"...
People don't know about the things I say and do
They don't understand 'bout the shit that I've been through
It's been so long since I've been home
I've been gone, I've been gone for way too long
Maybe I forgot all things I miss
Oh, somehow I know there's more to life than this
I said it too many times
And I still stand firm
You get what you put in
And people get what they deserve
Still I ain't seen mine
No, I ain't seen mine
I've been giving just ain't been gettin'
I've been walking that there line
So I think I'll keep on walking
With my head held high
I'll keep moving on and only God knows why..."
Kid Rock-Only God Knows Why
Tuesday, October 19, 2010
Only God Knows Why
Labels:
Family,
Friends,
Galau,
Heart,
Life Learning,
Skripsweet
Thursday, October 7, 2010
D'SEIGA
Someone turned to me and asked
"How many friends have you?"
Why 10 or 20 friends I believe
And began to named a few...
A blessed one you are
To have so many friends
But think of what you're saying...
A friend is just not someone
To whom you say "Hello"
A friend is a tender shoulder
On which to softly cry
A well to pour your troubles down
And raise your spirits high
A friend is a hand to pull you up
From darkness and despair...
When all your other "so called" friends
Have helped to put you there
A true friend is an ally
Who can't be moved or bought
A voice to keep your name alive
When others have forgot
But most of all a friend has a true heart
For from the hearts of friends
There comes the greatest love of all!
So think about all this
For every word is true
And once again answer please...
How many friends have you?
After much thought I answered
I really only have just one
"It's You!"
A Friend Is Always Special
Because Friends Love You
Just Because You're You!
(author unknown)


"How many friends have you?"
Why 10 or 20 friends I believe
And began to named a few...
A blessed one you are
To have so many friends
But think of what you're saying...
A friend is just not someone
To whom you say "Hello"
A friend is a tender shoulder
On which to softly cry
A well to pour your troubles down
And raise your spirits high
A friend is a hand to pull you up
From darkness and despair...
When all your other "so called" friends
Have helped to put you there
A true friend is an ally
Who can't be moved or bought
A voice to keep your name alive
When others have forgot
But most of all a friend has a true heart
For from the hearts of friends
There comes the greatest love of all!
So think about all this
For every word is true
And once again answer please...
How many friends have you?
After much thought I answered
I really only have just one
"It's You!"
A Friend Is Always Special
Because Friends Love You
Just Because You're You!
(author unknown)


D'Seiga stands for : DuabelasS IIA 3
About Us (taken from D'Seiga's official friendster):
kami :
= sebuah perkumpulan yg terbentuk karena satu kelas pas eSeMA, jd rada kepaksa gitu deh ngbentuknya he,, (main2 woi!!!) =
= ex siswa eSeMA yg setiap hari senin selalu tertib mengikuti upacara bendera, yg setiap hari jumat selalu tertib senam pagi
= 24 cowok najis n 18 cewek kotor (??) yg setiap hari selalu belajar bersama selama 2 tahun di eSeMA 1 cuRup (2004-2006)
= berharap bisa menjadi orang2 yg sukses dan tenar
= ingin tetap menjadi saudara sampai kapanpun, walaupun beda ayah-beda ibu
= bekerjasama satu kelas secara terperinci dan terencana dalam menyelesaikan Ujian Nasional 2006
= saling menyayangi, saling membenci, saling berbagi, dan saling rebutan dalam segala hal
= anti rasisme dan terorisme, pro bgt ma narsisme.. =
= memiliki maskot yg berlidah seperti reptil, sTeVe..
= selalu berdo'a agar bisa masuk sorga///// AMIEN
= diasuh oleh bu Nining (2004-2005) dan pak Dominant (2005-2006)
= menjadi juara umum Liga SMANSA 2005, hwa!!
Kami adalah Kami..
yg akan menyimpan indah semua kenangan atas nama d'seiGa,,,
atau mungkin malah mengendapkannya..
I heart you much D'Seiga
For me friends are like stars,
you cant always see them but they're always there
About Us (taken from D'Seiga's official friendster):
kami :
= sebuah perkumpulan yg terbentuk karena satu kelas pas eSeMA, jd rada kepaksa gitu deh ngbentuknya he,, (main2 woi!!!) =
= ex siswa eSeMA yg setiap hari senin selalu tertib mengikuti upacara bendera, yg setiap hari jumat selalu tertib senam pagi
= 24 cowok najis n 18 cewek kotor (??) yg setiap hari selalu belajar bersama selama 2 tahun di eSeMA 1 cuRup (2004-2006)
= berharap bisa menjadi orang2 yg sukses dan tenar
= ingin tetap menjadi saudara sampai kapanpun, walaupun beda ayah-beda ibu
= bekerjasama satu kelas secara terperinci dan terencana dalam menyelesaikan Ujian Nasional 2006
= saling menyayangi, saling membenci, saling berbagi, dan saling rebutan dalam segala hal
= anti rasisme dan terorisme, pro bgt ma narsisme.. =
= memiliki maskot yg berlidah seperti reptil, sTeVe..
