menjadikan apa yang kita lihat lebih real :)
2. Gaya hidup mereka, saya sukaa, hampir semua tokoh2 yang saya tonton mengerjakan pekerjaan rumah sendiri, nggak perlu membayar beberapa orang buat masak, nyuci, dan bersihin rumah. Mereka, sesibuk apa pun bekerja, punya waktu buat ngurusin diri sendiri, dan mandiri dalam segi finansial. Orang2 sana juga masih kuat sekali adat sopan santunnya, dari cara berbicara sampai cara bersikap pada yang lebih tua. Biarpun banyak orang menentang segala macam hal yang berbau feodalism. Sejujurnya saya senang bisa hormat sama orang yang lebih tua. Senang melihat di drama korea, mereka menundukkan kepala tiap bertemu rekan-rekan, menjaga sikap duduk, ah semuanya. Saya juga suka liat gaya mereka yang lebih sering jalan kaki kemana2. Korea kayakya sangat menyenangkan, transportasi umumnya juga nyaman. Yang bagus-bagus gini yang harus kita contoh :)
3. Pernah dengar selentingan yang bilang bahwa bekerja di perusahaan korea sangatlah penuh tekanan? Kalo saya lihat dari drama2 yg saya tonton, sepertinya iya. Tetapi tekanan ini bukanlah tekanan yang nggak masuk akal. Beberapa drama menunjukkan bagaimana si tokoh utama berjuang sangaaat keras meraih sesuatu yang diharapkannya. Sepanjang cerita tentu banyak hambatan yang muncul, tetapi hambatan di sini adalah hambatan yang fair dan normal, bukan hambatan dari orang2 jahat yang selalu diceritakan negatif dan menyabotase semua usaha si tokoh protagonis. Mereka orang-orang yang bertekad kuat, kita juga harus begitu, berusaha memungkinkan apa yang nggak mungkin :)
4. Cowok ganteng juga menjadi daya tarik drama korea, banyak cewek2 yang pingsan, hehe.. liat pemeran-pemeran yang saking tampannya kalo dipakein kerudung juga cantik. Cewek2 korea juga nggak kalah menarik hati kaum pria. Biarpun penampakan itu udah operasi sana sini, who cares? toh kita cuma liat di layar kan ;). Ah untungnya saya setia sama Jason Statham :D
Justify Full5. Yang paling pentiiiiinggg yang saya yakini membuat banyak orang kecanduan drama korea adalah... "there's always things you surely cant have in your real life but can be found in korean's drama". Ada hal2 yang manis, yang dimimpikan semua orang, yang nggak semuanya bisa didapatkan setiap orang di kehidupan nyata, tapi ada di drama korea. Average of the stories are full of sugar, hal2 yang seperti cerita negeri dongeng bisa kita tonton dengan pemeran manusia nyata. satu kata, sangat MENGHIBUR (aduh, saya terlalu semangat ampe kepencet kepslok). Dan yang pasti banyak pelajaran hidup yang saya dapat dari menonton drama korea, pelajaran yang nggak saya dapat sebelumnya, entah karena saya tidak pernah berada dalam situasi tersebut, atau karena saya bahkan tidak tahu bahwa ada hal2 seperti itu dalam hidup sehari2.

Saya nggak peduli dibilang banci atau apalah julukan untuk yang suka nontonin drama korea. Well, saya menonton apapun yang menurut saya ada hikmahnya (tesaaaaah). Well, you dont always learn from books, there's something that's not written in books but could be found in real life, have a nice sunday amigos :)

Spoiler tentang 3 drama yang baru saya tonton dan ketiganya bagus, reccomended :)

1. A Moment to Remember
ceritanya tentang pasangan yang istrinya terkena alzheimer, mereka berusaha sekuat mungkin membuat si istri sebisa mungkin mengingat hal2 penting, tapi nggak bisa, bahkan si istri lupa sama suaminya. Film ini sedih, saya ampe sesenggukan dan pusing gara2 nangis2. Tapi secara keseluruhan filmnya bagus menurut saya, bagus banget malah. Subhanallah ada orang macam begitu yaa.. quote dari film ini :
“Do not always feel happy about your life. Life can be cruel and unpredictable”.
2. The Girls Who Still Want to Marry
Ceritanya tentang 3 perempuan yang berusia 34 tahun dan belum menikah, ketiganya punya masalah yang berbeda, sangat menarik, buat cewek2 bagus ditonton, banyak pelajarannya :)
3. Le Grand Chef/Best Chef
Bercerita tentang dua chef yang dilatih memasak di tempat yang sama tapi kemudian mengambil jalan yang berbeda. Nantinya mereka berdua bersaing, gila mereka masaknya pinter banget, terus ceritanya nggak cuma masak2 tapi juga ada unsur cerita sejarahnya, jadi makin menarik.
Baiklah, selamat menonton temaaaan..

Tuesday, October 19, 2010

Only God Knows Why



"...
People don't know about the things I say and do
They don't understand 'bout the shit that I've been through
It's been so long since I've been home
I've been gone, I've been gone for way too long
Maybe I forgot all things I miss
Oh, somehow I know there's more to life than this
I said it too many times
And I still stand firm
You get what you put in
And people get what they deserve
Still I ain't seen mine
No, I ain't seen mine
I've been giving just ain't been gettin'
I've been walking that there line
So I think I'll keep on walking
With my head held high
I'll keep moving on and only God knows why..."

Kid Rock-Only God Knows Why

Thursday, October 7, 2010

D'SEIGA

Someone turned to me and asked
"How many friends have you?"
Why 10 or 20 friends I believe
And began to named a few...
A blessed one you are
To have so many friends
But think of what you're saying...
A friend is just not someone
To whom you say "Hello"
A friend is a tender shoulder
On which to softly cry
A well to pour your troubles down
And raise your spirits high
A friend is a hand to pull you up
From darkness and despair...
When all your other "so called" friends
Have helped to put you there
A true friend is an ally
Who can't be moved or bought
A voice to keep your name alive
When others have forgot
But most of all a friend has a true heart
For from the hearts of friends
There comes the greatest love of all!
So think about all this
For every word is true
And once again answer please...
How many friends have you?
After much thought I answered
I really only have just one
"It's You!"
A Friend Is Always Special
Because Friends Love You
Just Because You're You!
(author unknown)



D'Seiga stands for : DuabelasS IIA 3
About Us (taken from D'Seiga's official friendster):
kami :
= sebuah perkumpulan yg terbentuk karena satu kelas pas eSeMA, jd rada kepaksa gitu deh ngbentuknya he,, (main2 woi!!!) =
= ex siswa eSeMA yg setiap hari senin selalu tertib mengikuti upacara bendera, yg setiap hari jumat selalu tertib senam pagi
= 24 cowok najis n 18 cewek kotor (??) yg setiap hari selalu belajar bersama selama 2 tahun di eSeMA 1 cuRup (2004-2006)
= berharap bisa menjadi orang2 yg sukses dan tenar
= ingin tetap menjadi saudara sampai kapanpun, walaupun beda ayah-beda ibu
= bekerjasama satu kelas secara terperinci dan terencana dalam menyelesaikan Ujian Nasional 2006
= saling menyayangi, saling membenci, saling berbagi, dan saling rebutan dalam segala hal
= anti rasisme dan terorisme, pro bgt ma narsisme.. =
= memiliki maskot yg berlidah seperti reptil, sTeVe..
= selalu berdo'a agar bisa masuk sorga///// AMIEN
= diasuh oleh bu Nining (2004-2005) dan pak Dominant (2005-2006)
= menjadi juara umum Liga SMANSA 2005, hwa!!
Kami adalah Kami..
yg akan menyimpan indah semua kenangan atas nama d'seiGa,,,
atau mungkin malah mengendapkannya..

