Showing posts with label Places. Show all posts
Showing posts with label Places. Show all posts

Sunday, July 11, 2010

Everybody Left Africa

Final yang mengharu-biru
Hola Amigos *diucapkan dengan sepenuh hati setelah espana juara 1 World Cup 2010 :D
saya baru saja menangis haru, seperti biasa, saya tersentuh melihat kegembiraan spanyol yang berhasil mengalahkan belanda dalam final WC 2010. Dan saya juga sangat sedih melihat muka-muka timnas belanda yang berkaca-kaca, selangkah hampir menjadi juara. kalo saya pengennya dua-duanya jadi juara 1 (kalo bisa empat sama meksiko dan brazil), tapi apa daya, dalam WC, hanya ada satu negara yang jadi juara 1, and I can humbly say that SPAIN DESERVED IT!
Babak pertama final, saya beberapa kali ketiduran semenit dua menit, sumpah saya bosan dan kesal, masa baru di menit 20an udah 4 kartu kuning aja keluar. babak kedua ada yang dadanya ketendang lah, gimana saya nggak kesel nontonnya, ini saya lagi nonton bola apa kungfu sih.. Kalo cerita sama teman laki-laki, pasti mereka bilang biasa aja main bola kayak begitu, tapi harap maklum, saya kan cewek, jadi memiliki pandangan yang berbeda tentang permainan-permainan bola di WC, dan hm.. saya cenderung menjadi sedih ketika pemain kulit berwarna yang kalah (misal:negara-negara afrika). Entah mengapa saya merasa kasihan, mereka mengalami diskriminasi selama sejarah panjang mereka, masa, sekarang pun, dalam sepak bola mereka harus dikalahkan oleh orang kulit putih, ah kata teman saya sungguh aneh saya ini, tapi begitulah, tidak usah dipikirkan. Pemikiran ini muncul karena saya terlalu banyak membaca sejarah Afrika :D
45 menit kedua juga masih terasa membosankan, 3 menit tambahan, masih saja 0-0, permainan baru seru saat 2x15 menit babak tambahan. Pada akhirnya Spanyol menang diselamatkan oleh gol Iniesta.
Ada lagi yang membuat saya terharu bercucuran air mata (ini bener-bener nangis dari hati). Les spanyol saya udah lewat level 3, tapi tadi waktu coach spanyol dan Iniesta di wawancarai pake bahasa spanyol, saya cuma nangkep, "felicidado, fantastico, muy muy clara, todos, para mi, familia" dan kata-kata simpel lainnya *mampuslah..
saya seperti dilempar bola, dicambuk untuk harus lebih banyak mengulang pelajaran..
Dari awal WC kali ini,tim jagoan saya adalah Brazil, tetapi saya juga mendukung Meksiko (dan negara-negara lain yang saya sukai permainannya).
inilah 3 bintang WC 2010 versi saya (yang nggak terima, yaudah sih, namanya juga versi saya :p)

Ricardo Kaka, tentu saja ini juara 1, saya suka kaka sejak pertama di Milan, waktu itu saya kelas 1 SMA, kaka baru pindah ke Milan dari Sao Paulo, kesan pertama, dia tampan, ah nggak cukup tampan saja... kesan kedua, mainnya juga bagus! belum lagi plus pribadinya yang bagus juga, saya memang nggak kenal dia, tapi seenggaknya media bilang begitu. Biarpun Brazil kalah, nggak apa, di WC 2014, kaka akan sudah berusia 32 tahun, tapi mudah-mudahan masih bisa bertemu, jujur saja di WC kali ini kurang puas melihat performance kaka, pasca kartu merah apalagi, hati saya hancur saat kaka dikasih kartu merah *alay

yang berkostum hitam kuning adalah Iker Casillas, penjaga gawang spanyol. Saya baru benar-benar memperhatikan casillas dalam final WC barusan. saya nggak ngerti bola, tapi saya suka permainannya, casillas selalu berhasil menahan bola. Dan yang membuat saya terharu adalah gayanya itu, dilihat dari cara dia bersikap setelah Iniesta menyumbangkan gol dan spanyol menang, casillas nangis, saya jadi ikutan nangis. Ah.. senang sekali sepertinya.

