Thursday, March 3, 2011

Slow dance

I was just watching a japanese drama, 'slow dance', and I found something interesting. Afterall,
"If you don't want to end up all alone, you should be more dependent on someone, in other words, you should depend on someone, more..."
Being more dependent on someone doesn't mean that you are weak but it will make that 'someone' felt that he/she is reliable and valued because we need him/her. Most important, you'll be a lot stronger than before.
Align Center
I found this picture of me and one of my friends, thought it's relevant with my post :D

Sunday, February 27, 2011

Oleh-Oleh Dari Tipar

Tanggal 24 lalu, saya berkunjung ke Tipar, sebuah dusun terpencil di Purwokerto bersama Ibu, Bapak, 2 adik saya, dan Bibi Yah. Tipar adalah dusun di mana bapak lahir dan dibesarkan. TErakhir kali saya ke sana adalah 17 tahun lalu ketika saya masih TK. DAri Purwokerto kota, dibutuhkan waktu sekitar 1 jam menuju Tipar (kalo ngebut). Saya hanya mengingat samar-samar tentang Tipar 17 tahun lalu sehingga ketika mobil mulai memasuki daerah Rawalo, saya tidak bisa menebak bahwa kami telah masuk ke persimpangan menuju Tipar. Jalan awal ke sana sudah diaspal. Lurus dan tidak luas. Sepanjang jalan, kami disuguhi pemandangan sawah-sawah yang baru saja dipanen (bahasa jawanya panen padi itu "nderep"). Bapak tidak hentinya bercerita, menunjuk-nunjuk ke persawahan dan gunung di sekitar kami, bernostalgia "dulu bapak sama makwo (nenek saya) pernah jalan mengelilingi gunung itu, di jalan bapak haus lalu dibelikan banyu asem sama makwo...", "dulu bapak sering main sepeda di sawah itu, jalan aspal ini belum ada..", "Nah! liat jembatan itu, dulu itu tempat bapak main, bapak masih inget banget...". Mobil melaju luruuuus dan jauh diiringi cerita bapak, sampai kemudian kami tiba pada jalan-jalan yang sangat kecil dan keropos, yang kemudian bercabang pada ujungnya. Mobil mengambil sisi kiri, memasuki jalan becek, licin dan tidak beraspal. Kiri kanan kami dipenuhi "alas" (hutan). Akhirnyaa, mobil berhenti di depan sebuah rumah yang dindingnya dominan kayu dan anyaman bambu. Ah ya! saya ingat, itu rumah yang 17 tahun lalu saya datangi.. Saya melirik ponsel saya, no signal. Senang sekali mendapati saya bisa berada di rumah itu lagi, dengan bapak dan ibu. Peluk cium dari Mbah (adik kakek saya) dan uwa menyambut kami. Bapak kelihatan senang sekali setelah 17 tahun tidak kembali ke kampung halamannya. Rumah Mbah masih sama, lantainya tetap tanah, bedanya mbah sudah punya kamar mandi, kami tidak perlu mandi ke sungai. Kamar mandi itu adalah sebuah bak yang dialiri air dari gunung. Sayangnya Mbah tidak punya WC, kami harus ke Masjid di bukit untuk buang air besar (karena saya nggak mau bab di sungai, hehe). Kami tiba saat sendekala (waktu magrib). Malamnya, banyak sekali saudara berdatangan mendengar kabar kedatangan kami. kami bersalaman, dan rata-rata uwa dan mbah pasti bilang begini ke saya "njenengan sapa? njenengan anake rasim mbok? MasyaAlloh, wiwit, wis gedi pisan, mbiyen pas teka agi cilik-cilik banget..". Tidak sedikit uwa yang menangis haru masih bisa bertemu kami. Setelah 17 tahun, banyak keluarga di Jawa yang sudah meninggal, begitupun di Bengkulu, mengharukan sekali malam berbagi cerita itu.
Berpuluh tahun lalu (saya lupa tepatnya), Pakwo (kakek saya, ayah bapak), memutuskan untuk mencari peruntungan ke Sumatera bersama beberapa saudaranya. Sejak itulah keluarga Pakwo terpisah dan jarang sekali berkumpul. Saya sangat bersyukur pakwo memutuskan untuk pindah ke Sumatera. Kami sekarang hidup sangat nyaman di sana. Dan kehidupan kami di sana sudah cukup maju. Sejujurnya saya sedih melihat keadaan Tipar yang tidak jauh berbeda dengan 17 tahun lalu. Tidak banyak kemajuan yang berarti. Pemikiran keluarga bapak di sana masih sama. Membesarkan anak, kemudian di umur belasan tahun dinikahkan. Saya sangat sedih ketika seorang uwa bilang "njenengan mbok urung kawin? arep nunggu apa?" atau "lah arep ngapa kuliah, susah-susah, andon ngentekke duit mbok". Seumuran saya di sana jarang sekali yang belum menikah.
Di sana, kebanyakan orang hebat adalah orang yang rumahnya berlantai keramik, punya banyak sawah, dan ukuran-ukuran lain yang menyangkut materi. Menurut bapak Tipar agak susah maju karena orang-orangnya masih banyak yang berpola pikir jaman dulu. Saya hanya mengiyakan. sampai di hari ke dua, saya takjub sendiri. HAri itu kami berencana ziarah. Saya bangun kesiangan, ketika bangun, orang-orang sedang sibuk membicarakan perihal ibu yang tidak boleh ikut ziarah.
mbah: "sing olih maring kuburan bapake wae, mbakayu ne ora usah melu"
bapak: "lah, ngapa toh yung?"
mbah: "mbok mbakayu ne priyayi, priyayi ora olih maring kuburan"
bapak tersenyum menahan tawa. Ibu saya tidak diperbolehkan ziarah ke kuburan karena ibu adalah PNS, kalo jaman dulu, pegawai adalah priyayi, abdi belanda. Mbah kemudian mendengarkan penjelasan bapak, tetapi masih agak kekeuh bahwa ibu dan kami (yang dianggap anak priyayi) nggak boleh ikut ziarah. Pada akhirnya memang cuma bapak yang berangkat.
Ah pokoknya banyak pengalaman baru di Tipar. Saya merasa sangat nyaman tinggal di rumah mbah meskipun listrik dan sinyal terbatas.
Dan ini adalah oleh-oleh dari Tipar...


