Thursday, August 19, 2010

Home Sweet Home

lega sudah menyimpan tiket pulang, dapet promo lagi :D

Home is the one place in all this world where hearts are sure of each other. It is the place of confidence. It is the place where we tear off that mask of guarded and suspicious coldness which the world forces us to wear in self-defense, and where we pour out the unreserved communications of full and confiding hearts. It is the spot where expressions of tenderness gush out without any sensation of awkwardness and without any dread of ridicule. ~Frederick W. Robertson
Home is not where you live but where they understand you. ~Christian Morgenstern

And yes, I'll be home soon, tadaimaaaaa :')

Tuesday, August 17, 2010

Merdeka dengan Bersyukur

Hola, Merdeka!
Selamat ulang tahun buat negara tercinta, Indonesia.
Banyak yang merasa belum merdeka, merasa masih kurang ini itu.. Alhamdulilah, terimakasih saya merasa sangat merdeka, setelah membaca Totto Chan and Children, saya bersyukur, pemandangan di sekitar saya adalah orang-orang yang biarpun dengan perjuangan yang berbeda-beda namun masih bisa setidaknya menghirup udara segar dan mendapatkan air bersih. Merasa belum merdeka bisa jadi akan membuat saya kurang bersyukur nantinya, karena itu saya memilih untuk merasa merdeka. Banyak orang hidup di bawah garis kemiskinan di negara ini, hey! tapi meskipun mereka miskin mereka masih punya alternatif, mereka punya pilihan, pulang ke desa, sebarkan benih tanaman pangan di tanah, dan mereka setidaknya punya persediaan bahan makanan, tapi di Afrika sana, jangankan bercocok tanam, bahkan mereka sudah tidak punya air, yang ada hanya tanah retak yang kering dan nggak akan bisa ditumbuhi tanaman apa pun.
Ya! Oke, saya memilih untuk bersyukur dan berhenti menuntut banyak pada pemerintah. menuntut buat saya hanya membuat mental saya rusak, terlalu mencari-cari kesalahan tanpa belajar dan mempersiapkan diri untuk memberikan kontribusi nyata. jika merasa kecewa dengan pemerintah saat ini, Wake Up! belajar! nggak lama lagi akan tiba waktunya kita akan menggantikan mereka-mereka yang memimpin saat ini.
Sekali lagi di 65 tahun Indonesia merdeka saya memilih untuk bersyukur, saya tidak pantas menuntut terlampau banyak setelah apa yang saya dapatkan saat ini. I dont give a damn about politics, I dont care who's rich and why there are people who called 'poor'. Entah mengapa saya berpikir bahwa kita termakan oleh konstruk bahwa yang kaya adalah yang punya banyak uang, yang miskin adalah yang kurang uang, dan yang kaya adalah orang yang bahagia sedangkan yang nggak punya uang adalah orang yang menyedihkan. Televisi telah membodohi penontonnya melalui tayangan seperti 'jika kamu menjadi' dan tayangan-tayangan sejenis yang mengeksplor (seolah) penderitaan orang-orang yang hanya memiliki sedikit uang. Di satu episode ditayangkan satu keluarga petani yang tinggal di pedalaman dengan rumah dari bilik bambu, kemudian muncullah tokoh utama seorang mahasiswa kota yang akan diuji untuk tinggal disana (what the hell? so what dengan keadaan mereka?). Adegan selanjutnya bisa ditebak, si tokoh utama dengan muka sedih penuh air mata menyatakan perasaan sedihnya melihat keluarga petani yang tidak tidur di spring bed, yang masih memasak dengan kayu (tidak lupa pula iringan musik-musik menyedihkan), oke saya akan langsung tutup mata. Mematikan TV adalah pilihan bijak ketimbang saya pusing karena tensi darah saya naik. Maaf bapak ibu produser, saya nggak suka menonton acara seperti itu. Acara-acara itulah yang membuat teman-teman saya di kampung mengasihani diri mereka sendiri, merasa bahwa hidup seperti yang mereka jalani adalah hidup yang menyedihkan, membuat mereka menjadi kurang bersyukur. Saya dibesarkan di daerah, bukan di kota, saya banyak menemukan orang-orang yang tinggal di rumah-rumah bilik, tapi mereka sangat jauh dari yang digambarkan di TV, mereka adalah orang yang bahagia dengan hidup mereka, mereka sangat bersyukur tiap kali bangun pagi, masih bisa memetik sayuran di kebun, memasak dengan kayu, kemudian bersantai di teras rumah yang kebanyakan beralaskan tanah, ya semua mereka sangat bersyukur dengan kehidupan seperti itu, sampai kemudian TV mengkostruk ulang pemikiran mereka, mulailah mereka berlomba (seolah) memperbaiki hudup mereka. Mereka yang mampu akan dengan mudah melanjutkan hidup, yang nggak mampu, akan sulit menemukan apa itu kebahagiaan yang seharusnya, mulailah merebak cara-cara miring untuk menjadikan hidup mereka seperti yang didoktrin TV, urbanisasi terjadi besar-besaran, pengangguran di kota meningkat., kriminalitas juga meninggi, hidup menjadi tidak lagi seimbang.
Hh.. hampir 22 tahun hidup, saya sudah melalui fase-fase dimana saya bahagia dengan kehidupan desa (yang dianggap hidup susah saat ini), hingga bahagia dengan kehidupan kota yang ramai. Setiap orang punya cara masing-masing untuk merasa bahagia tanpa perlu memaksakan cara kita kepada orang lain, dan bukankah kita semua ingin hidup bahagia?
Aduh, saya bingung kenapa saya jadi menulis absurd begini, tapi yasudahlah.
Memimpikan apa yang tidak kita miliki memang baik, tetapi akan lebih baik jika kita mensyukuri apa yang sudah kita dapatkan.
Ah, sudah 65 tahun kita merdeka, terimkasih buat para pahlawan atas jasa mereka, semoga kita selalu manjadi orang yang giat dan bersyukur, amiin..
anw, saya keingetan setahun lalu upacara bendera di Pantai Santolo, ah kangennya :)