= selalu berdo'a agar bisa masuk sorga///// AMIEN
= diasuh oleh bu Nining (2004-2005) dan pak Dominant (2005-2006)
= menjadi juara umum Liga SMANSA 2005, hwa!!
Kami adalah Kami..
yg akan menyimpan indah semua kenangan atas nama d'seiGa,,,
atau mungkin malah mengendapkannya..
I heart you much D'Seiga
For me friends are like stars,
you cant always see them but they're always there
Sunday, October 3, 2010
Es Krim Simpel Dari 'Pondan'
Siapa yang nggak suka Es Krim? *waktu ngetik ini aja saya ngileer ;)
Saya suka makan es krim dan kata ibu saya eskrim yang sehat itu bukan es krim abal2 yang dibuat plus pewarna dan pemanis buatan. Paling aman sih mengkonsumsi es krim2 dari walls, campina, dan sejenisnya (dibandingkan es krim sembarangan yang lainnya lumayanlah meskipun sepertinya tetap mengandung pengawet).
Sepanjang perjalanan saya makan es krim, es krim yang paling berbeda adalah eskrim di Ragusa (semacam tempat eskrim jadul di Jalan Veteran, Jakarta). Rasa es krimnya standar (banget malah), tapi sekali telan, saya bisa merasakan bahwa es krimnya beda dengan eskrim2 yang pernah saya makan. Sangat enak di tenggorokan, sama sekali tidak membuat tenggorokan seret.
Well, suatu hari ketika sedang belanja bulanan di sebuah supermarket, saya melihat satu spot yang memajang produk2 berbagai bahan makanan instan dari 'pondan', mulai dari pancake, brownies, blackforest, dan ternyata ada es kriiimm..
Nah, waktu saya pulang kemarin, saya mencoba membuat es krim vanilla chocochips 'pondan'. Mudah sekali dan hasilnya nggak kalah sama es krim walls, bisa dimakan sekeluarga lagi :).
Pertama silahkan beli bahan es krim instan 'pondan', bebas mau rasa apa, ada durian, coklat, vanilla, dll. Harganya juga nggak mahal, belasan ribu saja. Kemudian siapkan alatnya, yaitu gelas ukur dan mixer. Bahan es krim tinggal dimixer dengan 300 cc air es (ingat, air es yaa) sampai mengembang (sampai kalau dibalik nggak tumpah). Lalu masukkan chocochips yang sudah ada di kemasan, diaduk pakai solet, tuang ke dalam wadah, masukkan ke dalam freezer dan tunggu kurang lebih tiga jam. Taraaa! jadi deh.
Ini adalah hasil dari belajar kemaren:
*Es krim ini nggak mahal, sangat bagus buat ibu-ibu, kakak-kakak, siapapun yang suka es krim tapi nggak mau boros beli es krim diluar.
*Di kemasan ditulis biar es krimnya makin enak tambahkan dua sendok makan susu bubuk ke dalam air es, saya benar2 menambahkan dua sendok makan susu bubuk, dan es krim saya jadinya terlalu kelat karena susu. Enak sih tapi ketika disajikan, lama kelamaan rasanya jadi kayak minum susu kental manis, cepet eneg juga jadi saran saya cukup kasih satu sendok makan susu bubuk ke dalam 300cc air es yang akan dimixer bersama adonan instan es krim.
*Waktu es krim sudah dimasukkan ke freezer, pastikan suhu kulkas dalam keadaan cold, biasanya untuk kulkas-kulkas rumah, seperti di rumah saya yang isinya hanya bahan2 masak, suhunya disetting hanya dingin standar. Dengan suhu standar, es krim nggak akan beku sampe seminggu juga. Jadi ubah suhu ke kondisi cold dulu.
*Es krim ini setelah dingin bisa langsung dinikmati. Polos aja udah enak, tapi nggak ada salahnya dikasih variasi, jadi lebih enak. Kemarin saya menambahkan nutrijell coklat, enaaak :). Bisa juga ditambahkan potongan buah untuk yang suka fruity ice cream. Atau ditambahkan meses, atau juga kismis, atau juga maple syroup *EH! becanda :D. Tapi jangan lupa kalo tambahannya yang manis-manis (sejenis meses, kismis, dll), ada baiknya nggak usah dicampur susu adonanya, nanti manis plus manis plus susu malah bikin yg makan cepet eneg.