Di Tipar sedang musim panen





Suasana di sekitar rumah mbah


Makanan-makanan sederhana tapi enak di Tipar :)

Sebelum pulang, berpoto bersama keluarga mbah, Semoga kami masih bisa bertemu lagi lain kali, amin.

Thursday, February 17, 2011

Who Needs Mindreader?

Sebuah percakapan absurd saya (S) dan seorang teman (T) di damri AC Jurusan Jatinangor-Dipatiukur pada suatu pagi menjelang siang.
...
S: Hey, aku lagi mikirin gimana kalo ada mindreader ya, pasti lebih mudah semuanya
T: Mulai aneh, apalagi itu mindreader?
S: ada alat yang bisa bikin kita tau pikiran orang dan kita bisa ngasih tau apa yang kita pikirkan ke orang lain, tanpa perlu ngomong.
T: tapi kalo gitu nggak seru lagi, kita udah tau semua yang orang pikirin
S: Justru di sana bagian serunya
T: Aku malah serem kalo beneran ada alat kayak gitu, nanti kalo kita nggak suka sama orang dan orang itu bisa baca jelas dengan alat itu, gimana coba?
S: Ya nggak apa, kalo kita bisa baca orang lain nggak suka sama kita, ada sebabnya kan, pikirin sendiri sebabnya
T: Yaa, tapi kan jadi nggak enak perasaan kalo gitu
S: Loh kenapa nggak enak, kalo kita jelas tau apa yang orang pikirin, ya tinggal gimana usaha kita ngadepin apa yang orang pikirin.
T: Ah tetep aja nggak enak, serem ah..
S: Masaa? Aku pengen banget ada alat yang kayak gitu
T: Mau buat apa sih?
S: Aku pengen orang tau apa yang aku pikirin yang aku rasain tanpa aku perlu ngomong dan seenggaknya biar aku tau apa tanggapan orang tentang itu tanpa perlu nanya lebih dulu
T: ohh..
...
dan kami pun terdiam, menatap jalanan cigareleng yang seumur-umur kami naik damri nggak pernah nggak macet.
Oh mindreader, I really want to know their feeling and I want them to know mine too.