Beikutnya yang berkostum hijau hitam adalah Dos Santos, Pemain depan meksiko. Menurut saya dia adalah pemain yang bagus, usianya baru 21 tahun. Di WC 2014, dos santos baru akan berusia 25 tahun. Dia masih sangat muda, masih punya banyak waktu untuk jadi bintang, you go dos santos!

Goodbye Africa
Berakhir sudah WC, rasanya baru sebentar, saya belum puas, masih ingin menonton beberapa pertandingan antar negara lagi, dan masih ingin mendengar nama Afrika disebut-sebut. Before this world event, count who care of Africa?
Diskriminasi memang sudah berakhir (seharusnya), namun sebagian besar negara-negara Afrika terkenal dengan kemiskinan dan ketertinggalannya (South Africa is one of the exception). Negara yang dipenuhi gurun dengan cuaca ekstrim, alam yang banyak rusak karena perang saudara puluhan tahun sehingga tidak produktif lagi. Ah, bisakah saya nge-blog di Ethiopia sana.. atau bisakah saya menanam singkong di Sudan. Kadang saya berpikir, bagaimana perasaan orang-orang Afrika melihat kita, saya, kamu, yang keadaannya jauh berbeda dengan mereka, ah tapi sudahlah, saya juga, semakin memikirkan ini, semakin tidak mendapatkan jawaban yang berarti.
Terimakasih Afrika, untuk menjadi tuan rumah, untuk pertama kalinya membuktikan pada dunia bahwa kalian bisa.. saya akan merindukan suara vuvuzuela (yang sesungguhnya tidak saya sukai selama WC 2010).
Doa saya, semoga semua negara Afrika bisa lekas berkembang dan mendapatkan efek positif dari perhelatan WC ini, dan semoga wajah orang-orang tidak serta merta berpaling dan melupakan Afrika, dan... semoga suatu hari nanti saya bisa menginjakkan kaki di Afrika, amin.. :)
Have a well-done busy weekdays amigos!

Tuesday, March 2, 2010

(I wish) My Last Year

we learned together to love our job
let's go to 'Dakken' once more mates :)
we couldnt make it to 'Rumah Sosis' but 'se7en' was enough since we're together :)
time's running out and one of us has been leaving
dont you miss Keyla? that brillian kid :p
we were even gangsters :D
we're tired of our make up but we spent that night together

let's do that silly pose again :D
happy to se you teenagers ;)
I love you full dear jasmine crews :)
with all those ITB'ers, the future engineers
we were so cute in those Yukata :p
I miss the time we mad 'Majalah Dinding' infokomers
I was mad because of Symphonesia 2008, but thanks God you're all with me :)
we are the research department
we were the IR journalists :D
look what we were in our first year :))
Bali was a great experience with La Via Campesina, VIVA Campesina :D
A year ago acting such idiots at ITB :p

hey, I'm just wondering of something this early morning.. when I've just woken up from my short sleep, I suddenly looked at the calendar and realize that this is (should be) my last semester in university. This means I will soon graduate, no longer trouble my parents and can live independently. but on the other hand, I am sad to part with my friends on campus. four years is not a long time but more than enough to know close to the campus and its contents. well, I'm not even good in saying such a parting words though I've experienced it manytimes. it's not like I'm dying without my friends, no.. me and my friends will absolutely have our own way, we'll be totally part when we've had our own life. my future is not depend on them and theirs arent depend on me too. then why do we have to be closed in these last months? it's not because I have no choice, no.. it's just because I dont need any reasons to have friends and so I dont need any reasons to leave anyone but let's stay close these last months :)
*To have a friend, be a friend.