Saturday, August 14, 2010

MOVE ALONG

Move Along-The All Merican rejects


"Go ahead as you waste your days with thinking
When you fall everyone stands"

"when all you got to keep is strong
Move along, move along like I know you do
And even when your hope is gone
Move along, move along just to make it through"

"When everything is wrong we move along"

*a song to remind myself that at last everything doesnt suck because I still have a long way move along

Sunday, August 8, 2010

Buzzer Beat

I love this dorama (Japanese drama series).
“Kamiya Naoki is a young player from a professional basketball team. But due to his relatively smaller size and his tendency to crack under pressure, he is unable to show his true skills on the court. Meanwhile, Shirakawa Riko is a cheerful, strong-spirited music college graduate aiming to become a professional violinist. One day, Riko finds Naoki’s lost cell phone on a bus, and their meeting begins a friendship that eventually turns into love. However, Naoki was already considering marriage with his current girlfriend. And it doesn’t help matters that Naoki’s coach has fallen in love at first sight with Riko!." (source: drama wiki)
This isnt a 'menye-menye' dorama. Buzzer Beat is nice dorama basically told about sport (basketball). I've watched it so manytimes that I couldnt remember. I've learned manythings about love and life from this dorama.
I love the "taptap" sound heard from the step of Naoki while playing basketball, and I'm also so damn in love with Riko while she plays the violin, I loveee all the tones she played.
This is one of it, listen.. this is pretty and warm >
Well, and I'm kinda touched by this screenshot ;)