I heart you much D'Seiga
For me friends are like stars,
you cant always see them but they're always there

Sunday, October 3, 2010

Es Krim Simpel Dari 'Pondan'

Siapa yang nggak suka Es Krim? *waktu ngetik ini aja saya ngileer ;)
Saya suka makan es krim dan kata ibu saya eskrim yang sehat itu bukan es krim abal2 yang dibuat plus pewarna dan pemanis buatan. Paling aman sih mengkonsumsi es krim2 dari walls, campina, dan sejenisnya (dibandingkan es krim sembarangan yang lainnya lumayanlah meskipun sepertinya tetap mengandung pengawet).
Sepanjang perjalanan saya makan es krim, es krim yang paling berbeda adalah eskrim di Ragusa (semacam tempat eskrim jadul di Jalan Veteran, Jakarta). Rasa es krimnya standar (banget malah), tapi sekali telan, saya bisa merasakan bahwa es krimnya beda dengan eskrim2 yang pernah saya makan. Sangat enak di tenggorokan, sama sekali tidak membuat tenggorokan seret.
Well, suatu hari ketika sedang belanja bulanan di sebuah supermarket, saya melihat satu spot yang memajang produk2 berbagai bahan makanan instan dari 'pondan', mulai dari pancake, brownies, blackforest, dan ternyata ada es kriiimm..
Inilah contoh produknya biar nggak bingung nyari2

Nah, waktu saya pulang kemarin, saya mencoba membuat es krim vanilla chocochips 'pondan'. Mudah sekali dan hasilnya nggak kalah sama es krim walls, bisa dimakan sekeluarga lagi :).
Pertama silahkan beli bahan es krim instan 'pondan', bebas mau rasa apa, ada durian, coklat, vanilla, dll. Harganya juga nggak mahal, belasan ribu saja. Kemudian siapkan alatnya, yaitu gelas ukur dan mixer. Bahan es krim tinggal dimixer dengan 300 cc air es (ingat, air es yaa) sampai mengembang (sampai kalau dibalik nggak tumpah). Lalu masukkan chocochips yang sudah ada di kemasan, diaduk pakai solet, tuang ke dalam wadah, masukkan ke dalam freezer dan tunggu kurang lebih tiga jam. Taraaa! jadi deh.
Ini adalah hasil dari belajar kemaren:
*Es krim ini nggak mahal, sangat bagus buat ibu-ibu, kakak-kakak, siapapun yang suka es krim tapi nggak mau boros beli es krim diluar.
*Di kemasan ditulis biar es krimnya makin enak tambahkan dua sendok makan susu bubuk ke dalam air es, saya benar2 menambahkan dua sendok makan susu bubuk, dan es krim saya jadinya terlalu kelat karena susu. Enak sih tapi ketika disajikan, lama kelamaan rasanya jadi kayak minum susu kental manis, cepet eneg juga jadi saran saya cukup kasih satu sendok makan susu bubuk ke dalam 300cc air es yang akan dimixer bersama adonan instan es krim.
*Waktu es krim sudah dimasukkan ke freezer, pastikan suhu kulkas dalam keadaan cold, biasanya untuk kulkas-kulkas rumah, seperti di rumah saya yang isinya hanya bahan2 masak, suhunya disetting hanya dingin standar. Dengan suhu standar, es krim nggak akan beku sampe seminggu juga. Jadi ubah suhu ke kondisi cold dulu.
*Es krim ini setelah dingin bisa langsung dinikmati. Polos aja udah enak, tapi nggak ada salahnya dikasih variasi, jadi lebih enak. Kemarin saya menambahkan nutrijell coklat, enaaak :). Bisa juga ditambahkan potongan buah untuk yang suka fruity ice cream. Atau ditambahkan meses, atau juga kismis, atau juga maple syroup *EH! becanda :D. Tapi jangan lupa kalo tambahannya yang manis-manis (sejenis meses, kismis, dll), ada baiknya nggak usah dicampur susu adonanya, nanti manis plus manis plus susu malah bikin yg makan cepet eneg.
*Kalo biasanya bikin es krim ribet, mesti dikeluarkan dari freezer dan diaduk tiap jam, es krim 'pondan' ini nggak perlu, setelah masuk ke freezer, kita bisa langsung pergi main basket sama tetangga, nggak masalah karena inilah kelebihannya, nggak perlu diaduk berulang kali tiap jam kayak es krim biasanya.
*Di kemasan dituliskan es krim ini untuk 5 porsi, tapi kenyataanya bisa loh buat 10 porsi ;)

Inilah hasil mainan saya waktu itu, karena keterbatasan kamera jadinya gambarnya nggak menarik padahal aslinya sangat menggugah selera, hehehe...

What I really love of being at home is that I can cook every food I wanna cook with complete free cooking equipments and materials :)

