Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Tuesday, August 17, 2010

Merdeka dengan Bersyukur

Hola, Merdeka!
Selamat ulang tahun buat negara tercinta, Indonesia.
Banyak yang merasa belum merdeka, merasa masih kurang ini itu.. Alhamdulilah, terimakasih saya merasa sangat merdeka, setelah membaca Totto Chan and Children, saya bersyukur, pemandangan di sekitar saya adalah orang-orang yang biarpun dengan perjuangan yang berbeda-beda namun masih bisa setidaknya menghirup udara segar dan mendapatkan air bersih. Merasa belum merdeka bisa jadi akan membuat saya kurang bersyukur nantinya, karena itu saya memilih untuk merasa merdeka. Banyak orang hidup di bawah garis kemiskinan di negara ini, hey! tapi meskipun mereka miskin mereka masih punya alternatif, mereka punya pilihan, pulang ke desa, sebarkan benih tanaman pangan di tanah, dan mereka setidaknya punya persediaan bahan makanan, tapi di Afrika sana, jangankan bercocok tanam, bahkan mereka sudah tidak punya air, yang ada hanya tanah retak yang kering dan nggak akan bisa ditumbuhi tanaman apa pun.
Ya! Oke, saya memilih untuk bersyukur dan berhenti menuntut banyak pada pemerintah. menuntut buat saya hanya membuat mental saya rusak, terlalu mencari-cari kesalahan tanpa belajar dan mempersiapkan diri untuk memberikan kontribusi nyata. jika merasa kecewa dengan pemerintah saat ini, Wake Up! belajar! nggak lama lagi akan tiba waktunya kita akan menggantikan mereka-mereka yang memimpin saat ini.
Sekali lagi di 65 tahun Indonesia merdeka saya memilih untuk bersyukur, saya tidak pantas menuntut terlampau banyak setelah apa yang saya dapatkan saat ini. I dont give a damn about politics, I dont care who's rich and why there are people who called 'poor'. Entah mengapa saya berpikir bahwa kita termakan oleh konstruk bahwa yang kaya adalah yang punya banyak uang, yang miskin adalah yang kurang uang, dan yang kaya adalah orang yang bahagia sedangkan yang nggak punya uang adalah orang yang menyedihkan. Televisi telah membodohi penontonnya melalui tayangan seperti 'jika kamu menjadi' dan tayangan-tayangan sejenis yang mengeksplor (seolah) penderitaan orang-orang yang hanya memiliki sedikit uang. Di satu episode ditayangkan satu keluarga petani yang tinggal di pedalaman dengan rumah dari bilik bambu, kemudian muncullah tokoh utama seorang mahasiswa kota yang akan diuji untuk tinggal disana (what the hell? so what dengan keadaan mereka?). Adegan selanjutnya bisa ditebak, si tokoh utama dengan muka sedih penuh air mata menyatakan perasaan sedihnya melihat keluarga petani yang tidak tidur di spring bed, yang masih memasak dengan kayu (tidak lupa pula iringan musik-musik menyedihkan), oke saya akan langsung tutup mata. Mematikan TV adalah pilihan bijak ketimbang saya pusing karena tensi darah saya naik. Maaf bapak ibu produser, saya nggak suka menonton acara seperti itu. Acara-acara itulah yang membuat teman-teman saya di kampung mengasihani diri mereka sendiri, merasa bahwa hidup seperti yang mereka jalani adalah hidup yang menyedihkan, membuat mereka menjadi kurang bersyukur. Saya dibesarkan di daerah, bukan di kota, saya banyak menemukan orang-orang yang tinggal di rumah-rumah bilik, tapi mereka sangat jauh dari yang digambarkan di TV, mereka adalah orang yang bahagia dengan hidup mereka, mereka sangat bersyukur tiap kali bangun pagi, masih bisa memetik sayuran di kebun, memasak dengan kayu, kemudian bersantai di teras rumah yang kebanyakan beralaskan tanah, ya semua mereka sangat bersyukur dengan kehidupan seperti itu, sampai kemudian TV mengkostruk ulang pemikiran mereka, mulailah mereka berlomba (seolah) memperbaiki hudup mereka. Mereka yang mampu akan dengan mudah melanjutkan hidup, yang nggak mampu, akan sulit menemukan apa itu kebahagiaan yang seharusnya, mulailah merebak cara-cara miring untuk menjadikan hidup mereka seperti yang didoktrin TV, urbanisasi terjadi besar-besaran, pengangguran di kota meningkat., kriminalitas juga meninggi, hidup menjadi tidak lagi seimbang.
Hh.. hampir 22 tahun hidup, saya sudah melalui fase-fase dimana saya bahagia dengan kehidupan desa (yang dianggap hidup susah saat ini), hingga bahagia dengan kehidupan kota yang ramai. Setiap orang punya cara masing-masing untuk merasa bahagia tanpa perlu memaksakan cara kita kepada orang lain, dan bukankah kita semua ingin hidup bahagia?
Aduh, saya bingung kenapa saya jadi menulis absurd begini, tapi yasudahlah.
Memimpikan apa yang tidak kita miliki memang baik, tetapi akan lebih baik jika kita mensyukuri apa yang sudah kita dapatkan.
Ah, sudah 65 tahun kita merdeka, terimkasih buat para pahlawan atas jasa mereka, semoga kita selalu manjadi orang yang giat dan bersyukur, amiin..
anw, saya keingetan setahun lalu upacara bendera di Pantai Santolo, ah kangennya :)

