Saturday, December 19, 2009

Avatar, mengingatkan akan...

poster avatar
(http://media.daemonsmovies.com/wp-content/uploads/2009/12/avatar_poster2.jpg)


saya barus aja pulang dari PVJ menonton film avatar, eits, sesungguhnya avatar yang ini sama sekali tidak berhubungan dengan avatar, the legend of ang.
perjalanan hari ini dimulai dengan menukarkan uang dollar sisa praktikum ke Golden Money Changer Dago bersama dina dan gama, kemudian dilanjutkan dengan makan siang di BIP. setelah itu masih di BIP, saya dan teman2 nongkrong di J.Co, terus keliling2, liat2 sepatu (tapi nggak nemu yang bagus), beli celana jeans, ke gramedia, dan diakhiri dengan menunggu teman kami nindy yang akan mengajak jalan2. nindy datang setelah hampir magrib, kami lalu makan di Mas Pras, di Dago, semacam tempat makan ayam bakar, tempatnya nyamaan :)
selesai makan kami memutuskan utnuk menonton film di blitz. tadinya kami memilih film 'law abiding citizens', tetapi karena diputar terlalu malam, jadilah kami menonton avatar.
di awal, menurut saya, efek film ini nggak begitu bagus, saya kaya lagi main gamehouse jaman2 SMA. tapi ceritanya tidak membosankan.
selama menonton, saya sering banget inget sama satu negara, nggak usah disebutkan siapa, pasti bisa menebak sendiri.
jadi ceritanya tentara2 mau menguasai perkampungan alien gitu, mereka nggak peduli banyak orang yang mati, yang penting mereka berhasil mencapai kepentingan mereka. terus komandannya pernah bilang gini kira2 "killing first before you're killed.. blablabla..." kalimat demi kalimat si komandan pada bagian ini ngingetin saya sama PREEMTIVE STRIKE. hak istimewa (yang dibuat sendiri) milik negara yg memegang hegemoni duania saat ini.
bukan itu aja, ada juga adegan2 yang menunjukkan egoisme komandan tentara2 itu, dan ini ngingetin saya sama rezim si kakek mantan presiden negara adidaya yang baru aja lengser.
terus pesan moral lagi, film ini nunjukin ke kita betapa manusia nggak care sama lingkungan, si pemeran utama pernah bilang bahwa dia nggak mau kembali ke bumi manusia, "they kill our mother". mother di sini berarti bumi.
ah intinya film yang cukup mengesankan, saya udah ngantuk banget, sekarang udah jam 2 dini hari, pokoknya avatar highly recomended deh :)

