Tuesday, June 8, 2010

Zeitgeist


Hola amigos, ceritanya saya akhir2 ini kebanyakan curhat di blog ini, hehe.. udah lama nggak menulis tentang Hubungan Internasional jadinya tulisan ini saya keluarkan juga di blog, semoga bermanfaat. ini review saya buat untuk memenuhi tugas mata kuliah Filsafat dan Metodologi dalam Hubungan Internasional semester lalu, bahasanya nggak berat kok, jadi... enjoy :)

Zeitgeist adalah sebuah film dokumenter yang dibuat oleh Peter Joseph pada tahun 2007. Film ini berisi berbagai macam konspirasi, mulai dari asal mula agama kristian, serangan terorisme 11 September, dan mengenai sistem perbankan dunia.

Bagian pertama film menunjukkan berbagai fakta yang merujuk pada konsep bahwa dunia dan alam semesta ini tercipta secara kebetulan dan degan begitu saja. Ini tentu berbalik sekali dengan kepercayaan orang yang beragama bahwa dunia ini diciptakan oleh ‘yang menciptakan’. Film ini teurtama manunjukkan konspirasi mengenai mitos Jesus Christ, dikaitkan dengan kepercayaan mesir kuno. Jesus Christ dianggap sebagai mitos yang sengaja dibuat dengan mengikuti kepercayaan mesir kuno dan sedikit ditambah dengan beberapa mitos dari kitab orang Yahudi. pada akhirnya film ini menegaskan bahwa Jesus Christ adalah karakter fiksi yang tidak benar-benar ada, yang dibuat dari mitos-mitos, ritual-ritual dan simbol-simbol.

Menurut saya, agama sesungguhnya memiliki epistemologi yang berbeda dengan epistemologi modern saat ini. Epistemologi modern saat ini menekankan pada segala sesuatu yang sifatnya empiris dan hanya dalam taraf kesadaran manusia yang peling rendah, sedangkan dalam agama, ada yang disebut alam halus dan alam bawah sadar dan dunia ini tidak hanya sebatas materi yang dapat diinderakan saja, melainkan mencakup semua isi dunia (termasuk yang tidak terinderakan) dengan penciptanya. Dilihat dari sisi liberalisme, film ini memiliki hak untuk menyebarkan argumen-argumen si pembuatnya, tetapi ternyata tidak smeua orang lantas langsung percaya begitu saja dengan konspirasi ini. Banyak juga orang yang tetap bertahan pada idealismenya. Sehingga meskipun pada akhir bagian pertama film ini dikatakan bahwa agama adalah perbudakan, mitos yang mengontrol masyarakat, namun faktanya tetap banyak orang yang beragama di dunia ini. Dan bagi saya sebagai seorang muslim, agama tentu saja bukan perbudakan. Jika Peter Joseph menemukan berbagai mitos dalam Injil (yang saat ini), maka saya mengingat bahwa bagi kaum muslim, Injil kaum Kristian adalah sebenarnya Injil yang sudah tidak murni lagi sehingga mitos yang dikemukakan oleh Joseph tidak ada berpengaruh terhadap agama saya, apalagi sampai membuat saya mengubah pola pikir saya atas agama saya.

Dalam bagian ke dua film ini diceritakan bahawa serangan teroris 11 september terhadap WTC adalah sebuah konspirasi, sebuah kebohongan besar. Peter Joseph menyebutnya sebagai “criminal elements within the US government staged a ‘flash flag’ terror attack on its own citizen, in order to manipulate public perception into supporting it’s agenda”. Dijelaskan pula bahwa ada kontrol terhadap masyarakat untuk memberikan gambaran atas apa yang disebut dengan ‘terorisme’ sebagai musuh bersama melalui manipulasi kelompok-kelompok tertentu yang dibayar untuk melakukan aksi teror dibawah kendali mereka.

Dalam realita hubungan internasional, menurut teori realisme, negara dibenarkan melakukan apa saja untuk mencapai kepentingannya, termasuk juga seperti yang diceritakan dalam film ini (jika itu pun benar). Kenyataannya negara juga dikuasai oleh sekelompok orang (pemerintah) yang bisa melakukan apa saja dengan kekuasaan itu demi kepentingan mereka, namun jika sampai pada tahap membuat kosnpirasi dengan memusnahkan manusia, tentu saja tidak bisa dibenarkan, melanggar HAM dan mengganggu stabilitas perdamaian di dunia ini.

Bagian ketiga dari film ini menceritakan mengenai konspirasi perbankan internasional yang menurut Peter Joseph hanya dikuasai oleh beberapa orang saja sejak jaman dulu. Bahkan diceritakan juga bagaimana konspirasi Perang Dunia I dan Perang Dunia 2 yang sengaja dibuat untuk mendapatkan keuntungan. Perang bagi bankir internasional adalah hal yang paling menguntungkan. Contohnya pada Perang Dunia I, mereka mendapatkan keuntungan 200 juta USD sementara perang hanya menghabisakan 30 juta USD saja. Diceritakan juga bagaimana kehidupan manusia saat ini dikontrol oleh apa yang disebut sebagai ‘the large company’ dimana sebenarnya manusia tidak benar-benar diberikan pendidikan, tetapi malah diberi lebih banyak hiburan melalui berbagai media agar tidak banyak berpikir. Ini berarti secara tidak langsung hidup manusia dikontrol dan pada akhirnya kontrol ini akan membentuk ‘world government’ dengan sebagian orang tadi sebagai penguasa.

Menurut saya berbicara mengenai ekonomi, pasti akan selalu ada golongan yang menguasai setiap transaksi yang terjadi. Dari kebanyakan transaksi ini, akan terkostruk mengenai siapa yang menjadi hegemon (yang menguasai secara dominan dan paling berpengaruh), hal ini tidak bisa dihindari. Jika sekelompok orang memanfaatkan hampir seluruh manusia di bumi ini sebagai sumber keuntungan mereka, maka tidak dapat dibenarkan.

well, saya selalu bingung kalo ngomongin masalah konspirasi. kalo kata Aquinas, teori konspirasi bisa dipakai jika benar2 diyakini dan lalu kemudian baru berusaha membuktikannya, buat saya kalo semua yang diceritakan di film ini adalah konspirasi, bukan tidak mungkin si pembuat film ini juga sedang berkonspirasi, hehe.. tapi setiap orang bebaslah berpendapat, toh ini negara demokrasi bukaan ^^

2 comments:

thisisrizka said...

hehe, aku belum nonton.. :P

Wida Wulasari said...

hehe, tonton deh caa, nggak ngebosenin kok :)