Wednesday, May 19, 2010

JAKARTA

Hola amigos!
Siapa yang nggak suka Jakarta? ngacung! pasti banyak banget.
kesan orang-orang yang tinggal di Jakarta adalah kebanyakan kesan buruk akan suatu kota yang penuh manusia, sesak, panas, keras, macet, plus copet.. hh.. kebanyakan terkenal yang jelek-jeleknya.
sampai akhir tahun lalu, Jakarta yang saya tau cuma sebatas Jakarta Selatan :p
daerah Lebak Bulus, Bintaro, sampe Blok M yg saya khatam, mau ditinggalin sendiri juga bisa pulang deh ke rumah pakde saya di Pesanggrahan, walopun saya pernah nyasar ke Bintaro Plaza malem2 dan panik sendiri :D
Buat saya Jakarta itu mendebarkan *lebay. Januari kemarin, saya belajar mencicipi kerasnya Ibukota. Di hari pertama mencari kosan di Jakarta, mas saya yang nemenin langsung ngasih wejangan, harus hati2, banyak copet, tas harus dipegang yang kuat, saya cuma iya iya aja, eh belum selesai mas saya ngomong, saya udah ngeliat dengan mata sendiri ada orang yang dicopet di Bajaj. Detik itu juga, saya langsung memutuskan bahwa Jakarta bukan sahabat saya, saya CUPU di Ibukota!
Akhirnya saya tinggal bertiga di sebuah kamar kecil (bukan WC yaa) di Jalan Pejambon II selama Januari 2010. Dari Kosan, saya dan teman2 seperjuangan lain tinggal loncat ke Deplu.
sekarang,
saya rindu Jakarta...
rindu kosan yang sempit, sarapan dan minum teh bareng disiapin sama bunda tiap pagi, keyla, cucu bunda yang cerewet, dan kipas angin yang setiap malam nangkring di kepala saya.
saya rindu Jakarta...
rindu ruangan saya dulu di lantai 4 BPPK-OI Deplu, rindu suasana hangat yang implisit saya rasakan, rindu ibu sri, rindu pak erlangga, rindu mba debbi yang nggak keberatan diberisikin, rindu semua penghuni disana, rindu kertas2, gunting, lem dan kliping2 berita, rindu mesin fotokopi dan naik turun tangga, rindu suara sepatu mas riza setiap kali mengambil air di galon, rindu direktori ordner yang dulu sempat membuat saya mimisan mengarsipkannya, rindu sama semua yang ada di deplu..
saya rindu Jakarta...
rindu dengan peta busway yang saya bawa kemana pun pergi, rindu menentukan rute2 bus transjakarta, rindu mengunjungi tempat2 baru, rindu berdiri susah payah di bus transjakarta...
saya rindu Jakarta, rindu perasaan cemas tiap kali berjalan, perasaan tidak aman, perasaan seolah semua mata mengintai saya yang orang baru, rindu mengingat aturan2 tidak tertulis, memakai tas tidak di sisi jalan, tidak memangku tas di bajaj, tidak membuka dompet di tempat umum, dan rindu menjadi orang 'sotoy' biar nggak ketauan orang baru.
kangen senen dan buku2nya yang bikin saya ngences, yang harganya murah2, yang disana saya bisa ketemu buku2 lamaaaa kesukaan saya (lupus, olga, 5 sekawan, trio detektif, etc etc) dan buku2 penting macam buku latihan TOEFLnya Baron, ahh.. envy Jakarta for having a place like Senen :(
Intinya kangen JAKARTA dan baik buruknyaaaaa..