Wednesday, August 4, 2010

August Rush

Hola! It's August, iyaa agustus..
apa yang sedang anda pikirkan? kalo yang ada dalam pikiran saya adalah:
*Hal bahwa saya nggak bisa wisuda bulan ini, yaudah sih yaa, ikhlas..
*Bulan ini akan kembali menjadi bulan sibuk, tapi sibuk yang senang, sejak mei lalu saya dan adik saya sibuk mengurusi bimbel dan SNMPTN adik saya, sekarang setelah dia lulus, saya akan kembali berkutat dengan cari kosan, "beli-beli isi kosan, registrasi, dan penerimaan mahasiswa baru" thingy, Fight-Oh!
*Bulan ini resmi sudah saya lepas dari tutorial global governance, karena bulan lalu nilainya udah keluar, semua sudah berusaha, saya sudah berusaha, pengennya semua dapet nilai bagus, untungnya saya nggak punya kapasitas untuk memberi nilai, hehe, dan saya percaya apa pun hasilnya, yang penting adalah proses yang kita lewatin sama-sama, maafkan salah-salah saya selama tutorial Tuhan.. *jadi kangen tutorial :')
*HOME, udah ngak sabaaaar mau pulang kampung, kangen rumah, setahun nggak pulang rasanya kayak seabad.. udah banyaaak banget cerita numpuk, nggak sabar ketemu Ibu, Bapak, nggak sabar menghabiskan hari sama adek kedua (yang pertama bentar lagi juga ketemu :D), nonton spongebob sama ipin&upin bareng, makan masakan percobaan adek (yang aneh tapi enak, kangen ziarah ke makam adek bungsu, I dont know why, visiting you there makes me feel so comfort, feels like you're really mine, really ours.. ah how sometimes I wish you were there, flocking with us, little brother :). Rumah juga mengingatkan saya akan kumir, anjing-anjing yang selalu ada sejak saja kelas 5 SD, biarpun berganti dan berapapun jumlahnya, tetapi semua akan selalu bernama kumir. Ketika saya pulang nanti, saya nggak akan melihat kumir tua saya, yang sudah menemani saya sejak SMP, yang dulu dipuji-puji teman SMP saya karena lucu, yang sudah hafal dengan teman-teman saya dan tidak akan menggonggong ketika mereka datang, yaa.. kumir sudah mati beberapa bulan lalu, dia sudah cukup tua, sudah cukup lama bersama kami, terakhir bertemu badannya sudah ringkih. Bahkan vaksin tidak bisa menyembuhkan penyakit tuanya, rambut-rambutnya mulai rontok. Ah, nanti nggak ada lagi kumir yang mengejar-ngejar ketika saya pulang. Saya akan berkenalan lagi dengan kumir baru. Rumah juga mengingatkan saya dengan sepupu-sepupu dan ponakan-ponakan kecil saya yang jumlahnya tidak terhitung (haha, saya adalah cucu tertua di keluarga bapak :D), saya sudah tidak sabar denger suara cempreng mereka "mbaa wiit, mbaa wiiit" belum lagi ponakan-ponakan "cik wiit cicik cicik wiwit" (dalam bahasa daerah saya cicik=bibi), kalo kami sudah berkumpul, orang-orang tua tinggal mengelus dada melihat keributan yang kami buat, main "smekdon" kalo kata mereka, haha, benar-benar korban televisi. Di rumah juga saya bisa ke Suban (tempat wisata pemandian air panas) kapan saja, lalu mampir ke rumah uwa saya dan gratis mancing sepuasnya, di terik panasnya siang, saya duduk di bangku bambu di bawah pohon rindang, subhanallah.. Dan hey, kalo pulang ke rumah, saya akan merasakan servis "all you can eat", berhubung setahun nggak pulang, pasti akan sering ditanyain "mau makan apa?", dan plok! langsung ada di depan mata, dan siap-siap saja menggmbul :D. Ah bicara rumah memang tidak ada habisnya, saya selalu ingin waktu berhenti ketika di rumah. saat terberat adalah ketika saya harus kembali ke Jatinangor, saya merasa harus bangun dari mimpi indah, ahh... kampung halaman kita akan selalu lebih indah dari kampung halaman tetangga ;).
Pikiran saya jadi kemana-mana, udah nggak konsentrasi nulis, jadi sebelum makin aneh, saya sudahi saja..
Have an august rush fellas :D

Tuesday, August 3, 2010

Redenominasi Rupiah???