Sunday, February 13, 2011

Ganbatte Ne~

Ketika saya membuka dashboard blogger pagi ini, saya berdoa untuk tidak berakhir seperti kemarin-kemarin, berakhir dengan satu dua kata yang terlantar.
Ada begitu banyak hal yang muncul di pikiran saya, tapi tidak ada satu pun yang selesai tertulis. Saya merasa ada yang berubah. Dulu saya menulis apa pun untuk merasa lebih baik, tapi sekarang jika saya merasa kurang baik, kemudian menulis di sini, it ended disgusting me.
Saya sedang mengalami fase yang jauh berbeda dengan fase-fase yang pernah saya alami di 22 tahun hidup saya. Entahlah, begitu banyak hal yang terlintas, yang membuat malam-malam saya berakhir tanpa tidur, yang membuat saya seringkali lupa atas apa yang sedang saya lakukan, dan membuat saya merasa pada sepersekian detik saya adalah zombie, saya tidak bisa merasakan apa-apa, karena saya bingung. Well, this not as easy as I thought first. I'm feeling and thinking about future (now this sounds so scary), about to live on my own, about survival,, about passion and people expectation, about dream and reality.. Aah, those complicated things are mingling in my mind. Pernah tidak ketika benapas, kamu merasa seperti ada pasir di dada, nyesek, hehe.. dan itulah yang sering terjadi akhir-akhir ini. Haha, I guess this will end as sickening post. Ganbarimasuuu!!!

Justify FullWill the past be a shadow that will follow us 'round?
Will these memories fade when I leave this town
I keep, keep thinking that it's not goodbye
Keep on thinking it's a time to fly
(Vitamin C-Graduation)

Sometimes, I feel the fear of uncertainty stinging clear
And i can't help but ask myself how much I'll let the fear
Take the wheel and steer
It's driven me before and it seems to have a vague
Haunting mass appeal
But lately I'm beginning to find I
Should be the one behind the wheel

(Incubus-Drive)

It's been three weeks, since I got a decent sleep
I've a restless head and an empty bed, these dreams are killing me so,
I keep on walking til the sun comes up
(Scouting for Girls-Keep on Walking)


Wanna feel the warm breeze; Sleep under a palm tree
Feel the rush of the ocean; Get onboard a fast train
Travel on a jet plane, far away and breakaway
(Kelly Clarkson-Breakaway)

No you're not defeated
And soon you'll be smiling once again
Then you won't have to feel it
Let it go with the wind
Time passes us by
And know that you're allowed to cry
(Delta Goodrem-Be Strong)

Another turning point; a fork stuck in the road.
Time grabs you by the wrist; directs you where to go.
So make the best of this test and don't ask why.
It's not a question but a lesson learned in time.
It's something unpredictable
but in the end it's right.
(Greenday-Time of Your Life)

Sunday, January 30, 2011

Happy Birthday Dina

Seorang teman pernah bertanya di suatu hari yang cerah, "Da, lo pernah nggak sih berantem sama dina? gue liat nggak pernah deh, temenan kan nggak seru da kalo nggak berantem, masa iya bisa lurus-lurus aja gituu". Saya cuma senyum.
Iyaa, postingan kali ini adalah tribute to dina. Jawaban pertanyaan di atas sebenernya simpel, "Because it is her, because she is dina...". Dina itu nggak pernah marah, nggak pernah bilang enggak, bukan karena nggak tegas, tapi karena dia, walaupun nggak bisa, pasti akan nyoba bantu dulu. Dina juga orang paling nyantai yang pernah saya temui. Di saat saya dan yang lain sedang kesal, setres, sedih, dina pasti mengeluarkan jurus andalannya, "yaudah siih..". Kalo udah keluar kata-kata itu, semua seolah tersugesti, yaudaah siih, lalu semuanya jadi baik-baik lagi.
selama berteman, alhamdulilah kami nggak pernah berantem, saya kok ya nggak pernah punya alesan untuk sebel sama dina, tp saya yakin kalo saya sering bikin kesel dina :D
Me and Dina (2007-2011)

2007

2008

2009

2010

2011
Semoga akan ada 2012, 2013, 2014, dan seterusnya, amin..
Sebenernya ini postingan sehubungan dengan ulang tahun Dina ke 23 yang jatuh pada hari ini, jadii...
HAPPY 23rd BIRTHDAY DINA!
I always pray a fully blessed life for you, may you always be surprisingly happy in your every new day, and may we always be friends forever :)

Wednesday, January 26, 2011

A Blast Wednesday Night




Five hours full of laughter and stories, from Jatinangor-Giggle Box, Bandung-Jatinangor. I guess I'm gonna miss this kind of moment, all the precious moment with my great friends.