Saturday, October 2, 2010

A Worth Destination, Siem Reap




Angkor Wat

Spider Village

Pagi ini Siem Reap, sebuah kota di Kamboja muncul di halaman depan Yahoo, bisa dibaca di sini.
Meskipun baru sekali mengunjungi dan hanya 2 hari satu malam menginap di Siem Reap, bisa dibilang kalo saya jatuh cinta dengan tempat ini. Kamboja buat saya adalah negara yang sangat layak dikunjungi untuk tujuan wisata yang nggak biasa. Untuk tiba di Siem Reap, saya dan teman-teman praktikum, Desember tahun lalu menggunakan penerbangan Jakarta-Phnom Penh dengan sekali transit di Kuala Lumpur. Tiba di Phnom Penh (Ibukota Kamboja) wisatawan bisa menikmati eksotisnya kota ini dan berkeliling mengunjungi Pasar Malam di kawasan Frontriver Sungai Mekong. Untuk pergi ke Siem Reap, waktu itu kami menggunakan jalur darat yang memakan waktu sekitar enam jam dari Phnom Penh. Saya kurang tau apakan ada jalur udara, tetapi yang jelas jalur darat ini buat saya mengasyikkan (walapupun menurut teman2 saya perjalanannya lama dan membosankan, hehe). Kami melewati beberapa provinsi, seperti Kampong Chhnang, kampong thum, mong dal lain-lain. Sepanjang perjalanan pemandangan yang kami saksikan adalah padang rumput (lumayan gersang dan tidak beraturan), beberapa rumah penduduk, dan kawasan semacam hutan. Jalannya lumayan lurus, hanya saja terlalu kecil dan berbatu-batu. Saya sama sekali tidak ambil pusing dengan itu karena saya pernah mengalami lebih dari 24 jam perjalanan Bandung-Bengkulu dengan jalan yang udah mah jelek belok2 pula, hehe. Selama perjalanan, kami satu kali berhenti di semacam rest area (saya bilang semacam karena tepatnya nggak sebagus rest area di Indonesia atau seperti yang sering kita tonton di film2 latin). Rest Area ini terdapat di Spider Village. Well, nggak salah dinamain desa laba-laba. Turun dari bus, kami langsung dihadang anak-anak kecil yang berjualan gelang dan aksesoris. Oke, all is well, sampai kami sadar ketika anak-anak kecil itu bilang "mister, please buy this, mister, please..." di tangan mereka ada beberapa ekor tarantula. Alamak merinding saya liatnya, akhirnya saya nggak jadi cari toilet dan balik lagi ke bus. Dari bus saya lihat seorang turis barat sedang pucat karena seorang anak meletakkan tarantula di dadanya sambil memaksa si turis untuk membeli dagangannya. Kasihan, tapi saya pengen ketawa juga, hehe.. Di Spider Village ini juga banyak yang jual makanan spektakuler, termasuk di dalamnya tarantula bakar, tarantula goreng dan serangga-serangga krispi lainnya. Saya tentu saja tidak ikutan mencoba, saya adalah pengikut seorang teman yang waktu itu nyeletuk "gue nggak akan makan ituh serangga selama masih ada KFC", ahey! benar juga :D. Oiya, ada cerita menarik dari tour guide waktu itu, Mr. Boray, di perjalanan menuju Siem Reap, di tengah jalan ada sebuah tugu persahabatan Indonesia-Kamboja. Tugu ini ceritanya dibuat sebagai ucapan terima kasih Kamboja kepada Presiden Soekarno yang pada jaman itu banyak membantu kemerdekaan kamboja (saya terharu). Mungkin karena sejarah itulah warga Indonesia diterima dengan sangat baik di Kamboja, ini juga yang membuat saya betah di sana.
Tiba di Siem Reap, kami langsung mencari makanan halal yang ternyata kebanyakan adalah makanan-makanan India. Kami makan Roti Naan dengan kari yang aduhai enaknya, kemudian menuju hotel daaaaaannnn saya menyesal malam itu lebih memilih istirahat ketimbang ikut teman2 saya jalan2. Ternyata mereka pergi ke pusat penjualan oleh-oleh kamboja, semacam pasar malam dan harganya sangat murah meriaah. Yasudahlah, lain kali saya mau keliling malam2 di Siem Reap.
Besok paginya kami langsung menuju Angkor Wat, kompleks candi terbesar di Siem Reap, dan Hey, Siem Reap sekarang masuk dalam salah satu dari tujuh keajaiban dunia... kasihan Borobudur, tapi memang candi2 di Siem Reap layak mendapat gelar itu dari UNESCO. Manajemen cadinya bagus sekali, ditambah lagi dengan hasil pemugaran yang bekerjasama dengan Italia, Spanyol, dan Perancis, makin megah saja candi2nya, nggak percaya bisa dilihat di Filmnya Angelina Jolie, Tomb Rider. Nilai plus juga di sana, rata2 penduduk asli mampu Berbahasa Inggris, termasuk anak2 kecilnya sekali pun, jadi InsyaAllah kita kalo di sana nggak harus pusing bingung karena nggak ngerti Bahasa Khmer. Sekali lagi Kalo pengen tau lebih banyak tentang objek2 wisata lain di Siem Reap bisa baca di sini.
Baiklah, ini adalah sedikit cerita tentang Siem Reap, Ya Allah suatu hari nanti semoga saya punya kesempatan kembali ke sana, amin..
Que tenga un buen fin de semana amigos :)

Where's the spirit :)

Suatu hari pesan dari seorang sahabat paling baik sedunia...
Dia: Hey hey yg sdh di kosan, lg apa?
Saya: Lagi berurusan sm debuu 3cm :D
Dia: Hm.. lg kluar jiwa babunya yaa hm.. semangaat berjuaang!
Saya: Ah.. ga sopaan, hehe.. baiklah aku akn brjuang dg debu ini :D
Dia: Hey bkn itu mksud aku, brjuang sm debu si gampang, siram pk air jg ilang, ini maksudnya berjuang untuk beberapa bulan kedepan, kamu pasti bisa! :)
Saya: *meleleh* makasih :')

Ayo! Hidup Sehat!

Sebelum banyak bercerita, saya ingin bilang, kangeeeeeen blogspot ini setelah liburan lebaran. Masih di bulan syawal juga saya mau minta siapa pun yang saya kenal untuk memaafkan salah-salah saya, apalagi dalam tulisan-tulisan yang bisa saja kurang berkenan di blog ini.
Well, saya baru saja sembuh dari sakit. Seminggu yang lalu saya pulang dari kampung halaman dengan penerbangan malam. Bersiap-siap dari rumah dari jam 10.00 pagi dan karena berbagai hambatan (delay dan blablabla berbagai masalah mengejutkan yang malas saya ceritakan, cukup diingat dan buat pelajaran saja), saya tiba di jatinangor jam 02.00 dini hari berikutnya. Selama perjalanan malam itu tentu saya kedinginan dan merasa lapar, tapi karena masalah-masalah yang beruntut dan tidak terduga, rasa lapar dikalahkan oleh rasa malas (dan bete, hehe). Tiba di kosan malah santai2 sampai pagi, dilanjutkan dengan beres2 kamar yang udah sebulan ditinggal. Tengah hari kerjaan saya beres dan setelah perut meronta-ronta plus badan gemeteran, barulah saya beli makan. Alhamdulilah perut kenyang hati senang. Sore sekitar jam 05.00, tiba2 saya merasa mual, sangat mual, eh nggak, bahkan terlaluuu mual tak tertahankan. Teman menyarankan saya untuk memuntahkan isi perut supaya nggak mual lagi, dan saya lakukan saran itu. Apa lacur penyakit memang, setelah muntah pertama, mualnya sama sekali nggak berkurang, bahkan bertambah. Karena merasa kemungkinan besar saya terserang masuk angin, saya minta tolak angin ke teman. Sayangnya pada akhirnya itu tolak angin juga nggak bertahan lama di perut. Muntah pertama kemudian beranak pinak, kerjaaan saya semaleman cuma bolak balik kamar mandi hingga lebih dari 10 kali. Saya bener2 mual semaleman. Pada akhirnya saya tergeletak lemas setelah perut saya benar2 kosong, berdiri pun tak mampu lagi.
Sedihnya sakit di kosan, plus sindrom homesick karena baru banget dari rumah.
Besok paginya saya berobat ke UPT Klinik Padjadjaran daaaan disana si pak dokternya sedikit menyebalkan.
Dokter: Jadi apa keluhannya?
Saya: Saya semaleman mual muntah2 dok, sebelumnya saya habis perjalanan jauh, malam, dan nggak makan sampai besoknya
Dokter: Oh, coba kita periksa
selanjutnya saya menjalani pemeriksaan. Setelah selesai dan kembali ke meja konsultasi.
Dokter: Jadi kamu nggak makan dari perjalanan itu sampai besoknya?
Saya: Iya dok
Dokter: Itu namanya cari penyakit *dengan muka lempeng*
Saya: habisnya saya nggak laper dok
Dokter: Iya, tapi seenggaknya kan kamu bisa minum air hangat, kalo kayak gini emang bener cari penyakit *masih dengan muka super lempeng*. Akibatnya lambung kamu yang mesti kerja keras dan ngeradang.
Saya: *speechless*
Akhirnya saya diberi obat untuk lambung dan mual. Alhamdulilah saya sekarang sudah sangat baikan.
Sebenarnya setiap tahun selama kuliah saya selalu mengalami satu kali penyakit kayak begini, gastritis, daaaan penyebabnya masih sama, pola makan yang tiba-tiba berubah (dari di rumah yang makan+tidur sangaaat teratur langsung ke kosan dengan hidup barbar) ditambah telat makan, perfecto!
Tahun lalu paling parah, seusai KKN, karena pola hidup yang berubah saya jadi malas makan, malas keluar mencari makan, malas memasak makanan dan saya merasa nggak lapar (ternyata lambung saya lapar), jadilah ketika makan, saya malah mual dan nggak bisa menelan apa pun, bahkan air minum pun enggak. Saya hampir nggak bisa beranjak dari tempat tidur. Tahun lalu saya berjanji (eh 2 tahun lalu juga, eh 3 tahun lalu juga) untuk mengatur pola makan saya dan nggak lagi males makan musiman, tapi tiap tahun juga janji itu saya langgar.
Saya kalo lagi sadar akan makan 3 kali sehari, tapi kalo lagi nggak sadar bisa maleeeees banget makan nasi dan nggak laper, karena itulah saya biasanya selalu menyiapkan cemilan di kosan. Buat jaga-jaga kalo lupa makan seenggaknya ada cemilan isi perut saya.
Tahun lalu, dokter yang ngobatin saya sampe ngasih saya catatan tentang gaya hidup saya yang harus diubah. sampe sekarang masih disimpan. Intinya makan teratur, tidur tepat waktu dan olahraga (bukan sekedar aktivitas fisik).
Anak kosan kebanyakan meremehkan kesehatan. Makan semaunya, begadang tiap malam, dan malas olahraga, udah mah gaya hidup begitu masih merasa sehat. Saya juga seringkali begitu. Mungkin kita nggak merasa lapar tapi lambung kita terus kerja dan perlu diisi. mungkin kita nggak merasa ngantuk tapi otak kita juga butuh istirahat, dan mugkin walaupun nggak olahraga kita merasa tetap bisa hidup tapi memang benar dengan olahraga kualitas hidup kita lebih baik (I've felt it).
Ah, saya kapok dengan peradangan lambung. Saya nggak mau lagi sakit begitu. Saya akan berusaha menjalankan 3 pesan dokter baik hati tahun lalu itu, saya juga nggak mau cari penyakit, nggak mau ngerepotin orang lain, semangaaaat hidup sehaaaat :)