*Kalo biasanya bikin es krim ribet, mesti dikeluarkan dari freezer dan diaduk tiap jam, es krim 'pondan' ini nggak perlu, setelah masuk ke freezer, kita bisa langsung pergi main basket sama tetangga, nggak masalah karena inilah kelebihannya, nggak perlu diaduk berulang kali tiap jam kayak es krim biasanya.
*Di kemasan dituliskan es krim ini untuk 5 porsi, tapi kenyataanya bisa loh buat 10 porsi ;)
Sepanjang perjalanan saya makan es krim, es krim yang paling berbeda adalah eskrim di Ragusa (semacam tempat eskrim jadul di Jalan Veteran, Jakarta). Rasa es krimnya standar (banget malah), tapi sekali telan, saya bisa merasakan bahwa es krimnya beda dengan eskrim2 yang pernah saya makan. Sangat enak di tenggorokan, sama sekali tidak membuat tenggorokan seret.
Well, suatu hari ketika sedang belanja bulanan di sebuah supermarket, saya melihat satu spot yang memajang produk2 berbagai bahan makanan instan dari 'pondan', mulai dari pancake, brownies, blackforest, dan ternyata ada es kriiimm..
Nah, waktu saya pulang kemarin, saya mencoba membuat es krim vanilla chocochips 'pondan'. Mudah sekali dan hasilnya nggak kalah sama es krim walls, bisa dimakan sekeluarga lagi :).
Pertama silahkan beli bahan es krim instan 'pondan', bebas mau rasa apa, ada durian, coklat, vanilla, dll. Harganya juga nggak mahal, belasan ribu saja. Kemudian siapkan alatnya, yaitu gelas ukur dan mixer. Bahan es krim tinggal dimixer dengan 300 cc air es (ingat, air es yaa) sampai mengembang (sampai kalau dibalik nggak tumpah). Lalu masukkan chocochips yang sudah ada di kemasan, diaduk pakai solet, tuang ke dalam wadah, masukkan ke dalam freezer dan tunggu kurang lebih tiga jam. Taraaa! jadi deh.
Ini adalah hasil dari belajar kemaren:
*Es krim ini nggak mahal, sangat bagus buat ibu-ibu, kakak-kakak, siapapun yang suka es krim tapi nggak mau boros beli es krim diluar.
*Di kemasan ditulis biar es krimnya makin enak tambahkan dua sendok makan susu bubuk ke dalam air es, saya benar2 menambahkan dua sendok makan susu bubuk, dan es krim saya jadinya terlalu kelat karena susu. Enak sih tapi ketika disajikan, lama kelamaan rasanya jadi kayak minum susu kental manis, cepet eneg juga jadi saran saya cukup kasih satu sendok makan susu bubuk ke dalam 300cc air es yang akan dimixer bersama adonan instan es krim.
*Waktu es krim sudah dimasukkan ke freezer, pastikan suhu kulkas dalam keadaan cold, biasanya untuk kulkas-kulkas rumah, seperti di rumah saya yang isinya hanya bahan2 masak, suhunya disetting hanya dingin standar. Dengan suhu standar, es krim nggak akan beku sampe seminggu juga. Jadi ubah suhu ke kondisi cold dulu.
*Es krim ini setelah dingin bisa langsung dinikmati. Polos aja udah enak, tapi nggak ada salahnya dikasih variasi, jadi lebih enak. Kemarin saya menambahkan nutrijell coklat, enaaak :). Bisa juga ditambahkan potongan buah untuk yang suka fruity ice cream. Atau ditambahkan meses, atau juga kismis, atau juga maple syroup *EH! becanda :D. Tapi jangan lupa kalo tambahannya yang manis-manis (sejenis meses, kismis, dll), ada baiknya nggak usah dicampur susu adonanya, nanti manis plus manis plus susu malah bikin yg makan cepet eneg.
*Kalo biasanya bikin es krim ribet, mesti dikeluarkan dari freezer dan diaduk tiap jam, es krim 'pondan' ini nggak perlu, setelah masuk ke freezer, kita bisa langsung pergi main basket sama tetangga, nggak masalah karena inilah kelebihannya, nggak perlu diaduk berulang kali tiap jam kayak es krim biasanya.
*Di kemasan dituliskan es krim ini untuk 5 porsi, tapi kenyataanya bisa loh buat 10 porsi ;)
Saturday, October 2, 2010
A Worth Destination, Siem Reap
Spider Village
Pagi ini Siem Reap, sebuah kota di Kamboja muncul di halaman depan Yahoo, bisa dibaca di sini.