Monday, February 8, 2010

The City of Phnom Penh, Cambodia

I love the so blue sky in front of The Royal Palace.. di seberang saya adalah gedung perwakilan PBB. (photo by. Dina)
The Royal Palace, Istana Raja Kamboja yang masih single dan jago balet


Di depan The Royal Palace banyaaak sekali burung merpati, so beautiful :)
Mekong River
view sepanjang jalan, shoot from our bus
The Biggest Pagoda in Phnom Penh, masih difoto dari bus
City View... I do love the sky :)

Haii.. ini adalah cerita sambungan perjalanan ke beberapa Negara ASEAN di bulan Desember lalu. ceritanya kamitelah sampai di Kamboja dan telah mengelilingi kawasan gaulnya Phnom Penh, yaitu Front River yang persis di depan Sungai Mekong. hari pertama kami mengunjungi KBRI Kamboja, setelah Check out dari Princess Hotel. oiya terjadi kesalahan ketika sarapan pagi. saya dan dina, roommate saya turun masih sangat pagi ke restoran hotel. ada banyak sekali pilihan makanan, nasi dengan lauk daging yang menggoda, nasi goreng, roti, dll. saya mencari yang aman saja, makan nasi goreng (di Kamboja rata2 daging adalah pork/ham). teman saya ada yang makan nasi sama daging, kata mereka dagingnya enak, mereka juga tidak bertanya pada waiter/waitress yang ada, sampai akhirnya Mas Dodi, salah seorang dari pihak travel turun dan bilang "jangan makan daging sembarangan ya, nanti saya tanyakan dulu pada hotel, apakah makanan ini halal...". yaaah, telat, teman2 saya sudah banyak yang menelan daging itu, dan yang bikin mereka mual seketika adalah bahwa ternyata benar, lauk daging yang baru saja mereka makan itu mengandung pork alias daging babi, hehe.. lucu sekali melihat ekspresi teman2 saya waktu itu, awalnya mau marah, tetapi pada akhirnya mereka bilang daging itu enak :D
Di KBRI Kamboja, kami disambut sangat baik, langsung oleh Duber RI untuk Kamboja pada waktu itu, Bapak Nyoman (kabarnya sekarang sudah berganti)).
seminar hari itu diawali dnegan intermezo pihak KBRI yang bertanya apakah Kamboja sesuai dengan bayangan awal kami (sebagai Indoensia 20 tahun lalu, negara miskin, dll). kami menjawab tidak sepenuhnya iya, pada kenyataannya Kamboja biasa saja, mirip2 dengan Indonesia, masalah kemiskinan, saya perlu melakukan penelitian bertahun-tahun disana untuk kemudian memastikan bahwa negara itu memang miskin :D
selesai seminar, kami langsung dijamu makan siang di KBRI, saya ingat sekali, makanannya sangat enak, terutama ikannya.
sepulangnya dari KBRI, kami menuju ke Tuol Sleng (Genocide Museum). saya senang sekali, akhirnya saya bisa kesana. I've been dreaming of visiting Tuol Sleng for a year. next sory I'll tell about Tuol Sleng and its great history :)

Saturday, December 19, 2009

Avatar, mengingatkan akan...

poster avatar
(http://media.daemonsmovies.com/wp-content/uploads/2009/12/avatar_poster2.jpg)


saya barus aja pulang dari PVJ menonton film avatar, eits, sesungguhnya avatar yang ini sama sekali tidak berhubungan dengan avatar, the legend of ang.
perjalanan hari ini dimulai dengan menukarkan uang dollar sisa praktikum ke Golden Money Changer Dago bersama dina dan gama, kemudian dilanjutkan dengan makan siang di BIP. setelah itu masih di BIP, saya dan teman2 nongkrong di J.Co, terus keliling2, liat2 sepatu (tapi nggak nemu yang bagus), beli celana jeans, ke gramedia, dan diakhiri dengan menunggu teman kami nindy yang akan mengajak jalan2. nindy datang setelah hampir magrib, kami lalu makan di Mas Pras, di Dago, semacam tempat makan ayam bakar, tempatnya nyamaan :)
selesai makan kami memutuskan utnuk menonton film di blitz. tadinya kami memilih film 'law abiding citizens', tetapi karena diputar terlalu malam, jadilah kami menonton avatar.
di awal, menurut saya, efek film ini nggak begitu bagus, saya kaya lagi main gamehouse jaman2 SMA. tapi ceritanya tidak membosankan.
selama menonton, saya sering banget inget sama satu negara, nggak usah disebutkan siapa, pasti bisa menebak sendiri.
jadi ceritanya tentara2 mau menguasai perkampungan alien gitu, mereka nggak peduli banyak orang yang mati, yang penting mereka berhasil mencapai kepentingan mereka. terus komandannya pernah bilang gini kira2 "killing first before you're killed.. blablabla..." kalimat demi kalimat si komandan pada bagian ini ngingetin saya sama PREEMTIVE STRIKE. hak istimewa (yang dibuat sendiri) milik negara yg memegang hegemoni duania saat ini.
bukan itu aja, ada juga adegan2 yang menunjukkan egoisme komandan tentara2 itu, dan ini ngingetin saya sama rezim si kakek mantan presiden negara adidaya yang baru aja lengser.
terus pesan moral lagi, film ini nunjukin ke kita betapa manusia nggak care sama lingkungan, si pemeran utama pernah bilang bahwa dia nggak mau kembali ke bumi manusia, "they kill our mother". mother di sini berarti bumi.
ah intinya film yang cukup mengesankan, saya udah ngantuk banget, sekarang udah jam 2 dini hari, pokoknya avatar highly recomended deh :)