"Beruntunglah kamu yang merasakan sakit karena saat sakitlah kamu akan mengingat rasanya sehat, dan semoga kamu jadi bersyukur karena-nya" (quote Pak Hartono, guru agama kelas XI dulu)

Thursday, August 19, 2010

Home Sweet Home

lega sudah menyimpan tiket pulang, dapet promo lagi :D

Home is the one place in all this world where hearts are sure of each other. It is the place of confidence. It is the place where we tear off that mask of guarded and suspicious coldness which the world forces us to wear in self-defense, and where we pour out the unreserved communications of full and confiding hearts. It is the spot where expressions of tenderness gush out without any sensation of awkwardness and without any dread of ridicule. ~Frederick W. Robertson
Home is not where you live but where they understand you. ~Christian Morgenstern

And yes, I'll be home soon, tadaimaaaaa :')

Tuesday, August 17, 2010

Merdeka dengan Bersyukur

Hola, Merdeka!
Selamat ulang tahun buat negara tercinta, Indonesia.
Banyak yang merasa belum merdeka, merasa masih kurang ini itu.. Alhamdulilah, terimakasih saya merasa sangat merdeka, setelah membaca Totto Chan and Children, saya bersyukur, pemandangan di sekitar saya adalah orang-orang yang biarpun dengan perjuangan yang berbeda-beda namun masih bisa setidaknya menghirup udara segar dan mendapatkan air bersih. Merasa belum merdeka bisa jadi akan membuat saya kurang bersyukur nantinya, karena itu saya memilih untuk merasa merdeka. Banyak orang hidup di bawah garis kemiskinan di negara ini, hey! tapi meskipun mereka miskin mereka masih punya alternatif, mereka punya pilihan, pulang ke desa, sebarkan benih tanaman pangan di tanah, dan mereka setidaknya punya persediaan bahan makanan, tapi di Afrika sana, jangankan bercocok tanam, bahkan mereka sudah tidak punya air, yang ada hanya tanah retak yang kering dan nggak akan bisa ditumbuhi tanaman apa pun.
Ya! Oke, saya memilih untuk bersyukur dan berhenti menuntut banyak pada pemerintah. menuntut buat saya hanya membuat mental saya rusak, terlalu mencari-cari kesalahan tanpa belajar dan mempersiapkan diri untuk memberikan kontribusi nyata. jika merasa kecewa dengan pemerintah saat ini, Wake Up! belajar! nggak lama lagi akan tiba waktunya kita akan menggantikan mereka-mereka yang memimpin saat ini.
Sekali lagi di 65 tahun Indonesia merdeka saya memilih untuk bersyukur, saya tidak pantas menuntut terlampau banyak setelah apa yang saya dapatkan saat ini. I dont give a damn about politics, I dont care who's rich and why there are people who called 'poor'. Entah mengapa saya berpikir bahwa kita termakan oleh konstruk bahwa yang kaya adalah yang punya banyak uang, yang miskin adalah yang kurang uang, dan yang kaya adalah orang yang bahagia sedangkan yang nggak punya uang adalah orang yang menyedihkan. Televisi telah membodohi penontonnya melalui tayangan seperti 'jika kamu menjadi' dan tayangan-tayangan sejenis yang mengeksplor (seolah) penderitaan orang-orang yang hanya memiliki sedikit uang. Di satu episode ditayangkan satu keluarga petani yang tinggal di pedalaman dengan rumah dari bilik bambu, kemudian muncullah tokoh utama seorang mahasiswa kota yang akan diuji untuk tinggal disana (what the hell? so what dengan keadaan mereka?). Adegan selanjutnya bisa ditebak, si tokoh utama dengan muka sedih penuh air mata menyatakan perasaan sedihnya melihat keluarga petani yang tidak tidur di spring bed, yang masih memasak dengan kayu (tidak lupa pula iringan musik-musik menyedihkan), oke saya akan langsung tutup mata. Mematikan TV adalah pilihan bijak ketimbang saya pusing karena tensi darah saya naik. Maaf bapak ibu produser, saya nggak suka menonton acara seperti itu. Acara-acara itulah yang membuat teman-teman saya di kampung mengasihani diri mereka sendiri, merasa bahwa hidup seperti yang mereka jalani adalah hidup yang menyedihkan, membuat mereka menjadi kurang bersyukur. Saya dibesarkan di daerah, bukan di kota, saya banyak menemukan orang-orang yang tinggal di rumah-rumah bilik, tapi mereka sangat jauh dari yang digambarkan di TV, mereka adalah orang yang bahagia dengan hidup mereka, mereka sangat bersyukur tiap kali bangun pagi, masih bisa memetik sayuran di kebun, memasak dengan kayu, kemudian bersantai di teras rumah yang kebanyakan beralaskan tanah, ya semua mereka sangat bersyukur dengan kehidupan seperti itu, sampai kemudian TV mengkostruk ulang pemikiran mereka, mulailah mereka berlomba (seolah) memperbaiki hudup mereka. Mereka yang mampu akan dengan mudah melanjutkan hidup, yang nggak mampu, akan sulit menemukan apa itu kebahagiaan yang seharusnya, mulailah merebak cara-cara miring untuk menjadikan hidup mereka seperti yang didoktrin TV, urbanisasi terjadi besar-besaran, pengangguran di kota meningkat., kriminalitas juga meninggi, hidup menjadi tidak lagi seimbang.
Hh.. hampir 22 tahun hidup, saya sudah melalui fase-fase dimana saya bahagia dengan kehidupan desa (yang dianggap hidup susah saat ini), hingga bahagia dengan kehidupan kota yang ramai. Setiap orang punya cara masing-masing untuk merasa bahagia tanpa perlu memaksakan cara kita kepada orang lain, dan bukankah kita semua ingin hidup bahagia?
Aduh, saya bingung kenapa saya jadi menulis absurd begini, tapi yasudahlah.
Memimpikan apa yang tidak kita miliki memang baik, tetapi akan lebih baik jika kita mensyukuri apa yang sudah kita dapatkan.
Ah, sudah 65 tahun kita merdeka, terimkasih buat para pahlawan atas jasa mereka, semoga kita selalu manjadi orang yang giat dan bersyukur, amiin..
anw, saya keingetan setahun lalu upacara bendera di Pantai Santolo, ah kangennya :)