Meskipun baru sekali mengunjungi dan hanya 2 hari satu malam menginap di Siem Reap, bisa dibilang kalo saya jatuh cinta dengan tempat ini. Kamboja buat saya adalah negara yang sangat layak dikunjungi untuk tujuan wisata yang nggak biasa. Untuk tiba di Siem Reap, saya dan teman-teman praktikum, Desember tahun lalu menggunakan penerbangan Jakarta-Phnom Penh dengan sekali transit di Kuala Lumpur. Tiba di Phnom Penh (Ibukota Kamboja) wisatawan bisa menikmati eksotisnya kota ini dan berkeliling mengunjungi Pasar Malam di kawasan Frontriver Sungai Mekong. Untuk pergi ke Siem Reap, waktu itu kami menggunakan jalur darat yang memakan waktu sekitar enam jam dari Phnom Penh. Saya kurang tau apakan ada jalur udara, tetapi yang jelas jalur darat ini buat saya mengasyikkan (walapupun menurut teman2 saya perjalanannya lama dan membosankan, hehe). Kami melewati beberapa provinsi, seperti Kampong Chhnang, kampong thum, mong dal lain-lain. Sepanjang perjalanan pemandangan yang kami saksikan adalah padang rumput (lumayan gersang dan tidak beraturan), beberapa rumah penduduk, dan kawasan semacam hutan. Jalannya lumayan lurus, hanya saja terlalu kecil dan berbatu-batu. Saya sama sekali tidak ambil pusing dengan itu karena saya pernah mengalami lebih dari 24 jam perjalanan Bandung-Bengkulu dengan jalan yang udah mah jelek belok2 pula, hehe. Selama perjalanan, kami satu kali berhenti di semacam rest area (saya bilang semacam karena tepatnya nggak sebagus rest area di Indonesia atau seperti yang sering kita tonton di film2 latin). Rest Area ini terdapat di Spider Village. Well, nggak salah dinamain desa laba-laba. Turun dari bus, kami langsung dihadang anak-anak kecil yang berjualan gelang dan aksesoris. Oke, all is well, sampai kami sadar ketika anak-anak kecil itu bilang "mister, please buy this, mister, please..." di tangan mereka ada beberapa ekor tarantula. Alamak merinding saya liatnya, akhirnya saya nggak jadi cari toilet dan balik lagi ke bus. Dari bus saya lihat seorang turis barat sedang pucat karena seorang anak meletakkan tarantula di dadanya sambil memaksa si turis untuk membeli dagangannya. Kasihan, tapi saya pengen ketawa juga, hehe.. Di Spider Village ini juga banyak yang jual makanan spektakuler, termasuk di dalamnya tarantula bakar, tarantula goreng dan serangga-serangga krispi lainnya. Saya tentu saja tidak ikutan mencoba, saya adalah pengikut seorang teman yang waktu itu nyeletuk "gue nggak akan makan ituh serangga selama masih ada KFC", ahey! benar juga :D. Oiya, ada cerita menarik dari tour guide waktu itu, Mr. Boray, di perjalanan menuju Siem Reap, di tengah jalan ada sebuah tugu persahabatan Indonesia-Kamboja. Tugu ini ceritanya dibuat sebagai ucapan terima kasih Kamboja kepada Presiden Soekarno yang pada jaman itu banyak membantu kemerdekaan kamboja (saya terharu). Mungkin karena sejarah itulah warga Indonesia diterima dengan sangat baik di Kamboja, ini juga yang membuat saya betah di sana.
Tiba di Siem Reap, kami langsung mencari makanan halal yang ternyata kebanyakan adalah makanan-makanan India. Kami makan Roti Naan dengan kari yang aduhai enaknya, kemudian menuju hotel daaaaaannnn saya menyesal malam itu lebih memilih istirahat ketimbang ikut teman2 saya jalan2. Ternyata mereka pergi ke pusat penjualan oleh-oleh kamboja, semacam pasar malam dan harganya sangat murah meriaah. Yasudahlah, lain kali saya mau keliling malam2 di Siem Reap.
