Dear all fellas..
akhirnya aku mampir ke blogspooooot!
ceritanya selama bulan maret kemaren aku main kantor-kantoran di jakarta, sebuuk jadi saya nggak sempet post apa-apa di sini.

Semua bermula dari pesan dari brussels yang aku terima Desember tahun lalu. Suaminya sepupuku, biasa aku panggil mastom, menawarkan kerjaan jadi interpreter buat bulan maret 2011. Ah masih lamaa, pikirku waktu itu. Lagian kan bisa aja batal, lagian emang aku bisa gitu dikasi tanggung jawab segede itu? *kebanyakan lagian.
Jadi waktu itu mastom ngabarin kalo akan ada 30an mahasiswa S2 dari belgia yang datang ke Indonesia dalam rangka Trade Mission, semacam mereka punya tugas akhir praktikum, riset ke negara berkembang, tahun ini Indonesia lah tujuannya. Mereka butuh 10 interpreter dan minta tolong mastom yang nyariin, dan kemudian mastom minta aku yang nyariin.
Seneng sih, waktu itu aku sampe loncat-loncat baca messagenya, tapii lebih ke deg-degan dan antara percaya nggak percaya, jadinya yauwis nggak terlalu mikirin.
Pas Janusari mastom pulang ke Indonesia, hal pertama yang ditanya adalah "gimana wit, udah dapet 10 orangnya?", aku sampe keselek rasanya ngunyah belgian chocolate oleh-oleh. Lalu panik, siapakah 9 orang sisanyaaa?. Clue dari mastom: "siapa aja yang bahasa inggrisnya bagus dan pembawaannya bagus" -_-'' nggak memudahkan sih.
Malemnya saya mantengin komputer berharap dapet ilham siapakah 9 orang ini. Anak HI mah bahasa inggrisnya insyaAllah bagus, soalnya pengaruh buku bacaan yang banyakan berbahasa inggris, tapi yaa, kalo ngomong kan nggak semuanya pernah kedengeran ngomong bahasa inggris, terus kalo yang pembawaannya bagus itu relatif. Makinlah saya fokus di depan monitor. Akhirnya setelah online YM, Facebook, stalking sana sini, ngandelin ingatan jaman ospek, seminar-seminar berbahasa inggris dan pergaulan selama 4 tahun, dan beberapa ada juga yang pas kebetulan nemu lagi online, terpilihlah 9 orang yang beruntung, Icca, Dina, Didi, Dityo, Amjad, Ajay, Aji, Bamby, sam Debo.
Ini photo dengan personel hampir lengkap, minus didi sayangnya..
Tanggal 5 maret adalah tanggal penting dalam proyek ini, aku sama mastom pertama kalinya bertemu langsung dengan mahasiswa-mahasiswa belgia itu. Mereka stay sebulan di hotel akmani, di belakang sarinah. Di parkiran saya udah pucet, lemes, keringet dingin, pokoknya udah lengkap nervousnya. Aku takutnya malu-maluin mastom, takut nggak ngerti mereka ngomong apa.
Dengan kaki agak goyah aku ngikutin mastom jalan ke lobby hotel akmani.
"Hello, nugroho, nice to meet you..."
"Hi, Jerina, nice to meet you too... how's indonesia, bla bla bla..."
tiba-tiba kami bertemu dengan sekitar 6 bule, mereka menyapa mastom, tanya-tanya kabar, dan selanjutnya semua macam dengungan buat saya, saya terlalu guguuup sampai ada tangan menjulur di depan perut saya, itu pastinya bukan tangan monster, soalnya abis itu ada yang ngomong, "Hi, so you're wida rite? its really nice to finally meet you here, I heard about you from nugroho (sweetsmile)", saya gelagapan nyambut tangan yang ternyata punya Jerina, "em.. em.. me too, its.......", belum selesai saya ngejawab jerina ada tangan-tangan lain, dan ada suara-suara "Hi, wida, I'm cedric, nice to meet you..", "Hello wida, I'm Jan, nice to meet you.." dan banyak suara-suara lain macam mendengung. PLAK! saya tepok jidat (tapi cm dalam bayangan), itu bukan dengungan wiiwiiit, itu bule-bulenya ngomong pake logat belanda sama perancis! begitu otak sadar, langsunglah semua sistem beradaptasi, bekerjasama menangkap setiap omongan mereka. Awalnya seperti main tennis dengan banyak bola yang nggak berhenti dilemparin ke kita, tapi alhamdulilah kebegoan saya hanya bertahan sekitar 15 menit awal pas haha hihi kenalan dan basa basi. Setelah itu saya bisa lebih rileks dan mulai bisa ngobrol normal sama mereka, kami ngomongin masalah tugas-tugas dan pembagian interpreter yang 10 orang dengan mahasiswa yang jumlahnya 19 orang. Nggak sampe sejam meeting itu beres. Kami janjian sorenya kumpul dengan semua interpreter di KFC Cikini, terus bule-bule ini ditawarin sama mastom, kali aja mau ikut.
mastom: "well, if you have time, please join us, all the interpreter will come"
Jerina: "Wow! thats good idea, some of us have nothing to do this afternoon, we might come. Please write the address here (ngasih kertas sama pulpen)
Mastom kemudian nulisin alamatnya KFC Cikini
Jerina: "er.. what is KFC actually?"
Mastom: "its kentucky fried chicken, a fastfood restaurant"
Tiba-tiba mereka langsung pasang muka kaget.
Jerina: "So, you'll have a meeting in a fastfood restaurant? you sure?"
Mastom: "Yes, its common here, besides the place is cozy too"
Bule-bule itu ngangguk-ngangguk tapi masih muka bingung.
Saya keluar akmani dengan wajah cerah ngerasa lebih PD. Sepanjang jalan ke KFC, mastom menjelaskan kenapa mereka bingung. Di Brussels, yang namanya restoran fastfood itu pintunya banyak, yang makan di sana juga orang yang emang buru-buru, mau kerja atau apalah yang butuh cepet-cepet, nggak kayak di indonesia, KFC buat rapat, buat nongkrong, hehe..
Akhirnya kami kumpul di KFC, mahasiswa belgia yang dateng bertambah beberapa orang. Kami mengobrol kenalan haha hihi. Hari pertama itu, mereka masih kaku, bgitu pun kami.
Setelah melalui proses panjang, maka diputuskanlah saya akan bekerja dengan Kevin dan Jerina.
Bersambung...
ps: pas saya baca ulang, saya agak keselek karena saya nggak konsisten pake saya pake aku, tapi udah males ngganti, saya lebih suka pake aku sebenernya, tapi yasudahlah...