Saturday, August 14, 2010

MOVE ALONG

Move Along-The All Merican rejects


"Go ahead as you waste your days with thinking
When you fall everyone stands"

"when all you got to keep is strong
Move along, move along like I know you do
And even when your hope is gone
Move along, move along just to make it through"

"When everything is wrong we move along"

*a song to remind myself that at last everything doesnt suck because I still have a long way move along

Sunday, August 8, 2010

Buzzer Beat

I love this dorama (Japanese drama series).
“Kamiya Naoki is a young player from a professional basketball team. But due to his relatively smaller size and his tendency to crack under pressure, he is unable to show his true skills on the court. Meanwhile, Shirakawa Riko is a cheerful, strong-spirited music college graduate aiming to become a professional violinist. One day, Riko finds Naoki’s lost cell phone on a bus, and their meeting begins a friendship that eventually turns into love. However, Naoki was already considering marriage with his current girlfriend. And it doesn’t help matters that Naoki’s coach has fallen in love at first sight with Riko!." (source: drama wiki)
This isnt a 'menye-menye' dorama. Buzzer Beat is nice dorama basically told about sport (basketball). I've watched it so manytimes that I couldnt remember. I've learned manythings about love and life from this dorama.
I love the "taptap" sound heard from the step of Naoki while playing basketball, and I'm also so damn in love with Riko while she plays the violin, I loveee all the tones she played.
This is one of it, listen.. this is pretty and warm >
Well, and I'm kinda touched by this screenshot ;)

Wednesday, August 4, 2010

August Rush

Hola! It's August, iyaa agustus..
apa yang sedang anda pikirkan? kalo yang ada dalam pikiran saya adalah:
*Hal bahwa saya nggak bisa wisuda bulan ini, yaudah sih yaa, ikhlas..
*Bulan ini akan kembali menjadi bulan sibuk, tapi sibuk yang senang, sejak mei lalu saya dan adik saya sibuk mengurusi bimbel dan SNMPTN adik saya, sekarang setelah dia lulus, saya akan kembali berkutat dengan cari kosan, "beli-beli isi kosan, registrasi, dan penerimaan mahasiswa baru" thingy, Fight-Oh!
*Bulan ini resmi sudah saya lepas dari tutorial global governance, karena bulan lalu nilainya udah keluar, semua sudah berusaha, saya sudah berusaha, pengennya semua dapet nilai bagus, untungnya saya nggak punya kapasitas untuk memberi nilai, hehe, dan saya percaya apa pun hasilnya, yang penting adalah proses yang kita lewatin sama-sama, maafkan salah-salah saya selama tutorial Tuhan.. *jadi kangen tutorial :')
*HOME, udah ngak sabaaaar mau pulang kampung, kangen rumah, setahun nggak pulang rasanya kayak seabad.. udah banyaaak banget cerita numpuk, nggak sabar ketemu Ibu, Bapak, nggak sabar menghabiskan hari sama adek kedua (yang pertama bentar lagi juga ketemu :D), nonton spongebob sama ipin&upin bareng, makan masakan percobaan adek (yang aneh tapi enak, kangen ziarah ke makam adek bungsu, I dont know why, visiting you there makes me feel so comfort, feels like you're really mine, really ours.. ah how sometimes I wish you were there, flocking with us, little brother :). Rumah juga mengingatkan saya akan kumir, anjing-anjing yang selalu ada sejak saja kelas 5 SD, biarpun berganti dan berapapun jumlahnya, tetapi semua akan selalu bernama kumir. Ketika saya pulang nanti, saya nggak akan melihat kumir tua saya, yang sudah menemani saya sejak SMP, yang dulu dipuji-puji teman SMP saya karena lucu, yang sudah hafal dengan teman-teman saya dan tidak akan menggonggong ketika mereka datang, yaa.. kumir sudah mati beberapa bulan lalu, dia sudah cukup tua, sudah cukup lama bersama kami, terakhir bertemu badannya sudah ringkih. Bahkan vaksin tidak bisa menyembuhkan penyakit tuanya, rambut-rambutnya mulai rontok. Ah, nanti nggak ada lagi kumir yang mengejar-ngejar ketika saya pulang. Saya akan berkenalan lagi dengan kumir baru. Rumah juga mengingatkan saya dengan sepupu-sepupu dan ponakan-ponakan kecil saya yang jumlahnya tidak terhitung (haha, saya adalah cucu tertua di keluarga bapak :D), saya sudah tidak sabar denger suara cempreng mereka "mbaa wiit, mbaa wiiit" belum lagi ponakan-ponakan "cik wiit cicik cicik wiwit" (dalam bahasa daerah saya cicik=bibi), kalo kami sudah berkumpul, orang-orang tua tinggal mengelus dada melihat keributan yang kami buat, main "smekdon" kalo kata mereka, haha, benar-benar korban televisi. Di rumah juga saya bisa ke Suban (tempat wisata pemandian air panas) kapan saja, lalu mampir ke rumah uwa saya dan gratis mancing sepuasnya, di terik panasnya siang, saya duduk di bangku bambu di bawah pohon rindang, subhanallah.. Dan hey, kalo pulang ke rumah, saya akan merasakan servis "all you can eat", berhubung setahun nggak pulang, pasti akan sering ditanyain "mau makan apa?", dan plok! langsung ada di depan mata, dan siap-siap saja menggmbul :D. Ah bicara rumah memang tidak ada habisnya, saya selalu ingin waktu berhenti ketika di rumah. saat terberat adalah ketika saya harus kembali ke Jatinangor, saya merasa harus bangun dari mimpi indah, ahh... kampung halaman kita akan selalu lebih indah dari kampung halaman tetangga ;).
Pikiran saya jadi kemana-mana, udah nggak konsentrasi nulis, jadi sebelum makin aneh, saya sudahi saja..
Have an august rush fellas :D

Tuesday, August 3, 2010

Redenominasi Rupiah???