Jakarta, Kosan, Kayla, Kota Tua, Planetarium, ah, miss all those spots
di kota tua, pengalaman jatuh paling memalukan :p
main2 masih pake baju kerja, melepas stres ampe malem liat ramenya kota tua, ketakutan di stasiun kota, buru2 ke halte transjakarta, turun di halte deplu, diliatin orang2 yang keheranan ngeliat ada yg turun di kantor malem2, pulang kecapean tp seneng..
di depan planetarium
(dipoto sm chika)
sandra dan kayla
kosan yang sempit tapi hangat *panas maksudnya, ngangenin :)

BPPK-OI Kemenlu and all its crushes :)


inilah gedung kantor paling dikangenin sedunia :D
kangen keluar jalan ini lagi setiap sore...
(dipoto sm ica)
berpose berkali2 sm pak erlangga, Our Boss, kangen ruangan pak erlangga yg wangi buah :)
(dipoto sm mba debbi)
Bu Sri, Bu Sri, kangeeen >.< (dipoto sm ica)
kesempatan langka foto di ruangan kerja Bpk.Ali Alatas
(dipoto sm ica)
rapih2 di depan pintu masuk
(dipoto sm ica)

Wednesday, November 18, 2009

Cinta Indonesia nggak?

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/tet/b/be/Linkin_Park_1024_0830.jpg
http://profiles.friendster.com/93220746
Hayoo, gantengan yang mana? sama2 pake anting kan :D