Besok paginya kami langsung menuju Angkor Wat, kompleks candi terbesar di Siem Reap, dan Hey, Siem Reap sekarang masuk dalam salah satu dari tujuh keajaiban dunia... kasihan Borobudur, tapi memang candi2 di Siem Reap layak mendapat gelar itu dari UNESCO. Manajemen cadinya bagus sekali, ditambah lagi dengan hasil pemugaran yang bekerjasama dengan Italia, Spanyol, dan Perancis, makin megah saja candi2nya, nggak percaya bisa dilihat di Filmnya Angelina Jolie, Tomb Rider. Nilai plus juga di sana, rata2 penduduk asli mampu Berbahasa Inggris, termasuk anak2 kecilnya sekali pun, jadi InsyaAllah kita kalo di sana nggak harus pusing bingung karena nggak ngerti Bahasa Khmer. Sekali lagi Kalo pengen tau lebih banyak tentang objek2 wisata lain di Siem Reap bisa baca di sini.
Baiklah, ini adalah sedikit cerita tentang Siem Reap, Ya Allah suatu hari nanti semoga saya punya kesempatan kembali ke sana, amin..
Que tenga un buen fin de semana amigos :)
Meskipun baru sekali mengunjungi dan hanya 2 hari satu malam menginap di Siem Reap, bisa dibilang kalo saya jatuh cinta dengan tempat ini. Kamboja buat saya adalah negara yang sangat layak dikunjungi untuk tujuan wisata yang nggak biasa. Untuk tiba di Siem Reap, saya dan teman-teman praktikum, Desember tahun lalu menggunakan penerbangan Jakarta-Phnom Penh dengan sekali transit di Kuala Lumpur. Tiba di Phnom Penh (Ibukota Kamboja) wisatawan bisa menikmati eksotisnya kota ini dan berkeliling mengunjungi Pasar Malam di kawasan Frontriver Sungai Mekong. Untuk pergi ke Siem Reap, waktu itu kami menggunakan jalur darat yang memakan waktu sekitar enam jam dari Phnom Penh. Saya kurang tau apakan ada jalur udara, tetapi yang jelas jalur darat ini buat saya mengasyikkan (walapupun menurut teman2 saya perjalanannya lama dan membosankan, hehe). Kami melewati beberapa provinsi, seperti Kampong Chhnang, kampong thum, mong dal lain-lain. Sepanjang perjalanan pemandangan yang kami saksikan adalah padang rumput (lumayan gersang dan tidak beraturan), beberapa rumah penduduk, dan kawasan semacam hutan. Jalannya lumayan lurus, hanya saja terlalu kecil dan berbatu-batu. Saya sama sekali tidak ambil pusing dengan itu karena saya pernah mengalami lebih dari 24 jam perjalanan Bandung-Bengkulu dengan jalan yang udah mah jelek belok2 pula, hehe. Selama perjalanan, kami satu kali berhenti di semacam rest area (saya bilang semacam karena tepatnya nggak sebagus rest area di Indonesia atau seperti yang sering kita tonton di film2 latin). Rest Area ini terdapat di Spider Village. Well, nggak salah dinamain desa laba-laba. Turun dari bus, kami langsung dihadang anak-anak kecil yang berjualan gelang dan aksesoris. Oke, all is well, sampai kami sadar ketika anak-anak kecil itu bilang "mister, please buy this, mister, please..." di tangan mereka ada beberapa ekor tarantula. Alamak merinding saya liatnya, akhirnya saya nggak jadi cari toilet dan balik lagi ke bus. Dari bus saya lihat seorang turis barat sedang pucat karena seorang anak meletakkan tarantula di dadanya sambil memaksa si turis untuk membeli dagangannya. Kasihan, tapi saya pengen ketawa juga, hehe.. Di Spider Village ini juga banyak yang jual makanan spektakuler, termasuk di dalamnya tarantula bakar, tarantula goreng dan serangga-serangga krispi lainnya. Saya tentu saja tidak ikutan mencoba, saya adalah pengikut seorang teman yang waktu itu nyeletuk "gue nggak akan makan ituh serangga selama masih ada KFC", ahey! benar juga :D. Oiya, ada cerita menarik dari tour guide waktu itu, Mr. Boray, di perjalanan menuju Siem Reap, di tengah jalan ada sebuah tugu persahabatan Indonesia-Kamboja. Tugu ini ceritanya dibuat sebagai ucapan terima kasih Kamboja kepada Presiden Soekarno yang pada jaman itu banyak membantu kemerdekaan kamboja (saya terharu). Mungkin karena sejarah itulah warga Indonesia diterima dengan sangat baik di Kamboja, ini juga yang membuat saya betah di sana.
Tiba di Siem Reap, kami langsung mencari makanan halal yang ternyata kebanyakan adalah makanan-makanan India. Kami makan Roti Naan dengan kari yang aduhai enaknya, kemudian menuju hotel daaaaaannnn saya menyesal malam itu lebih memilih istirahat ketimbang ikut teman2 saya jalan2. Ternyata mereka pergi ke pusat penjualan oleh-oleh kamboja, semacam pasar malam dan harganya sangat murah meriaah. Yasudahlah, lain kali saya mau keliling malam2 di Siem Reap.