Ceritanya begini, beberapa hari yang lalu, saya menginap di rumah sepupu saya di Bogor. Paginya, saya berangkat bareng ke Jakarta Kota, mas saya ini bekerja di Kementrian Perdagangan, sedangkan saya menuju Kementrian Luar Negeri untuk mencari bahan skripsi. Di mobil, sepanjang jalan Bogor-Jakarta kami mengobrol banyak, kebanyakan masalah ekonomi (yaiyalah si mas orang ekonomi :D). Salah satu obrolan yang saya ingat adalah tentang wacana penggantian nilai mata uang, nggak dikurangin nilainya, hanya diganti, misal uang Rp.1000,- menjadi Rp.1,-. Tadi malam saya iseng mendengarkan radio sebelum tidur, seperti biasa di jam segitu radio yang masih asik adalah radio elshinta, radio berita. Ternyata sedang ada diskusi mengenai Redenominasi rupiah, seperti yang saya obrolkan bersama mas saya. Yang menjadi narasumber adalah seorang pakar dari Bank Indonesia. Perbincangan mereka sangat menarik, apalagi ada beberapa pakar dari Universitas yang ikut menelepon dan menyumbangkan gagasan.
Tidak hanya itu, pagi ini di halaman beranda Yahoo! juga ada berita mengenai redenominasi Rupiah, dan maafkan saya Tuhan, saya kok sampai saat ini nggak mendukung ide redenominasi ini. Saya agak gimana gitu kalo hanya untuk alasan agar keuangan lebih efisien dan perbankan lebih simpel, kita mesti ganti nilai mata uang. Menurut saya nggak akan mudah mensosialisasikan redenominasi ini ke semua masyarakat (mengingat tingkat pendidikan dan ekonomi yang berbeda-beda). Oke sosialisasi pemilu bisa sampai ke pelosok-pelosok, itu menurut saya karena masyarakat hanya diminta mencontreng saja (sosialisasi begini aja dananya ajegile), berbeda dengan kasus redenominasi, karena berhubungan dengan UANG, hal yang sangat sensitif. Masyarakat yang panik dan nggak paham (terutama pengusaha-pengusaha kecil), akan melarikan uangnya ke Dolar yang dijamin AS nilaiya akan tetap. Kalau sudah begini nilai rupiah akan jatuh lagi. Ya, sosialisasi butuh waktu, dan menurut saya butuh waktu 100 tahun untuk redenominasi rupiah (pesimis :D). Seorang pakar menyatakan selama ini Bank Indonesia lemah dalam hal sosialisasi, jadi terlalu berbahaya dan bisa berbuntut pada kekacauan ekonomi (analisa pengamat amatir).
Masyarakat sudah nyaman dengan sistem yang sekarang. kenapa harus diganti kalau toh nilainya sama? kalo memang ingin efisien, apa dengan digantinya nominal, lantas berubah? saya nangkepnya kalo 1000 rupiah=1 lembar uang kertas, sama aja kan kalo 1 rupiah=satu lembar uang kertas? cuma hemat di tinta penulisan 1000 diganti 1. terus kalo keuangan lebih simpel, lah selama ini bukannya urusan penghitungan-penghitungan sudah tidak manual, sudah terkomputerisasi, jadi nggak ada bedanya menghitung uang 100.000.000 dengan 10.000.
Ah entahlah, kenapa saya sendi dengan ide ini... Saya membayangkan dana sosialisasi yang super itu dialihkan ke dana pendidikan saja, hal yang jauh lebih krusial untuk segera direalisasikan.
Ah lagi, entahlah ya, sampai saat ini saya juga masih kabur dengan redenominasi ini, semoga saya segera mendapat pencerahan mengenai keuntungan-keuntungan redenominasi, karena, mereka yang mencetuskan ide ini tentulah pakar-pakar yang brilian, sedangkan saya hanyalah mahasiswa (masuk) semester sembilan yang belum selesai skripsinya (curcol). Kalo ada salah-salah info, maafkan saya ya Tuhan, saya masih belajar.
Baiklah, saya akan kembali memantau update informasi tentang redenominasi rupiah ini dari semua media yang memungkinkan..
Have a nica day amigos :)

Sunday, August 1, 2010

...

The moment I hate the most is when I have to be back to the 'REALITY', while I have been enjoying a bling new world and I have been really into a situation...
Sometime I wish I could stop the time and stay the same ;)
FIGHT-OH!

Wednesday, July 28, 2010

She'll Surely Get The Miracle

I saw her today. She was not like the girl I used to see.
I've heard that she's not well these days, so when my friend, Gilang asked me to visit her, I agreed. She's not in her dorm, nor in her home. She's in 'Rumah Sakit Hasan Sadikin'. Me, Gilang, and Nita, a friend too, asked the information centre about where she's exactly. They told us to go to the ICU room. We went to the second floor, looking for ICU room, then find her name in front of a room. The officer told us to wear the coat they provide. The blue coat was just like something I used to see in many movies. I couldnt explain how's my feeling while fixing my body in it.
I saw her. She was laying on the sixth bed. Honestly I was afraid of seeing her. I was afraid that I couldnt stop my tears falling.
There she was... she has been coma for 19 days. I couldnt stand it, she was so pity. I asked a doctor about her case, but I dont get any clear information, they only said that there was viruses in her brain. she was not coma actually, but the medical team made her coma to make her comfort. She'll get convulsion if she's in concsious condition.
I dont like hospital and everything related to it. Today I was in and saw her. Once again, I never imagine that could be happen to her. She was sleeping with the hose around her neck. and infusions on her hands. she was breathing with the ventilator help. God, I thought that those just happen in movies but today, I found it in my real life, and the one who's struggling is her.
I asked the doctor, when will she be back. Then the doctor smile and said, no one knows.
After 30 minutes since I stood near her bed, her brothers and sisters came in. They brought a 'tumpeng'. Apparantly, today was her 22 birthday. Her older sister came near her, held her hands tight, and saying something to her. She's still silent, no response... I couldnt hear what the older sister said but, I guess it was a birthday wishes. I bit my lips hardly, I held it tight. I must not cry there (I was commited). The older sister cried, took the tissue and wiped her tears. Today, in her 22 birthday, she was coma, no one knows about what next to happen but God.
My lips was hurt. I thought I couldnt stay there any longer. Before we went out, her brothers and sisters said, "thankyou for coming, please pray for our little sister, please forgive her mistakes".
God, what was that? I turned around and went crying outside the room.
Well, she's my senior high school friend, We've never been so close, but God, please give her the best.. Amiin..

