Sejak beberapa waktu lalu, saya dihinggapi heboh-hebohnya persiapan KKN beberapa teman kosan dan mantan teman kosan saya, bukan hanya itu, saya juga sedang setres-setresnya mengurusi adik saya hingga pulang dan packing barang-barang untuk pindah kosan.
Saya akn muli dari cerita teman kosan saya. Saya adalah tipe mahasiswa yang betah di kosan, jarang pulang ke rumah (yaiyalah, rumahmu jauh wid!). Walaupun nggak dekat dengan semua orang di kosan, tapi sebagian besar lumayan akrab dengan saya, terutama yang dulunya juga sekosan dengan saya. Ceritanya dulu di tahun pertama dan ke dua, saya ngekos di daerah Pangdam, Jatinangor, Alhamdulilah saya dekat sekali dengan semua anak-anak di sana, kami menamai diri 'Jasmine Crew' sesuai dengan nama kosan. Sampai hari ini kami masih solid, masih suka kumpul-kumpul walaupun nggak sering. Di tahun ke dua saya ngekos di Jasmine, masuklah anak-anak baru, angkatan 2007 dari berbagai jurusan. karena di lantai atas saya sendiri yang angkatan 2006, jadilah mereka memanggil saya 'mami' (padahal apa hubungannya cobaa?). Walaupun nggak suka dipanggil mami, saya nggak keberatan selama yang manggil mereka. Usia kami memang beda satu tahunan, tetapi kadang kelakuan saya lebih labil. Banyak kejadian yang kami lewati di Jasmine, semua masih terekam jelas di kepala saya, kadang saya kangeeen banget sama masa-masa kami semua masih satu kosan. Setiap ada masalah, mereka yang pertama ada buat saya. Mereka mungkin tong sampah saya yang unlimited, teman yang bahkan lebih dari kayak pacar, selalu ada buat saya, 24 hours services (kayak band temen saya :D). Waktu kamar saya kemalingan, saya nangis kayak orang setres, mereka nungguin saya, nemenin berjam-jam di kantor polisi. Waktu suatu pagi telapak tangan saya robek kena pecahan gelas dan saya nangis (lagi) nggak bisa apapun karena ketakutan, mereka yang ngeberhihin luka dan membalut luka saya sampai mereka telat ke kampus dan ketinggalan buku di kosan. Dan banyak lagi di waktu-waktu yang lain, mereka selalu jadi first aid buat saya. Kami melewatkan banyak waktu menyenangkan bersama, menonton pertandingan bulutangkis bersama di TV sambil tidur bersama di atas satu karpet, teriak-teriak menyoraki, saling support di setiap ujian, bercerita bersama panjang lebar tanpa beban dan tentu saja saling membantu. Saya paling benci cicak, paling takut cicak, dan mereka adalah orang yang siap membantu mengeluarkan cicak dari kamar saya, meskipun butuh waktu lama dan menguras keringat (saya sangat berterimakasih untuk ini teman). Pernah suatu hari mereka semua panik karena saya dipanggil-panggil namun tidak juga keluar kamar, digedor-gedor juga tidak merespon. Mereka mengira saya kenapa-kenapa di kamar, ternyataa, saya sedang mendengarkan walkman, dan saya baru sadar setelah 1 side kaset habis saya dengarkan, kocak sekali, ketika saya sadar, ramai sekali orang di depan kamar saya. Ah! mereka sudah seperti keluarga buat saya. Sayang sekali, setelah satu tahun bersama, tepatnya memasuki tahun ketiga saya, kami berpencar kosan, sebagian di Simpang Sayang, sebagian di Ciseke, dan sebagian lagi bersama saya di Sukawening. Meskipun berpisah, kami masih punya waktu sesekali berkumpul lengkap dan melakukan hal-hal gila bersama. Itu cerita tentang Jasmine lengkap. Sekarang saya sekosan dengan 3 member Jasmine, dan kami tetap solid, melakukan (lebih) banyak hal gila bersama. Saya akan kangen masa-masa kami bertingkah sangat labil lalu tertawa lepas, atau sekedar duduk dan makan bersama sambil menonton dorama Jepang. Saya akan kangen dianggap sebagai orang yang lebih suhu alias lebih dewasa (mereka bilangnya lebih tuaa) dan dimintai pendapat tentang ini itu sama mereka. Saya akan kangen duduk bareng di sofa depan TV dan curhat-curhat kampus, atau saat kami heboh patungan membeli sayuran dan masak bersama, Ah! akan kangen semuanya.