Friday, December 18, 2009

First Stop, Cambodia-Phnom Penh


holaa, ini adalah lanjutan cerita praktikum plus plus kami (mahasiswa HI Unpad 2006) ke Kamboja, Thailand, dan Singapura. Tempat yang pertama kami kunjungi adalah Kamboja, setelah transit di Malaysia tentunya. Kami tiba di bandara Phnom Penh sore hari tanggal 29 November. Ketika pesawat hampir mendarat, saya jujur saja merasa agak deg2an, seperti apa negara yang menurut Pak Dodi (pihak travel yang membawa kami) seperti Indonesia 20 tahun yang lalu. Pertama yang terlihat dari pesawat adalah lahan kosong dan hutan2. makin deg2an saja saya, apalagi sejak kegagalan kudeta tahun 1997, kamboja tetap saja kurang stabil.
tiba di bandara, semua kekhawatiran saya menguap, bandaranya bagus, dari segi interiornya, bandara soekarno-hatta dan KLCC menurut saya kalah, tetapi memang bandaranya sangat kecil. di sana kami lagi2 mengurusi fiskal dan keimigrasian. setelah itu lagi2 berfoto2 lalu keluar menuju bus,, lagi2 di sini saya merasa kamboja tidak seperti yang saya bayangkan, bus yang kami gunakan sama saja seperti bus di Indonesia. di parkiran bandara bahkan saya melihat banyak mobil2 bagus.
di dalam bus, kami berkenalan dengan tour guide dari kamboja bernama Mr. Boray, bahasa Inggrisnya bagus sekali dan dia juga sangat ramah. sepanjang perjalanan menuju restoran untuk makan malam, Mr. Boray banyak bercerita pada kami seputar kamboja. jalanan kamboja tidak berbeda dengan jalanan di kota2 di Indonesia, lalu lintasnya terkesan kacau dan macet, TAPIII... suasananya jauh berbeda dengan di negara kita. di kamboja, walaupun sangat macet dan walaupun banyak kendaraan yang semaunya melanggar lampu merah, suasananya tidak panas, dan jangan pernah berpikir akan ada suara klakson norah bersahut2an seperti di Indonesia. sopir bus yang kami naiki pun sabaar sekali dan ternyata Mr.Boray bilang, memang seperti itulah di kamboja, tidak ada suara klakson.
kami melewati beberapa jalan sore itu. kamboja dari segi arsitektur bangunannya memang belum seperti jakarta, tidak banyak gedung bertingkat melainkan banyak apartemen atau rumah susun yang terkesan tidak terawat, seperti tidak berpenghuni. di Phnom Penh, kita bebas mau naik motor bertiga atau berempat (kalau muat, hehe).
di bus, Mr. Boray juga mengajari kami beberapa patah bahasa kamboja, misalnya:
Okun: terimakasih
Knyom: saya
ta neak cmuhwai: siapa kah namamu?
knyom cmuh wida: nama saya wida
well, saya nggak tau pasti tulisannya gimana, apalagi tulisan khmernya, tapi kedengarannya begitu sih :D
tibalah juga kami di 'Mamak's Corner, Halal Foods', sebuah restoran India, kami akan memakan makanan pertama kami di kamboja. setelah menunggu, saya akhirnya mendapatkan bagian saya, sepiring nasi dengan gule daging (mirip rendang), sayur pak choy, cumi, dan telor dadar isi bawang bombay (sebenarnya bawang bombay pake telor, akhirnya saya barter dengan pak choy lagi ke teman saya Tora).
setelah berpose di mamaks, kami melanjutkan perjalanan ke hotel. kembali deg2an rasanya. bagaimanakah bentuk hotel kami nanti, apakah ada lampunya, atau apakah kamar mandinya bersih (ini semua karena stigma bahwa kamboja=Indonesia 20 tahun yang lalu).
hotel berbintang tiga yang kami tumpangi tiu bernama Princess hotel, berlokasi di main road Phnom Penh, tepatnya di 302 Monivong Road. hotel ini lumayan nyaman. setelah mendapat kunci kamar, kami (saya dan dina, teman saya sekamar), lagsung mangangkat koper ke atas, mencuci muka, mandi dan bersiap2 untuk jalan2 malam bersama teman lain.