Monday, July 26, 2010

Bosnia & Herzegovina

Di tahun 1994 hingga 1995, saya setiap malam duduk manis di depan televisi, menemani bapak menonton dunia dalam berita. Ketika itu saya tidak begitu mengerti apa yang diberitakan, hanya yang masih berbekas di ingatan saya adalah bahwa berita itu adalah tentang Sarajevo (nama yang sering disebut-sebut oleh bapak). Enambelas tahun kemudian, saat ini, saya sedang mengerjakan skripsi terkait peristiwa yang sama, Perang Bosnia. Saya baru menyadari belakangan ini mengapa waktu itu televisi gencar sekali menyiarkannya. Semakin banyak membaca mengenai perang ini, saya semakin sesak nafas saja. Perang yang tidak seharusnya terjadi, yang sangat disayangkan.
Sebelum perang berkecamuk, Yugoslavia dengan smeua negara bagiannya hidup rukun dan damai, apalagi di bawah pemerintahan Presiden Tito. Yugoslavia meski dihuni oleh etnis-etnis yang sangat berbeda, tetap bisa hidup damai. ketika Yugoslavia pecah, 1992, Bosnia Herzegovina memerdekakan diri. Mulailah berkecamuk perang antara kelompok etnis serbia yang menolak kemerdekaan dan etnis kroasia yang pro.
Percayalah kawan, kalau kau baca sejarah-sejarah perang ini, tidak akan ada sumber yang menyatakan sejarah perang ini dengan sama. Perang ini begitu kompleks, antara nasionalisme berlebihan, kebencian antar etnis, genosida dan berbagai asumsi lain. Tidak ada satu sumber pun yang dipastikan menulis dengan benar kronologis perang (itulah kenapa saya hampir gila dengan skripsi saya).
Dan inti dari perang-perang ini adalah "ethnic cleansing" yang sangat terkutuk. Krisis pemimpin terjadi di Yugoslavia pasca meninggalnya Presiden Tito, nggak ada yang memiliki kharisma seperti ketika beliau memimpin negara denga perbedaan etnis kompleks.
Paling parah adalah ketika pemerintahan Slobodan Milosevic. Milosevic mendukung tertara serbia untuk memerdekakan diri di wilayah Bosnia Herzegovina. Tidak hanya itu, Milosevikc juga mempopulerkan pembersihan etnis, yaitu etnis lain selain serbia dinyatakan pantas untuk disweeping, dibunuh, disiksa, dan tidak perlu dibiarkan ada di dunia. Saya ngeri membaca semua berita tentang itu. Saya lahir dan besar di tempat damai. Saya tau ada perang, televisi memberitakan banyak hal tentang itu, tapi ternyata saya tidak tau apa-apa tentang perang. Saya berdoa untuk orang-orang korban perang, tetapi saya tidak pernah benar-benar menghargai kemudahan yang saya dapatkan selama ini (ampuni saya Tuhan).
Di bosnia, enambelas tahun lalu, di jalan menuju Sarajevo (ibukotanya), kamu akan bisa menemukan hamparan luar bunga-bunga. Tidak, jangan tertipu, ada sepuluh juta ranjau darat di bawah bunga-bunga itu. Harga satu buah ranjau darat adalah 3 USD, tetapi untuk mengamankan satu ranjau itu dibutuhkan 300-1000 USD (gilak nggak?). Oke disekitar ranjau itu ada bacaan "awas ranjau!" "dilarang keras melintas, ada ranjau!", tapi nggak semua orang bisa baca. Pada kenyataannya banyak anak-anak dan orang tua yang tewas terkena ranjau. Di sarajevo, pada tahun 1994, banyak terjadi pengeboman oleh Serbia di tempat-tempat umum, di pasar, di jalan-jalan yang banyak dilalui orang, hingga di rumah-rumah. banyak orang mati sekaligus (inilah tujuan pembunuhan secara sistematis). Rumah-rumah dengan ratusan lubang akibat peluru tidak lagi berpenghuni karena ribuan orang telah menjadi pengungsi. Serbia juga menggunakan penembak jitu, kemanapun berlari akan tertembak dan mati.
Berdasarkan survey UNICEF 1993, ada 97% anak di Sarajevo pernah mengalami langsung serangan granat, 29 % merasakan kesediha nmendalam, 20% mengalami mimpi buruk dengan teratur, 55% anak pernah ditembak oleh penembak jitu, dan 66% anak-anak pernah mendapati diri mereka dalam keadaan dimana mereka pikir mereka akan mati. *menghela nafas dengan sangat berat*. Dalam perang, anak-anak adalah korban yang paling menyedihkan. Seorang duta kemanusiaan PBB, Tetsuko Kuroyanagi, bercerita dalam bukunya, Totto Chan and Children, bahwa ketika kunjungannya, anak-anak di Sarajevo diminta menggambar. Pikirkan apa sih yang digambar anak kecil pada umumnya? boneka? bunga? gunung? yah seharusnya mereka menggambar hal-hal lazim seperti itu, tetapi perang berkepanjangan membuat mereka menggambar bom, tank, dan dinamit. Mereka nggak berkesempatan menonton teletubbies seperti adik-adik kita, tidak bisa menonton doraemon seperti kita, mereka hidup di bawah ancaman, ketakutan, dan trauma karena perang. Mental mereka terluka.
Yang paling saya benci dari sejarah Perang Bosnia adalah cerita tentang kepolosan anak-anak yang dimanfaatkan untuk membunuh. Ketika perang berkecamuk, orang-orang mengungsi dari rumah. Ketika suasana agak mereda, mereka kembali ke rumah. Anak-anak senang sekali melihat boneka mereka amsih tergeletak di lantai, ketika mereka memeluk boneka itu, boneka itu meledak. Ketika anak-anak melihat tali tergantung dipohon, mereka penasaran dan berusaha menariknya, terjadi ledakan. Itu semua adalah jebakan!. Demi kelacaran perang, orang-orang mempelajari psikologi anak untuk membunuh, gila!.
Ah, beberapa bulan lalu, sekitar 16 tahun sejak kejadian itu, saya sedang berjuang, perjuangan kecil yang sangat tidak sebanding dengan perjuangan orang-orang pada Perang Bosnia. Saya tidak lagi menonton berita mengenai Sarajevo bersama bapak. Saya sendirian, berjuang meneliti hal terkait dengan Bosnia dan herzegovina. Ah betapa hidup ini penuh dengan benang merah.
Sejujurnya saya ngeri. Kita, Indonesia terdiri dari berbagai etnis, dan kita memiliki potensi sangat besar untuk pecah, tetapi semoga kita semua masih cukup waras (ide perang itu datang dari orang yang akalnya sudah terganggu) untuk tidak melakukan kekerasan terhadap kemanusiaan. Kita semua punya hak yang sama untuk hidup. Kalau kita ingin hidup, jangan pernah berpikiran untuk mematikan orang lain, karena orang lain juga punya keinginan yang sama seperti kita.
Semakin banyak kita belajar, semoga kita makin bisa menghargai hidup dan apa yang ada di sekita kita..
have a nice day!

Friday, July 23, 2010

Liar

I'm just thinking about LIARS (wow! it's written big:D), or people who lie and I'm just realizing that I really hate liar. I hate the time even when they lie to anyone not me, because it's possible that someday they could lie to me. Once they lie, I cant' purely trust them, because a lie is forever a lie, even if one day, they finally tell the truths, a lie is still a lie no matter how you make it up.. :)
Wishing a great weekend for everyone!

Monday, July 19, 2010

Hello Future!

Step away from the Facebook, the Myspace, the Twitter, the Google, or any other mechanism you might be using to track his every move. In fact, delete him from your social networking circle all together – at least for the time being. You cannot move on from someone by staying glued to your computer screen for fear he might be moving on from you. Let go. Breathe. When you’re feeling tempted to call him, call a friend instead. When you’re feeling tempted to drive by his house to see if he’s home (Yes, we’ve all been there. And if you say you haven’t, remember that Denial ain’t just a river in Egypt), drive to Starbucks or the gym or the bookstore instead. (Mandy Hale)

I've done it, and I'm so grateful that I have good friends in real world, good friends to talk to face to face, good friends to hold, to hug, to touch, to rely on, good friends for my bad, my good, my luck, my hoodoo, my everything. We went to the cinema, laughed at something, ate extraordinary meals together, hanging out all night long, sharing the same books, etc..
Well these two months are my busy but happy time. I've experienced manythings. I love my friends more. I appreciate people more. And I believe more that my life is the most precious gift ever given to me. And I'm pretty sure that, there is a plan from God, the plan we even couldnt ever think.. no matter how I feel now and no matter what happen to me.
Let go of the ghosts from your past & say hello to your future!
Have a well-done weekdays amigos :)

Saturday, July 17, 2010

Kucing Anggora Tetangga


Mukyaaa *saya lagi demam nodame ;)
Hola amigos, pagi ini saya bangun dengan badan pegal2 karena semalaman main sama kucing anggora tetangga, lucu banget kucingnya. Oh well, saya nggak suka kucing, di rumah, si mipuss *kucing adek saya* aja saya cuekin. Saya nggak suka kalo bulunya mulai rontok di kursi, di karpet, dan di tempat-tempat lain.
Tadi malam, saya benar-benar sendirian di lantai 2 kosan. Ketika saya keluar kamar mau buang sampah, saya hampir lompat kaget, ada yang ngelus-ngelus kaki saya, dan ternyata itu kucing! saya udah hampir kesel aja, biasanya kalo ada kucing di kosan adalah kucing yang suka bongkar-bongkar tempat sampah, eh ternyata yang ini kucingnya lucu, saya terenyuh liat matanya, huaa.. saya yang biasanya males megang kucing langsung megang kucing itu, bulunya panjang banget, kucing anggora ternyata, pantesan cantik. Dan sukseslah saya main-main berjam-jam sama itu kucing, dia berkali-kali hampir masuk ke kamar saya, tapi langsung saya tutup pintunya, jadi kayak main kucing-kucingan *lah emang dia kucing*.
Hampir jam sebelas ketika saya udah bener-bener capek. Saya ucapkan sampai jumpa pada kucing anggora hitam putih itu dan masuk kamar. Tidak lama saya mengintip, ah dia masih di depan pintu, baiklah, saya ajak main-main sebentar, kemudian saya sudah mencapai limit ngantuk, dengan berat hati saya tinggal si kucing. Nggak lama datanglah yang punya kucing dan membawa si kucing kembali ke rumahnya di lantai 1. Semoga kita masih bisa bertemu kuciing :)
Happy sunday!!!