Friday, December 18, 2009

First Stop, Cambodia-Phnom Penh


holaa, ini adalah lanjutan cerita praktikum plus plus kami (mahasiswa HI Unpad 2006) ke Kamboja, Thailand, dan Singapura. Tempat yang pertama kami kunjungi adalah Kamboja, setelah transit di Malaysia tentunya. Kami tiba di bandara Phnom Penh sore hari tanggal 29 November. Ketika pesawat hampir mendarat, saya jujur saja merasa agak deg2an, seperti apa negara yang menurut Pak Dodi (pihak travel yang membawa kami) seperti Indonesia 20 tahun yang lalu. Pertama yang terlihat dari pesawat adalah lahan kosong dan hutan2. makin deg2an saja saya, apalagi sejak kegagalan kudeta tahun 1997, kamboja tetap saja kurang stabil.
tiba di bandara, semua kekhawatiran saya menguap, bandaranya bagus, dari segi interiornya, bandara soekarno-hatta dan KLCC menurut saya kalah, tetapi memang bandaranya sangat kecil. di sana kami lagi2 mengurusi fiskal dan keimigrasian. setelah itu lagi2 berfoto2 lalu keluar menuju bus,, lagi2 di sini saya merasa kamboja tidak seperti yang saya bayangkan, bus yang kami gunakan sama saja seperti bus di Indonesia. di parkiran bandara bahkan saya melihat banyak mobil2 bagus.
di dalam bus, kami berkenalan dengan tour guide dari kamboja bernama Mr. Boray, bahasa Inggrisnya bagus sekali dan dia juga sangat ramah. sepanjang perjalanan menuju restoran untuk makan malam, Mr. Boray banyak bercerita pada kami seputar kamboja. jalanan kamboja tidak berbeda dengan jalanan di kota2 di Indonesia, lalu lintasnya terkesan kacau dan macet, TAPIII... suasananya jauh berbeda dengan di negara kita. di kamboja, walaupun sangat macet dan walaupun banyak kendaraan yang semaunya melanggar lampu merah, suasananya tidak panas, dan jangan pernah berpikir akan ada suara klakson norah bersahut2an seperti di Indonesia. sopir bus yang kami naiki pun sabaar sekali dan ternyata Mr.Boray bilang, memang seperti itulah di kamboja, tidak ada suara klakson.
kami melewati beberapa jalan sore itu. kamboja dari segi arsitektur bangunannya memang belum seperti jakarta, tidak banyak gedung bertingkat melainkan banyak apartemen atau rumah susun yang terkesan tidak terawat, seperti tidak berpenghuni. di Phnom Penh, kita bebas mau naik motor bertiga atau berempat (kalau muat, hehe).
di bus, Mr. Boray juga mengajari kami beberapa patah bahasa kamboja, misalnya:
Okun: terimakasih
Knyom: saya
ta neak cmuhwai: siapa kah namamu?
knyom cmuh wida: nama saya wida
well, saya nggak tau pasti tulisannya gimana, apalagi tulisan khmernya, tapi kedengarannya begitu sih :D
tibalah juga kami di 'Mamak's Corner, Halal Foods', sebuah restoran India, kami akan memakan makanan pertama kami di kamboja. setelah menunggu, saya akhirnya mendapatkan bagian saya, sepiring nasi dengan gule daging (mirip rendang), sayur pak choy, cumi, dan telor dadar isi bawang bombay (sebenarnya bawang bombay pake telor, akhirnya saya barter dengan pak choy lagi ke teman saya Tora).
setelah berpose di mamaks, kami melanjutkan perjalanan ke hotel. kembali deg2an rasanya. bagaimanakah bentuk hotel kami nanti, apakah ada lampunya, atau apakah kamar mandinya bersih (ini semua karena stigma bahwa kamboja=Indonesia 20 tahun yang lalu).
hotel berbintang tiga yang kami tumpangi tiu bernama Princess hotel, berlokasi di main road Phnom Penh, tepatnya di 302 Monivong Road. hotel ini lumayan nyaman. setelah mendapat kunci kamar, kami (saya dan dina, teman saya sekamar), lagsung mangangkat koper ke atas, mencuci muka, mandi dan bersiap2 untuk jalan2 malam bersama teman lain.
kami berkumpul di lobi sekitar jam 10 malam (catatan, tidak ada perbedaan waktu antara Indonesia dan Kamboja).
setelah itu kami menyewa tuk tuk (kendaraan khas di sana, satu motor menarik semacam gerobak beratap dan bisa dinaiki 6 orang, hehe). kami akan menuju tempat gaulnya Phnom Penh, yaitu kawasan Front River. setiap tuk tuk yang berisi 6 orang dibayar 5 US dollar. oiya di kamboja, orang2 lebih menghargai uang dollar ketimbang mata uang asli sana.
sampai di front river, saya sedikit tercengang, front River ternyata adalah kawasan di depan SUNGAI MEKONG, yaa, sungai yang kerap kali dibicarakan di mata pelajaran geografi dan ilmu pengetahuan sosial semasa saya sekolah. saya langsung mengucap syukur dalam hati, saya nggak pernah berpikir bisa sampai di sungai mekong. sungai mekong malam hari seperti sungai tempat hiburan, banyak perahu2 yang dijadikan tempat menonton film menggunakan layar lebar, sayang kami tidak berkesempatan menonton di atas perahu.
kawasan di seberang jalan sepangjang sungai mekong sangat ramai malam itu, banyak cafe2 dan toko2 yang masih buka. kami menyusuri front river dan mampir di beberapa toko (membeli minuman dll). saya sangat terkesan, orang kamboja ramah2, di salah satu toko yang menjual pulsa, saya sempat disapa oleh seorang penjaganya, kira2 dialog kami begini:
Mbak X: Excuse me (sambil senyum)
Saya: yes please.. (balik senyum)
Mbak X: where are you from?
Saya: Oh, I'm from Indonesia
Mbak X: Oh, Indonesi, okay..
Saya: hmm, why, is there anything wrong?
Mbak X: oh, no, I thought you're from Malaysia because you looks like a malaysian, I have a friend in malaysia, he often brought some malaysian to come here, I thought you're from his group
Saya: oh noo, I'm Indonesia, excuse me.. (saya senyum sambil keluar toko)
Mbak X: oh ya, thankyou very much, have a nice trip (senyum juga)
well, saya agak bingung apakah muka saya ini mirip muka malaysia? (eh emang apa bedanya muka malaysia sama indonesia?). nantinya sepanjang trip ini, saya akan beberapa kali dikira orang malaysia.
perjalanan kami akhirnya berhenti di sebuah Pasar Malam. disana sedang ada sebuah panggung. suasana malam itu ramai sekali, kami berkeliling ke tempat2 jualan, melihat2 dan sesekali menonton pemuda2 yang menyanyi di panggung (entah kenapa mereka nyanyi lagu mandarin). di pasar malam ini saya sedikit takjub, kamu bisa bilang tempat ini seperti jatos, hehehe.. ada orang yang berdandan sangat rapi, memakai dress dan make up total, tetapi ada juga yang hanya memakai sendal jepit dan baju tidur. ini kemudian menjelaskan pada saya secara tidak langsung tentang tingginya kesenjangan sosial di sana..
setelah puas ngetawain apa pun yang ada di sana (toh nggak ada yang mengerti bahasa kita, hehe), kami kembali ke jalan awal dimana kami diberhentikan oleh tuk tuk tadi. saya agak takut di sana, di depan sebuah cafe yang kami lewati, tepat di depan sebuah meja cafe yang berada di trotoar jalan, saya melihat seorang laki2 entah sudah mati atau tertidur, sangat kaku. dan anehnya, meskipun ada orang yang kaku di pinggir jalan dengan pose tangan meregang, bule2 yang duduk di meja cafe itu cuek saja, bahkan penjaja2 tuk tuk di sana juga tenang2 saja. saya deg2an tapi berusaha cool di depan teman2 saya, dan saya yakin mereka juga menakutkan hal yang sama.
well, hari sudah larut malam, kami langsung kembali ke hotel dan tertidur lelap. besok kami akan mulai mengunjungi KBRI Kamboja dan tempat2 wisata lainnya, ah cant wait to see Genocide Museum :)
***Bersambung