Ceritanya begini, beberapa hari yang lalu, saya menginap di rumah sepupu saya di Bogor. Paginya, saya berangkat bareng ke Jakarta Kota, mas saya ini bekerja di Kementrian Perdagangan, sedangkan saya menuju Kementrian Luar Negeri untuk mencari bahan skripsi. Di mobil, sepanjang jalan Bogor-Jakarta kami mengobrol banyak, kebanyakan masalah ekonomi (yaiyalah si mas orang ekonomi :D). Salah satu obrolan yang saya ingat adalah tentang wacana penggantian nilai mata uang, nggak dikurangin nilainya, hanya diganti, misal uang Rp.1000,- menjadi Rp.1,-. Tadi malam saya iseng mendengarkan radio sebelum tidur, seperti biasa di jam segitu radio yang masih asik adalah radio elshinta, radio berita. Ternyata sedang ada diskusi mengenai Redenominasi rupiah, seperti yang saya obrolkan bersama mas saya. Yang menjadi narasumber adalah seorang pakar dari Bank Indonesia. Perbincangan mereka sangat menarik, apalagi ada beberapa pakar dari Universitas yang ikut menelepon dan menyumbangkan gagasan.
Tidak hanya itu, pagi ini di halaman beranda Yahoo! juga ada berita mengenai redenominasi Rupiah, dan maafkan saya Tuhan, saya kok sampai saat ini nggak mendukung ide redenominasi ini. Saya agak gimana gitu kalo hanya untuk alasan agar keuangan lebih efisien dan perbankan lebih simpel, kita mesti ganti nilai mata uang. Menurut saya nggak akan mudah mensosialisasikan redenominasi ini ke semua masyarakat (mengingat tingkat pendidikan dan ekonomi yang berbeda-beda). Oke sosialisasi pemilu bisa sampai ke pelosok-pelosok, itu menurut saya karena masyarakat hanya diminta mencontreng saja (sosialisasi begini aja dananya ajegile), berbeda dengan kasus redenominasi, karena berhubungan dengan UANG, hal yang sangat sensitif. Masyarakat yang panik dan nggak paham (terutama pengusaha-pengusaha kecil), akan melarikan uangnya ke Dolar yang dijamin AS nilaiya akan tetap. Kalau sudah begini nilai rupiah akan jatuh lagi. Ya, sosialisasi butuh waktu, dan menurut saya butuh waktu 100 tahun untuk redenominasi rupiah (pesimis :D). Seorang pakar menyatakan selama ini Bank Indonesia lemah dalam hal sosialisasi, jadi terlalu berbahaya dan bisa berbuntut pada kekacauan ekonomi (analisa pengamat amatir).
Masyarakat sudah nyaman dengan sistem yang sekarang. kenapa harus diganti kalau toh nilainya sama? kalo memang ingin efisien, apa dengan digantinya nominal, lantas berubah? saya nangkepnya kalo 1000 rupiah=1 lembar uang kertas, sama aja kan kalo 1 rupiah=satu lembar uang kertas? cuma hemat di tinta penulisan 1000 diganti 1. terus kalo keuangan lebih simpel, lah selama ini bukannya urusan penghitungan-penghitungan sudah tidak manual, sudah terkomputerisasi, jadi nggak ada bedanya menghitung uang 100.000.000 dengan 10.000.
Ah entahlah, kenapa saya sendi dengan ide ini... Saya membayangkan dana sosialisasi yang super itu dialihkan ke dana pendidikan saja, hal yang jauh lebih krusial untuk segera direalisasikan.
Ah lagi, entahlah ya, sampai saat ini saya juga masih kabur dengan redenominasi ini, semoga saya segera mendapat pencerahan mengenai keuntungan-keuntungan redenominasi, karena, mereka yang mencetuskan ide ini tentulah pakar-pakar yang brilian, sedangkan saya hanyalah mahasiswa (masuk) semester sembilan yang belum selesai skripsinya (curcol). Kalo ada salah-salah info, maafkan saya ya Tuhan, saya masih belajar.
Baiklah, saya akan kembali memantau update informasi tentang redenominasi rupiah ini dari semua media yang memungkinkan..
Have a nica day amigos :)

Sunday, August 1, 2010

...

The moment I hate the most is when I have to be back to the 'REALITY', while I have been enjoying a bling new world and I have been really into a situation...
Sometime I wish I could stop the time and stay the same ;)
FIGHT-OH!