Remember, we all stumble, every one of us. That's why it's a comfort to go hand in hand. ~Emily Kimbrough

Monday, January 24, 2011

Another Letter For Little Brother

Dear my little boy...
Actually I wanted to write you last night, but I had to stay on my friends dorm so I had no chance to write. Yesterday was 23rd January 2011, ah! I didnt know whether I should wish you a happy birthday, because I still cant say that's a happy 'birth'day. It was definitely not a happy day though, hehe..
So how's there kiddo? do you play any games at your age now? I wonder how big you might be eventhough I still don't know whether people grow up there.
Well, kid, as I promised you a year ago, I could finally end my study . You know, I have a lot of ambitions, I have a lot of things I wanna do, I have a lot of things to tell you, but I know this space is just not enough for that. And I know, up there you're watching me.
I am now 22 years old. I am at the age to determine my future, to fight for my passion, and I just want you to know, after all the time spending by struggling on everything, I remember you, I love you :)
You're important person for me, because we are siblings, and siblings share heart. we might have no moment to stay together but I could feel you everywhere. You don't mean nothing to me, I want you to note that, my dear kiddo.
Some week ago, I and my friends visited an orphanage for babies and kids. I met someone named ridho. He's 7 years old, I suddenly remembered you. Forgive me for still often imagining that you were here. I sometimes smile widely imagining that I might buy you some boys stuffs, the cute stuffs I love but I've never got :D. Well, I also often imagining how big you are now. Everytime I see kiddos around, I always feel happy, They are cute, and I'm sure, so are you now..
My dear brother (I always wish someday I could have someone called by it :D), heaven must be really amazing so you went there first. Pray for me too kiddo, I want someday to meet you there, let's share a lot lot stories, I'll get you whatever you want, hm.. maybe, ice cream, yes, you'll definitely like it, no one hates ice cream. Then, let's play together to pay for the time we do not have now..
Aah, I think this is a very bad letter brother, you know, while writing this, too many thoughts are dancing in my head, I just don't know what's the best part I should write you.
Be good there my dear, because we're all doing good here. Mum, dad, mbak ian, adek, and me, we're all now living our life to the fullest.
My only one brother, it has been long time since the last time I visited you, I hope next time when I come back home, we could meet :)
At the end of this letter, I want to tell you that I'm now making people I love happy, including you, it's all about time to show you that I can be 'something'. Now, it's clear that I am trying..
Til we meet again my kiddo!


Hugs and Kisses,
Mba Wit

ps. last night, before sleeping, I couldnt stop myself to say a happybirthday to you, when I said that,
I really meant it. whatever happened 8 years ago, I was happy you were born, I am happy of you now,
and I will always be grateful to God for 'YOU'
, I miss you


Tuesday, January 4, 2011

Have A Better Year Fellas

Happy New Year to those who celebrated it, me, I actually didnt celebrate the new year. I made resolutions almost everyday, not only once in a year :D. I used to spend my new year's eve sleeping. I called it one year sleeping, but since I'm here, in jatinangor, new year's eve is the night I waited the most after the night when there were meteor shower. Why oh why? FIREWORKS is the magic reasons. I'd love to go upstairs, staying in my balcony, and hardly held the sleepy head up, just to wait for the new year's eve fireworks. In Jatinangor, I've seen lots of fireworks from every corner of the town. they were awesome.
This early new year's eve, I spent my night going to the cinema with my campuss friends, watching 'The Chronicles of Narnia-something'. I was overslept on some scenes :D
Then I went back to the dorm and found out that my dorm mates were preparing for some little party on the balcony. Well, I had no reason to refuse, hadnt I? ;). I finally joined them while waiting for the fireworks show on 12.00 am.
These are some pictures of our fun night from my pocket camera:






And these better pictures were captured by my dorm mate's camera, Haris's. I took from facebook right after the photos were uploaded and I've been tagged there ;)



Have a full-blessed year ahead amigos :)

Tuesday, December 21, 2010

I Want to Grow Up

Peter Pan, Who doesnt love this sweet kiddo ;)