Oke, saya nggak akan ngomongin masalah kualitas musik di sini karena saya sendiri payah dalam bermain musik, interest tapi tanpa usaha, hehe..
Saya akan ngomongin masalah perbedaan pendengar musik barat dan pendengar musik lokal. Dalam hal ini saya memfokuskan pada musik populer yang digemari remaja-remaja seperti kita ini (eh memangnya kita masih remaja ya?).
Katakanlah terdapat dua individu, yang satu sebut saja mawar. Si mawar ini sumpah ya cinta banget produkdalam negeri. Band favoritnya ST 13 (itu loh yang lagi ngetop abis), atas alasan cinta indonesia, mawar sudah mencamkan dalam hati untuk tidak sedikitpun berpaling pada musik barat. Setiap hari, sampai teman-teman kampusnya hafal, si mawar selalu mendendangkan lagu:
“Jangan-jangan kau menolak cintakuuu
Jangan-jangan kau ragukan hatikuuu
Ku kanselalu setia menunggu, lalu bilang ai lop yuu
Padakuuu..”
(ST 13)
Di negara saya, indonesia, lagu ini ngetop gilak! Anak TK yang belum hafal pancasila aja udah hafal lagu-lagunya ST 13 ini.
Oiya sekedar informasi, si mawar ini kuliah di HI looh.. katanya nanti mau jadi diplomat, kita doakeun saja, amiin..
Nah alkisah si mawar punya teman, namanya melati (sigh! Nggak kreatif banget sih, mawar melati.. tapi nggak apa-apa lah yaa). Si melati ini termasuk golongan yang gaulnya ampuun, kata orang-orang sih dia keren banget, dengerinnya lagu baraat mulu. Tapi melati ini ya, gara-gara kebanyakan dicekokin musik barat jadi mikirnya musik dalam negeri itu nggak kreatif (padahal kurang apa coba si sarli vokalisnya ST 13 itu, udah ganteng, cengkoknya mantaf, terus antingnya itu boo). Setiap hari si melati mendendangkan lagu yang lebih dikira gumaman tak jelas oleh teman-teman kampusnya, soalnya bahasa inggris, hehe.. lagu favorit dia banyak, dari yang populer di jaman sekarang, what I’ve done dari kelinking park, sampai yang jadul village green preservation society dari The kinks kong. Lirik favoritnya si melati ini:
“What I've done
I'll face myself
To cross out what I've become
Erase myself
And let go of what I've done”
(kelingking park)
“We are the Village Green Preservation Society
God save Donald Duck, Vaudeville and Variety
We are the Desperate Dan Appreciation Society
God save strawberry jam and all the different varieties
Preserving the old ways from being abused
Protecting the new ways for me and for you”
(the kinks kong)
Ceritanya melati ini juga sama kuliah di HI. Mereka berdua dua sahabat yang kuliah tahun pertama. Mereka berdua berasal dari kota kecil nan indah di pinggiran bengkulu.
Suatu hari ada seorang dosen, sebut saja X yang bercerita mengenai permasalahan global yang terkait dengan lingkungan dan kemiskinan. Si dosen bercerita panjang lebar. Si mawar terdiam terpaku terpana, dia nggak percaya kalo masalah kelaparan demikian hebatnya di belahan dunia sana. Di Curup, kotanya, nggak ada orang yang mati karena kekuarangan makan. Dia juga nggak menyangka ada perang yang segitu hebatnya di muka bumi ini (bukannya nggak punya TV, si mawar ini tontonannya outbox, gahsyat, sama gerings mulu sih). Pas disuruh bikin tugas, berterimakasihlah pada internet, mawar pada akhirnya bisa juga mengerti semua itu.

Bagaimana dengan melati? Ketika dosen X membicarakan berbagai masalah global, yang berputar di kepalanya adalah video klip band kesukaannya kelinking park yang kerap kali memberitahukan fenomena seperti yang diceritakan si dosen dan lirik lagi the king kongs yang dinyanyikannya setiap hari. Ketika diberi tugas yang sama dengan mawar, melati sudah punya pengetahuan dasar mengenai hal itu, dia tinggal mengembangkannya lagi.

Hmm.. kisah mawar melati ini tidak dibuat untuk menyinggung pihak mana pun loh. Cerita ini muncul dari apa yang saya alami dan saya rasakan sehari-hari sehingga saya jadi mikir. Tentu saja ini tidak bisa dikatakan sebagai generalisasi atas apa yang terjadi saat ini tetapi dari pengamatan saya, lagu-lagu populer di negara saya, Indonesia adalah lagu yang sangat menghibur. Nggak berlu banyak mikir untuk membuat dan mendengarnya, semuanya lagu cinta (kalo nggak selingkuh, putus cinta, pokoknya cinta-cintaan), videoklipnya juga dengan konsep sama, cintaa semua. Lagu yang santai ini kalo lagi populer bisa diputar sampai 7 kali sehari di 7 acara (yang konsepnya sama, musik)di TV Indonesia. Sasaran musik populer ini adalah anak muda, seperti kita ini (saya baru 21 tahun, masih muda kan ya?). saya cuma berpikir sementara di belahan dunia sana pemudanya mempopulerkan lagu-lagu yang temanya udah luas, lagu yang bikin mikir, lagu yang inspiratif, di negara saya, Indonesia, yang dipopulerkan sama pemudanya adalah lagu-lagu menghibur dan santai. Jadi gimana menurut kalian? masih cinta Indonesia kan :)
Ibu-ibu bapak bapak-bapak siapa yang punya anak tolooong akuu
Akuu yang sedang malu sama teman-temankuu karna hanya dirikuu yang nggak lakyu lakyuu

Sunday, November 9, 2008

Jihad???