Besok paginya kami langsung menuju Angkor Wat, kompleks candi terbesar di Siem Reap, dan Hey, Siem Reap sekarang masuk dalam salah satu dari tujuh keajaiban dunia... kasihan Borobudur, tapi memang candi2 di Siem Reap layak mendapat gelar itu dari UNESCO. Manajemen cadinya bagus sekali, ditambah lagi dengan hasil pemugaran yang bekerjasama dengan Italia, Spanyol, dan Perancis, makin megah saja candi2nya, nggak percaya bisa dilihat di Filmnya Angelina Jolie, Tomb Rider. Nilai plus juga di sana, rata2 penduduk asli mampu Berbahasa Inggris, termasuk anak2 kecilnya sekali pun, jadi InsyaAllah kita kalo di sana nggak harus pusing bingung karena nggak ngerti Bahasa Khmer. Sekali lagi Kalo pengen tau lebih banyak tentang objek2 wisata lain di Siem Reap bisa baca di sini.
Baiklah, ini adalah sedikit cerita tentang Siem Reap, Ya Allah suatu hari nanti semoga saya punya kesempatan kembali ke sana, amin..
Que tenga un buen fin de semana amigos :)
Where's the spirit :)
| Dia: | Hey hey yg sdh di kosan, lg apa? |
|---|---|
| Saya: | Lagi berurusan sm debuu 3cm :D |
| Dia: | Hm.. lg kluar jiwa babunya yaa hm.. semangaat berjuaang! |
| Saya: | Ah.. ga sopaan, hehe.. baiklah aku akn brjuang dg debu ini :D |
| Dia: | Hey bkn itu mksud aku, brjuang sm debu si gampang, siram pk air jg ilang, ini maksudnya berjuang untuk beberapa bulan kedepan, kamu pasti bisa! :) |
| Saya: | *meleleh* makasih :') |
Ayo! Hidup Sehat!
Sebelum banyak bercerita, saya ingin bilang, kangeeeeeen blogspot ini setelah liburan lebaran. Masih di bulan syawal juga saya mau minta siapa pun yang saya kenal untuk memaafkan salah-salah saya, apalagi dalam tulisan-tulisan yang bisa saja kurang berkenan di blog ini.
Well, saya baru saja sembuh dari sakit. Seminggu yang lalu saya pulang dari kampung halaman dengan penerbangan malam. Bersiap-siap dari rumah dari jam 10.00 pagi dan karena berbagai hambatan (delay dan blablabla berbagai masalah mengejutkan yang malas saya ceritakan, cukup diingat dan buat pelajaran saja), saya tiba di jatinangor jam 02.00 dini hari berikutnya. Selama perjalanan malam itu tentu saya kedinginan dan merasa lapar, tapi karena masalah-masalah yang beruntut dan tidak terduga, rasa lapar dikalahkan oleh rasa malas (dan bete, hehe). Tiba di kosan malah santai2 sampai pagi, dilanjutkan dengan beres2 kamar yang udah sebulan ditinggal. Tengah hari kerjaan saya beres dan setelah perut meronta-ronta plus badan gemeteran, barulah saya beli makan. Alhamdulilah perut kenyang hati senang. Sore sekitar jam 05.00, tiba2 saya merasa mual, sangat mual, eh nggak, bahkan terlaluuu mual tak tertahankan. Teman menyarankan saya untuk memuntahkan isi perut supaya nggak mual lagi, dan saya lakukan saran itu. Apa lacur penyakit memang, setelah muntah pertama, mualnya sama sekali nggak berkurang, bahkan bertambah. Karena merasa kemungkinan besar saya terserang masuk angin, saya minta tolak angin ke teman. Sayangnya pada akhirnya itu tolak angin juga nggak bertahan lama di perut. Muntah pertama kemudian beranak pinak, kerjaaan saya semaleman cuma bolak balik kamar mandi hingga lebih dari 10 kali. Saya bener2 mual semaleman. Pada akhirnya saya tergeletak lemas setelah perut saya benar2 kosong, berdiri pun tak mampu lagi.
Sedihnya sakit di kosan, plus sindrom homesick karena baru banget dari rumah.
Besok paginya saya berobat ke UPT Klinik Padjadjaran daaaan disana si pak dokternya sedikit menyebalkan.
Dokter: Jadi apa keluhannya?