Thursday, December 17, 2009

I'm now legally 21 :)


hola amigos, a week ago, I've just got my 21st birthday.. so many messages, so many walls, so many phonecalls... deeply from my heart, I thank you all for those.
my 21st birthday begin with a message from my mate, Andris (thanks so muchoo dear andris), then my best friend in SMA, ega (I was touched by your messages that night ga), then I forgot, my phone suddenly busy with others birthday messages. when I wanted to continue sleeping, I saw a light from my door then someone knocked it.. I asked who but no answer, the man outside just keeped knocking. I finally open my door and tadaaa...
"happy birthay to you..
happy birthday to you
happy birthday.. happy birthday..
happy birthday to you.."
my beloved neighbours, Lina and Thita bought me a birthday cake as a surprise, thankyou dearr, I love you^^
in the morning I've got a phonecall from my home, I was really happy.
on the night after, icha visited me and bought me two cute brooches (thankyou darl :D)
and the next day, when I came to nita's room, my SMA's friend, she shocked me too with a cheesecake and a cup of lemon ice cream (thankyouu nitaa).
and I also grateful to God for giving me so many nice friends (thankyou for all the wishes fellas).

actually, what does this "21" means to me??
I have so many words to say about that and if I write it all, my head might be explode.
but I suddenly remember of a pieces of a nice songs.. this is maybe my "21"
:
"Another turning point;
a fork stuck in the road.
Time grabs you by the wrist;
directs you where to go.
So make the best of this test
and don't ask why.
It's not a question
but a lesson learned in time.
It's something unpredictable
but in the end it's right.
I hope you had the time of your life
..."
(Time of Your Life-Greenday)

Wednesday, December 16, 2009

On Our Way to Cambodia




berpose di Soekarno Hatta International Airport :)

holaa amigos..
beberapa waktu saya telah absen dari blog karena adanya praktikum profesi, sekarang saya mau balas dendam, mau ngepost yang banyaak :D
FYI, saya baru aja ganti lay out, kembali ke layout lama favorit saya *blacky one karena layout kemaren, yang lucu itu ngga praktis dan ada beberapa kelemahan dibanding yang ini.
tepatnya tanggal 28 November pukul 23.00, saya dan teman2 yang mengikuti praktikum profesi ke ASEAN berkumpul di Pangdam, Jatinangor. setelah menjemput teman lain di bandung, kami segera menuju ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta. guess what, ketika check in dibuka pukul 06.00, kami tiba di sana pukul 03.00.
jam segitu di bandara membuat kami semua kedinginan..
well, to be honest, I was so excited, deg2an, nervouslah, ini kali pertama saya ke luar negeri. saya bahkan masih merasa seperti mimpi. I mean you know than I grow up in a small town, ga pernah kepikiran ke luar negeri deh. Tinggal di Curup (kota saya) juga udah seneng apalagi mau lihat negara orang ^^
setelah check in, kami langsung ngurusin bebeas fiskal ke pihak imigrasi. berhubung saya waktu itu masih berumur 21 tahun kurang 2 minggu, maka saya bisa bebas fiskal langsung (padahal saya udah buat NPWP, hehe). si petugas imigrasinya bilang "yaudah nanti kalo kamu udah ulang tahun baru kesini lagi" ketika saya kurang yakin bisa lolos tanpa menyerahkan fotokopi NPWP.
setelah menunggu beberapa saat.. OMG, tibalah saatnya kami terbang menuju kuala lumpur untuk transit, tetapi tidak lupa kami berfoto2 sebelum itu, hehe..


Transit di KL poto2 dulu *photos by banyak orang :D
setibanya di kuala lumpur, lagi2 kami ngurusin masalah imigrasi dan teman2nya dulu. setelah itu kami makan siang bersama di restoran 'Taste Asia'. makanannya enak, saya mengambil nasi, kuah kari, calamari pedas, dan ikan laut, yummiee^^
setelah makan, saya da beberapa orang teman sholat di musholla bandara, saya seneng banget bisa nyicipin solat di malaysia :)
setelah itu seperti biasa sesi foto2, kemudian kami menuju ke terminal keberangkatan ke kamboja, sebelum itu kami melewati toko coklat dan candies, hmm.. menggoda sekali, tetapi berhubung ngga punya duit ringgit, jadilah kami hanya icip2 saja, manisnyoo^^
and the real journey began there. akhirnya kami terbang menuju kambojaaa :)
*bersambung...