kami berkumpul di lobi sekitar jam 10 malam (catatan, tidak ada perbedaan waktu antara Indonesia dan Kamboja).
setelah itu kami menyewa tuk tuk (kendaraan khas di sana, satu motor menarik semacam gerobak beratap dan bisa dinaiki 6 orang, hehe). kami akan menuju tempat gaulnya Phnom Penh, yaitu kawasan Front River. setiap tuk tuk yang berisi 6 orang dibayar 5 US dollar. oiya di kamboja, orang2 lebih menghargai uang dollar ketimbang mata uang asli sana.
sampai di front river, saya sedikit tercengang, front River ternyata adalah kawasan di depan SUNGAI MEKONG, yaa, sungai yang kerap kali dibicarakan di mata pelajaran geografi dan ilmu pengetahuan sosial semasa saya sekolah. saya langsung mengucap syukur dalam hati, saya nggak pernah berpikir bisa sampai di sungai mekong. sungai mekong malam hari seperti sungai tempat hiburan, banyak perahu2 yang dijadikan tempat menonton film menggunakan layar lebar, sayang kami tidak berkesempatan menonton di atas perahu.
kawasan di seberang jalan sepangjang sungai mekong sangat ramai malam itu, banyak cafe2 dan toko2 yang masih buka. kami menyusuri front river dan mampir di beberapa toko (membeli minuman dll). saya sangat terkesan, orang kamboja ramah2, di salah satu toko yang menjual pulsa, saya sempat disapa oleh seorang penjaganya, kira2 dialog kami begini:
Mbak X: Excuse me (sambil senyum)
Saya: yes please.. (balik senyum)
Mbak X: where are you from?
Saya: Oh, I'm from Indonesia
Mbak X: Oh, Indonesi, okay..
Saya: hmm, why, is there anything wrong?
Mbak X: oh, no, I thought you're from Malaysia because you looks like a malaysian, I have a friend in malaysia, he often brought some malaysian to come here, I thought you're from his group
Saya: oh noo, I'm Indonesia, excuse me.. (saya senyum sambil keluar toko)
Mbak X: oh ya, thankyou very much, have a nice trip (senyum juga)
well, saya agak bingung apakah muka saya ini mirip muka malaysia? (eh emang apa bedanya muka malaysia sama indonesia?). nantinya sepanjang trip ini, saya akan beberapa kali dikira orang malaysia.
perjalanan kami akhirnya berhenti di sebuah Pasar Malam. disana sedang ada sebuah panggung. suasana malam itu ramai sekali, kami berkeliling ke tempat2 jualan, melihat2 dan sesekali menonton pemuda2 yang menyanyi di panggung (entah kenapa mereka nyanyi lagu mandarin). di pasar malam ini saya sedikit takjub, kamu bisa bilang tempat ini seperti jatos, hehehe.. ada orang yang berdandan sangat rapi, memakai dress dan make up total, tetapi ada juga yang hanya memakai sendal jepit dan baju tidur. ini kemudian menjelaskan pada saya secara tidak langsung tentang tingginya kesenjangan sosial di sana..
setelah puas ngetawain apa pun yang ada di sana (toh nggak ada yang mengerti bahasa kita, hehe), kami kembali ke jalan awal dimana kami diberhentikan oleh tuk tuk tadi. saya agak takut di sana, di depan sebuah cafe yang kami lewati, tepat di depan sebuah meja cafe yang berada di trotoar jalan, saya melihat seorang laki2 entah sudah mati atau tertidur, sangat kaku. dan anehnya, meskipun ada orang yang kaku di pinggir jalan dengan pose tangan meregang, bule2 yang duduk di meja cafe itu cuek saja, bahkan penjaja2 tuk tuk di sana juga tenang2 saja. saya deg2an tapi berusaha cool di depan teman2 saya, dan saya yakin mereka juga menakutkan hal yang sama.
well, hari sudah larut malam, kami langsung kembali ke hotel dan tertidur lelap. besok kami akan mulai mengunjungi KBRI Kamboja dan tempat2 wisata lainnya, ah cant wait to see Genocide Museum :)
***Bersambung