Saya: Saya semaleman mual muntah2 dok, sebelumnya saya habis perjalanan jauh, malam, dan nggak makan sampai besoknya
Dokter: Oh, coba kita periksa
selanjutnya saya menjalani pemeriksaan. Setelah selesai dan kembali ke meja konsultasi.
Dokter: Jadi kamu nggak makan dari perjalanan itu sampai besoknya?
Saya: Iya dok
Dokter: Itu namanya cari penyakit *dengan muka lempeng*
Saya: habisnya saya nggak laper dok
Dokter: Iya, tapi seenggaknya kan kamu bisa minum air hangat, kalo kayak gini emang bener cari penyakit *masih dengan muka super lempeng*. Akibatnya lambung kamu yang mesti kerja keras dan ngeradang.
Saya: *speechless*
Akhirnya saya diberi obat untuk lambung dan mual. Alhamdulilah saya sekarang sudah sangat baikan.
Sebenarnya setiap tahun selama kuliah saya selalu mengalami satu kali penyakit kayak begini, gastritis, daaaan penyebabnya masih sama, pola makan yang tiba-tiba berubah (dari di rumah yang makan+tidur sangaaat teratur langsung ke kosan dengan hidup barbar) ditambah telat makan, perfecto!
Tahun lalu paling parah, seusai KKN, karena pola hidup yang berubah saya jadi malas makan, malas keluar mencari makan, malas memasak makanan dan saya merasa nggak lapar (ternyata lambung saya lapar), jadilah ketika makan, saya malah mual dan nggak bisa menelan apa pun, bahkan air minum pun enggak. Saya hampir nggak bisa beranjak dari tempat tidur. Tahun lalu saya berjanji (eh 2 tahun lalu juga, eh 3 tahun lalu juga) untuk mengatur pola makan saya dan nggak lagi males makan musiman, tapi tiap tahun juga janji itu saya langgar.
Saya kalo lagi sadar akan makan 3 kali sehari, tapi kalo lagi nggak sadar bisa maleeeees banget makan nasi dan nggak laper, karena itulah saya biasanya selalu menyiapkan cemilan di kosan. Buat jaga-jaga kalo lupa makan seenggaknya ada cemilan isi perut saya.
Tahun lalu, dokter yang ngobatin saya sampe ngasih saya catatan tentang gaya hidup saya yang harus diubah. sampe sekarang masih disimpan. Intinya makan teratur, tidur tepat waktu dan olahraga (bukan sekedar aktivitas fisik).
Anak kosan kebanyakan meremehkan kesehatan. Makan semaunya, begadang tiap malam, dan malas olahraga, udah mah gaya hidup begitu masih merasa sehat. Saya juga seringkali begitu. Mungkin kita nggak merasa lapar tapi lambung kita terus kerja dan perlu diisi. mungkin kita nggak merasa ngantuk tapi otak kita juga butuh istirahat, dan mugkin walaupun nggak olahraga kita merasa tetap bisa hidup tapi memang benar dengan olahraga kualitas hidup kita lebih baik (I've felt it).
Ah, saya kapok dengan peradangan lambung. Saya nggak mau lagi sakit begitu. Saya akan berusaha menjalankan 3 pesan dokter baik hati tahun lalu itu, saya juga nggak mau cari penyakit, nggak mau ngerepotin orang lain, semangaaaat hidup sehaaaat :)
"Beruntunglah kamu yang merasakan sakit karena saat sakitlah kamu akan mengingat rasanya sehat, dan semoga kamu jadi bersyukur karena-nya" (quote Pak Hartono, guru agama kelas XI dulu)
Well, saya baru saja sembuh dari sakit. Seminggu yang lalu saya pulang dari kampung halaman dengan penerbangan malam. Bersiap-siap dari rumah dari jam 10.00 pagi dan karena berbagai hambatan (delay dan blablabla berbagai masalah mengejutkan yang malas saya ceritakan, cukup diingat dan buat pelajaran saja), saya tiba di jatinangor jam 02.00 dini hari berikutnya. Selama perjalanan malam itu tentu saya kedinginan dan merasa lapar, tapi karena masalah-masalah yang beruntut dan tidak terduga, rasa lapar dikalahkan oleh rasa malas (dan bete, hehe). Tiba di kosan malah santai2 sampai pagi, dilanjutkan dengan beres2 kamar yang udah sebulan ditinggal. Tengah hari kerjaan saya beres dan setelah perut meronta-ronta plus badan gemeteran, barulah saya beli makan. Alhamdulilah perut kenyang hati senang. Sore sekitar jam 05.00, tiba2 saya merasa mual, sangat mual, eh nggak, bahkan terlaluuu mual tak tertahankan. Teman menyarankan saya untuk memuntahkan isi perut supaya nggak mual lagi, dan saya lakukan saran itu. Apa lacur penyakit memang, setelah muntah pertama, mualnya sama sekali nggak berkurang, bahkan bertambah. Karena merasa kemungkinan besar saya terserang masuk angin, saya minta tolak angin ke teman. Sayangnya pada akhirnya itu tolak angin juga nggak bertahan lama di perut. Muntah pertama kemudian beranak pinak, kerjaaan saya semaleman cuma bolak balik kamar mandi hingga lebih dari 10 kali. Saya bener2 mual semaleman. Pada akhirnya saya tergeletak lemas setelah perut saya benar2 kosong, berdiri pun tak mampu lagi.