Friday, July 16, 2010

Congratulation

Congratulation for my dear sister.. Wida Williannita..
Ade saya diterima di Universitas Pendidikan Indonesia, Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Prodi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Saya pengen loncat-loncat ketika mengecek ke website SNMPTN, awalnya masih ragu-ragu, saya trauma pengalaman tahun lalu, nangis-nangis ketika ade saya nggak lulus. Memang bukan saya yang ikut tes, tapi nyesek rasanya waktu itu. Ade saya setahun belakangan kuliah D1 komputer dan memang berencana ikut SNMPTN lagi, ketika sekitar dua bulan yang lalu dia datang ke Bandung dan mengikuti bimbingan belajar, saya sesungguhnya takut, takut dengan kemungkinan kejadian tahun lalu terulang. Sekarang saya bisa berucap syukur, Alhamdulillah..
walaupun sempat terjadi cekcok dikit atas jurusan yang dia pilih (saya akan tetap mendukung), meskipun menurut orang-orang, dan bahkan bapak, jurusan itu kurang bergengsi, buat saya menjadi guru apa pun akan tetap berpredikat mulia, hehe..
Terimakasih ya Allah, terimakasih untuk kelegaan ini :)
I'm welcoming more busy days related to this :D

Sunday, July 11, 2010

Everybody Left Africa

Final yang mengharu-biru
Hola Amigos *diucapkan dengan sepenuh hati setelah espana juara 1 World Cup 2010 :D
saya baru saja menangis haru, seperti biasa, saya tersentuh melihat kegembiraan spanyol yang berhasil mengalahkan belanda dalam final WC 2010. Dan saya juga sangat sedih melihat muka-muka timnas belanda yang berkaca-kaca, selangkah hampir menjadi juara. kalo saya pengennya dua-duanya jadi juara 1 (kalo bisa empat sama meksiko dan brazil), tapi apa daya, dalam WC, hanya ada satu negara yang jadi juara 1, and I can humbly say that SPAIN DESERVED IT!
Babak pertama final, saya beberapa kali ketiduran semenit dua menit, sumpah saya bosan dan kesal, masa baru di menit 20an udah 4 kartu kuning aja keluar. babak kedua ada yang dadanya ketendang lah, gimana saya nggak kesel nontonnya, ini saya lagi nonton bola apa kungfu sih.. Kalo cerita sama teman laki-laki, pasti mereka bilang biasa aja main bola kayak begitu, tapi harap maklum, saya kan cewek, jadi memiliki pandangan yang berbeda tentang permainan-permainan bola di WC, dan hm.. saya cenderung menjadi sedih ketika pemain kulit berwarna yang kalah (misal:negara-negara afrika). Entah mengapa saya merasa kasihan, mereka mengalami diskriminasi selama sejarah panjang mereka, masa, sekarang pun, dalam sepak bola mereka harus dikalahkan oleh orang kulit putih, ah kata teman saya sungguh aneh saya ini, tapi begitulah, tidak usah dipikirkan. Pemikiran ini muncul karena saya terlalu banyak membaca sejarah Afrika :D
45 menit kedua juga masih terasa membosankan, 3 menit tambahan, masih saja 0-0, permainan baru seru saat 2x15 menit babak tambahan. Pada akhirnya Spanyol menang diselamatkan oleh gol Iniesta.
Ada lagi yang membuat saya terharu bercucuran air mata (ini bener-bener nangis dari hati). Les spanyol saya udah lewat level 3, tapi tadi waktu coach spanyol dan Iniesta di wawancarai pake bahasa spanyol, saya cuma nangkep, "felicidado, fantastico, muy muy clara, todos, para mi, familia" dan kata-kata simpel lainnya *mampuslah..
saya seperti dilempar bola, dicambuk untuk harus lebih banyak mengulang pelajaran..
Dari awal WC kali ini,tim jagoan saya adalah Brazil, tetapi saya juga mendukung Meksiko (dan negara-negara lain yang saya sukai permainannya).
inilah 3 bintang WC 2010 versi saya (yang nggak terima, yaudah sih, namanya juga versi saya :p)

Ricardo Kaka, tentu saja ini juara 1, saya suka kaka sejak pertama di Milan, waktu itu saya kelas 1 SMA, kaka baru pindah ke Milan dari Sao Paulo, kesan pertama, dia tampan, ah nggak cukup tampan saja... kesan kedua, mainnya juga bagus! belum lagi plus pribadinya yang bagus juga, saya memang nggak kenal dia, tapi seenggaknya media bilang begitu. Biarpun Brazil kalah, nggak apa, di WC 2014, kaka akan sudah berusia 32 tahun, tapi mudah-mudahan masih bisa bertemu, jujur saja di WC kali ini kurang puas melihat performance kaka, pasca kartu merah apalagi, hati saya hancur saat kaka dikasih kartu merah *alay

yang berkostum hitam kuning adalah Iker Casillas, penjaga gawang spanyol. Saya baru benar-benar memperhatikan casillas dalam final WC barusan. saya nggak ngerti bola, tapi saya suka permainannya, casillas selalu berhasil menahan bola. Dan yang membuat saya terharu adalah gayanya itu, dilihat dari cara dia bersikap setelah Iniesta menyumbangkan gol dan spanyol menang, casillas nangis, saya jadi ikutan nangis. Ah.. senang sekali sepertinya.

Beikutnya yang berkostum hijau hitam adalah Dos Santos, Pemain depan meksiko. Menurut saya dia adalah pemain yang bagus, usianya baru 21 tahun. Di WC 2014, dos santos baru akan berusia 25 tahun. Dia masih sangat muda, masih punya banyak waktu untuk jadi bintang, you go dos santos!

Goodbye Africa
Berakhir sudah WC, rasanya baru sebentar, saya belum puas, masih ingin menonton beberapa pertandingan antar negara lagi, dan masih ingin mendengar nama Afrika disebut-sebut. Before this world event, count who care of Africa?
Diskriminasi memang sudah berakhir (seharusnya), namun sebagian besar negara-negara Afrika terkenal dengan kemiskinan dan ketertinggalannya (South Africa is one of the exception). Negara yang dipenuhi gurun dengan cuaca ekstrim, alam yang banyak rusak karena perang saudara puluhan tahun sehingga tidak produktif lagi. Ah, bisakah saya nge-blog di Ethiopia sana.. atau bisakah saya menanam singkong di Sudan. Kadang saya berpikir, bagaimana perasaan orang-orang Afrika melihat kita, saya, kamu, yang keadaannya jauh berbeda dengan mereka, ah tapi sudahlah, saya juga, semakin memikirkan ini, semakin tidak mendapatkan jawaban yang berarti.
Terimakasih Afrika, untuk menjadi tuan rumah, untuk pertama kalinya membuktikan pada dunia bahwa kalian bisa.. saya akan merindukan suara vuvuzuela (yang sesungguhnya tidak saya sukai selama WC 2010).
Doa saya, semoga semua negara Afrika bisa lekas berkembang dan mendapatkan efek positif dari perhelatan WC ini, dan semoga wajah orang-orang tidak serta merta berpaling dan melupakan Afrika, dan... semoga suatu hari nanti saya bisa menginjakkan kaki di Afrika, amin.. :)
Have a well-done busy weekdays amigos!