Wednesday, December 16, 2009

On Our Way to Cambodia




berpose di Soekarno Hatta International Airport :)

holaa amigos..
beberapa waktu saya telah absen dari blog karena adanya praktikum profesi, sekarang saya mau balas dendam, mau ngepost yang banyaak :D
FYI, saya baru aja ganti lay out, kembali ke layout lama favorit saya *blacky one karena layout kemaren, yang lucu itu ngga praktis dan ada beberapa kelemahan dibanding yang ini.
tepatnya tanggal 28 November pukul 23.00, saya dan teman2 yang mengikuti praktikum profesi ke ASEAN berkumpul di Pangdam, Jatinangor. setelah menjemput teman lain di bandung, kami segera menuju ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta. guess what, ketika check in dibuka pukul 06.00, kami tiba di sana pukul 03.00.
jam segitu di bandara membuat kami semua kedinginan..
well, to be honest, I was so excited, deg2an, nervouslah, ini kali pertama saya ke luar negeri. saya bahkan masih merasa seperti mimpi. I mean you know than I grow up in a small town, ga pernah kepikiran ke luar negeri deh. Tinggal di Curup (kota saya) juga udah seneng apalagi mau lihat negara orang ^^
setelah check in, kami langsung ngurusin bebeas fiskal ke pihak imigrasi. berhubung saya waktu itu masih berumur 21 tahun kurang 2 minggu, maka saya bisa bebas fiskal langsung (padahal saya udah buat NPWP, hehe). si petugas imigrasinya bilang "yaudah nanti kalo kamu udah ulang tahun baru kesini lagi" ketika saya kurang yakin bisa lolos tanpa menyerahkan fotokopi NPWP.
setelah menunggu beberapa saat.. OMG, tibalah saatnya kami terbang menuju kuala lumpur untuk transit, tetapi tidak lupa kami berfoto2 sebelum itu, hehe..


Transit di KL poto2 dulu *photos by banyak orang :D
setibanya di kuala lumpur, lagi2 kami ngurusin masalah imigrasi dan teman2nya dulu. setelah itu kami makan siang bersama di restoran 'Taste Asia'. makanannya enak, saya mengambil nasi, kuah kari, calamari pedas, dan ikan laut, yummiee^^
setelah makan, saya da beberapa orang teman sholat di musholla bandara, saya seneng banget bisa nyicipin solat di malaysia :)
setelah itu seperti biasa sesi foto2, kemudian kami menuju ke terminal keberangkatan ke kamboja, sebelum itu kami melewati toko coklat dan candies, hmm.. menggoda sekali, tetapi berhubung ngga punya duit ringgit, jadilah kami hanya icip2 saja, manisnyoo^^
and the real journey began there. akhirnya kami terbang menuju kambojaaa :)
*bersambung...