Ketika saya pertama kali menjadi anak kos, Ibu saya mengingatkan bahwa saya di sini sendirian, bahwa saya harus bertingkah baik dengan teman kosan saya, mereka adalah keluarga saya di sini yang kalau terjadi apa-apa dengan saya, mereka adalah yang pertama yang akan menolong saya, bukan saudara saya di bandung ataupun di jakarta. Dan sekarang saya benar-benar paham maksud Ibu.
selain itu juga, Ibu kos saya sekarang sangatlah baik, kami semua seringkali bon sarapan, bon cuci selimut, sepatu, dan lain-lain. Ibu juga sering mengingatkan kami mengenai hal-hal penting. setiap malam, saat orang-orang seusianya sudah tidur, Ibu (begitu saya memanggil Ibu kos saya) malah masih patroli memastikan pintu-pintu sudah terkunci dan tidak ada yang mencurigakan. Ketika saya sakit parah nggak bisa bangun, Ibu yang membuatkan bubur untuk saya, ketika saya harus pergi subuh KKN, Ibu yang menyiapkan sarapan dan ojeg. Setiap bulan puasa, saya akan kangen suara Ibu yang membangunkan saya "neng, neng wida, sahur neng..", dan lalu saya dengan mata setengah terpejam akan menuju Ibu, mengambil makanan. Pernah suatu ketika jempol kanan saya bengkak terkilir saat main basket. Makin lama makin bengkak dan berwarna biru, akhirnya bisa sembuh diurut Ibu, Ah! terimakasih Ibu.
Well, semuanya terasa sangat lancar hingga hari ini, hari ini saya harus pindah kosan, ke kosan bulanan di daerah Cibeusi. Sebenarnya saya sudah packing sejak hampir seminggu yang lalu, tp entah kenapa perasaan saya baru hancur hari ini ^_^
Hari ini barang-barang saya akan diangkut ke kosan baru, berat sekali meninggalkan semua yang ada di sini walaupun mau tidak mau saya pasti pindah, hanya masalah waktu. Saya makin nyesek ketika mereka (anak-anak jasmine) berangkat KKN tadi pagi, saya beberapa hari ini sibuk membantu mereka packing dan menyiapkan segala kebutuhan KKN, ah entah bagaimana jadinya sebulan ini tanpa mereka, hehe..
Besok, saya akan sudah tinggal di kosan baru, dengan orang-orang baru juga, semoga semuanya lancar..
Terimakasih Jasmine Crew, terimakasih Ibu kosan, semoga Allah membalas kebaiakan kalian, amin.. I love you all..
Ketika saya pertama kali menjadi anak kos, Ibu saya mengingatkan bahwa saya di sini sendirian, bahwa saya harus bertingkah baik dengan teman kosan saya, mereka adalah keluarga saya di sini yang kalau terjadi apa-apa dengan saya, mereka adalah yang pertama yang akan menolong saya, bukan saudara saya di bandung ataupun di jakarta. Dan sekarang saya benar-benar paham maksud Ibu.
selain itu juga, Ibu kos saya sekarang sangatlah baik, kami semua seringkali bon sarapan, bon cuci selimut, sepatu, dan lain-lain. Ibu juga sering mengingatkan kami mengenai hal-hal penting. setiap malam, saat orang-orang seusianya sudah tidur, Ibu (begitu saya memanggil Ibu kos saya) malah masih patroli memastikan pintu-pintu sudah terkunci dan tidak ada yang mencurigakan. Ketika saya sakit parah nggak bisa bangun, Ibu yang membuatkan bubur untuk saya, ketika saya harus pergi subuh KKN, Ibu yang menyiapkan sarapan dan ojeg. Setiap bulan puasa, saya akan kangen suara Ibu yang membangunkan saya "neng, neng wida, sahur neng..", dan lalu saya dengan mata setengah terpejam akan menuju Ibu, mengambil makanan. Pernah suatu ketika jempol kanan saya bengkak terkilir saat main basket. Makin lama makin bengkak dan berwarna biru, akhirnya bisa sembuh diurut Ibu, Ah! terimakasih Ibu.
Well, semuanya terasa sangat lancar hingga hari ini, hari ini saya harus pindah kosan, ke kosan bulanan di daerah Cibeusi. Sebenarnya saya sudah packing sejak hampir seminggu yang lalu, tp entah kenapa perasaan saya baru hancur hari ini ^_^
Hari ini barang-barang saya akan diangkut ke kosan baru, berat sekali meninggalkan semua yang ada di sini walaupun mau tidak mau saya pasti pindah, hanya masalah waktu. Saya makin nyesek ketika mereka (anak-anak jasmine) berangkat KKN tadi pagi, saya beberapa hari ini sibuk membantu mereka packing dan menyiapkan segala kebutuhan KKN, ah entah bagaimana jadinya sebulan ini tanpa mereka, hehe..
Besok, saya akan sudah tinggal di kosan baru, dengan orang-orang baru juga, semoga semuanya lancar..
Terimakasih Jasmine Crew, terimakasih Ibu kosan, semoga Allah membalas kebaiakan kalian, amin.. I love you all..
Jasmine Crew
Ibu Kosan