yang aku lagi rasain sekarang adalah bosen...
TV menayangkan berita yang sama di setiap channellnya, kalo nggak pernikahan Bunga Citra Lestari ama si asraf sinclair (bener ga yaa..) pasti berita eksekusi mati trio bom bali (siapa yg ngasi nama kreatif begini??).
miris rasanya kalo mikir bahwa negara kita ini butuh 6 tahun untuk akhirnya menyelesaikan masalah bom bali ini...

yang lebih BT lagi, banyak yg mengaitkan dengan jihad, nggak tau ya apa aku yang nggak ngerti agama atau orang2 itu yang salah (wallahualam), menurutku jihad itu ga kaya gitu (penilaian yg sangat subjektif)... benci aja kalo hari gini masih beraninya main teror, ngebunuh orang yang bisa aja nggak berdosa...

tapii ya itu tadi penilaian yang sangat begitu subjektif, mungkin aja aku ini yang nggak ngerti agama, apalagi mereka itu kan kayanya udah pinter gitu agamanya, trus salah satunya ada yang bilang gini "yang kita lakukan ini adalah jihad!!!" (intinya sih begitu)
tapi kenapa tim pengacara muslim (sebel juga, kenapa namanya tim pengacara MUSLIM??) masih mikir2 selanjutnya mau ngapain???

jadi kepikiran salah satu tayangan yang mewawancara orang biasa trus ibu2 itu bilang "ya udah sih nggak usah pusing, kalo emang percaya itu jihad, toh di eksekusi mati juga bakal masuk surga kan???"

hahaha, daleem banget...

nb: bukan berarti aku pro hukuman mati...

Sunday, June 1, 2008

Saya Malu Jadi Mahasiswa

I'm Upset, that's what i felt while looking at my dear friend's, many scholars in this country respond the fuel price so unbelievable...
ada jutaan manusia yang ngerasa kesulitan karena kenaikan BBM...
saya tahu pasti itu.
ada jutaan manusia yang harus nangis2 nerusin hidup saat ini...
saya juga tahu pasti itu
keputusan pemerintah naikin BBM emg wajar kalo memunculkan berbagai tanggapan,berpikir kritis emang baik banget..
saya tahu mahasiswa pasti termasuk golongan yang cerdas,yang lebih tahu kenapa BBM mesti naik,tapi kenapa mesti demo2 atas nama membela rakyat??
it's okay, demo silakan demo, kita hidup di era demokrasi,tapi saya anti demo2 yang mengganggu aktivitas umum..
saya bosan, emosi, marah, sedih, setiap kali ngeliat di TV, mahasiswa yang kelakuannya sama sekali tidak seperti orang yang udah disekolahkan selama 10 tahun lebih..
memblokir jalan2 penting, tindakan bodoh dan sama sekali tidak berperikemanusiaan,
yang lewat di jalan itu belum tentu yang namanya pemerintah,
dan sudah pasti masyarakat umum, bayangin kalo ada orang sakit, sekarat mau ke RS, ga bisa lewat, BAKA YARO..
ngerusakin mobil2 yang berplat merah, lebih bodoh lagi..
apa ga tau, itu mobil2 dibeli sama uang kita2 juga..
bentrok sama polisi, apa ga malu?
apa untungnya? itu cuma memperburuk nama kita aja..
terus udah pasti mengganggu kenyamanan dan keamanan..
if you're really scholars, think before act!
kalo mau pake kekerasan, jangan yang ganggu masyarakat dong!
mahasiswa kok kayak penjahat..
sopir angkot, sopir bus, orang2 miskin yang menurut kalian kalian bela itu justru terganggu sama aksi kalian..
bahkan mereka aja nggak sebegitunya menghadapi kenaikan BBM..
apa mau Indonesia itu orang2nya manja semua??
It's time 4 us 4 standing in our own feet!
in short term, this will be really hard for us..
but optimisticly in long term, we'll have a better Indonesia..


hghgh.. akhirnya lepas sudah beban2..
walopun mungkin kalo ampe ada yang tau isi post saya ini, saya bakal dicap penghianat mahasiswa, pro pemerintah, ato bahkan mahasiswa bodoh, saya ga peduli, saya benci kekerasan!!
KEEP PEACE TEMAN!!