Sedihnya sakit di kosan, plus sindrom homesick karena baru banget dari rumah.
Besok paginya saya berobat ke UPT Klinik Padjadjaran daaaan disana si pak dokternya sedikit menyebalkan.
Dokter: Jadi apa keluhannya?
Saya: Saya semaleman mual muntah2 dok, sebelumnya saya habis perjalanan jauh, malam, dan nggak makan sampai besoknya
Dokter: Oh, coba kita periksa
selanjutnya saya menjalani pemeriksaan. Setelah selesai dan kembali ke meja konsultasi.
Dokter: Jadi kamu nggak makan dari perjalanan itu sampai besoknya?
Saya: Iya dok
Dokter: Itu namanya cari penyakit *dengan muka lempeng*
Saya: habisnya saya nggak laper dok
Dokter: Iya, tapi seenggaknya kan kamu bisa minum air hangat, kalo kayak gini emang bener cari penyakit *masih dengan muka super lempeng*. Akibatnya lambung kamu yang mesti kerja keras dan ngeradang.
Saya: *speechless*
Akhirnya saya diberi obat untuk lambung dan mual. Alhamdulilah saya sekarang sudah sangat baikan.
Sebenarnya setiap tahun selama kuliah saya selalu mengalami satu kali penyakit kayak begini, gastritis, daaaan penyebabnya masih sama, pola makan yang tiba-tiba berubah (dari di rumah yang makan+tidur sangaaat teratur langsung ke kosan dengan hidup barbar) ditambah telat makan, perfecto!
Tahun lalu paling parah, seusai KKN, karena pola hidup yang berubah saya jadi malas makan, malas keluar mencari makan, malas memasak makanan dan saya merasa nggak lapar (ternyata lambung saya lapar), jadilah ketika makan, saya malah mual dan nggak bisa menelan apa pun, bahkan air minum pun enggak. Saya hampir nggak bisa beranjak dari tempat tidur. Tahun lalu saya berjanji (eh 2 tahun lalu juga, eh 3 tahun lalu juga) untuk mengatur pola makan saya dan nggak lagi males makan musiman, tapi tiap tahun juga janji itu saya langgar.
Saya kalo lagi sadar akan makan 3 kali sehari, tapi kalo lagi nggak sadar bisa maleeeees banget makan nasi dan nggak laper, karena itulah saya biasanya selalu menyiapkan cemilan di kosan. Buat jaga-jaga kalo lupa makan seenggaknya ada cemilan isi perut saya.
Tahun lalu, dokter yang ngobatin saya sampe ngasih saya catatan tentang gaya hidup saya yang harus diubah. sampe sekarang masih disimpan. Intinya makan teratur, tidur tepat waktu dan olahraga (bukan sekedar aktivitas fisik).
Anak kosan kebanyakan meremehkan kesehatan. Makan semaunya, begadang tiap malam, dan malas olahraga, udah mah gaya hidup begitu masih merasa sehat. Saya juga seringkali begitu. Mungkin kita nggak merasa lapar tapi lambung kita terus kerja dan perlu diisi. mungkin kita nggak merasa ngantuk tapi otak kita juga butuh istirahat, dan mugkin walaupun nggak olahraga kita merasa tetap bisa hidup tapi memang benar dengan olahraga kualitas hidup kita lebih baik (I've felt it).
Ah, saya kapok dengan peradangan lambung. Saya nggak mau lagi sakit begitu. Saya akan berusaha menjalankan 3 pesan dokter baik hati tahun lalu itu, saya juga nggak mau cari penyakit, nggak mau ngerepotin orang lain, semangaaaat hidup sehaaaat :)
"Beruntunglah kamu yang merasakan sakit karena saat sakitlah kamu akan mengingat rasanya sehat, dan semoga kamu jadi bersyukur karena-nya" (quote Pak Hartono, guru agama kelas XI dulu)
Subscribe to:
Posts (Atom)