Suatu hari saya, bapak dan adek kedua saya pergi ke gramedia bersama. Di suatu sudut rak buku, saya menemukan sebuah buku yang hingga saat ini menjadi buku yang paling saya sayang, "Peter Pan, Return to Neverland".
Setelah membaca buku itu, saya jatuh cinta sama peter pan. JM. Barry menurut saya adalah orang yang sangat jenius bisa menciptakan karakter seperti pan. Orang seumuran saya waktu itu kebanyakan berpikir untuk menjadi peter pan, "saya ingin menjadi anak-anak selamanya!" atau "menjadi dewasa itu rumit!".
Jika suatu hari nanti ditemukan mesin waktu, saya mau kembali ke tahun 90an. Saya ingin kembali ke rumah pertama yang saya kenal, rumah tua dari kayu dua lantai. Saya ingin kembali duduk di ruang tengah bersama bapak tepat jam 9 malam, setlah dipaksa sikat gigi dan cuci kaki, menemani bapak menonton dunia dalam berita, kemudian tidur dan terbangun waktu subuh, menyapu halaman yang penuh dengan daun cermai sambil menunggu bapak pulang dari masjid dan menyapa setiap orang yang lewat. Pagi belum berakhir, saya akan melanjutkan membersihkan setiap sudut rumah kayu yang penuh kenangan itu. Ibu masih sibuk di dapur sejak dini hari, sementara bapak akan mulai kesibukannya dengan memberi makan ayam, bebek, angsa, dan burung2 merpati peliharaannya di belakang rumah, dan adik kedua saya masih lelap. Aktivitas pagi berakhir di meja makan, ritual sarapan yang wajib, kemudian kami akan berpisah hingga sore hari.
Siang hari, sekolah selesai, saya kembali ke rumah kayu itu. Melepas sepatu dan meletakkannya di tempat sepatu, mengganti pakaian sekolah, makan siang, dan kemudian istirahat. Sore hari, ketika semua sudah kembali berkumpul di rumah, saya telah mandi dan siap berangkat mengaji di masjid depan rumah. Sore berakhir, saya akan kembali dengan ruang tengah rumah kayu itu, menyelesaikan semua pekerjaan rumah, sementara adik saya sibuk bermain, bapak menunggu dunia dalam berita, dan ibu menunggui kami dengan sulaman taplak meja ataupun sarung bantal. Semua terasa sangat sempurna. Saya sangat rindu senyum bapak saat berkomentar "wah tulisan mbak wit bagus, nek wis gede ini jadi jurnalis ini..", besoknya tulisan yang dipuji itu saya bawa terus ke sekolah, tidak bosan2 saya pandangi. Saya rindu saat2 saya dan nenek membuat manisan dari buah cermai di depan rumah kayu itu. Saya rindu Ibu yang melarang saya jajan tidak sehat di warung dan rela membuatkan apa pun makanan yang saya suka. Saya rindu minggu pagi ketika bapak mematikan TV yang sedang kami tonton karena kami belum mandi, saya rindu subuh minggu, ketika saya dan teman2 kecil saya lari pagi, bersama kakak2 sekitar rumah saya, saya ingat sekali kata2 kak ferdi ketika menyemangati kami lari pagi "ayo! ayo! lari, siapa cepat dapat istirahat!", kemudian saya akan sekuat tenaga lari mengimbangi kakak kakak saya, kemudian bisa ikut mereka istirahat, tidur2an di jalan yang masih sepi saat pagi. Saya rindu bermain monopoli, boneka, kartu, ular tangga dan permainan lainnya di rumah tetangga saya, rindu membaca topeng kaca, tidur siang bersama teman2 kecil. Saya rindu saat2 libur, ikut mengantarkan makanan ke sawah nenek. Saya akan memegang botol minum, berlari2 lincah menuruni jalan setapak bertanah, kemudian digendong di pundak bapak, menyebrangi sungai untuk sampai di pondok. Saya ingat sekali suatu hari, bapak menggendong adik saya, lian, sementara saya dituntun. Kami ingin menyebrangi sungai melewati sebuah batang kelapa yang berfungsi membendung sungai. Batang kelapa itu sudah licin, kami sangat berhati2, sampai tiba2 bapak terpeleset dan saya tertarik ke daerah bendungan yang dalam. Susah payah akhirnya kami berhasil naik. sampai di pinggir kami bersama2 menertawai baju kami yang basah kuyup. Di pondok sawah nenek, saya dan lian akan bermain sambil menonton orang2 yang bekerja, lian biasanya sangat ditunggu pekerja di sawah karena lian tidak malu2 selalu menyanyikan lagu2 nike ardilla dengan suara melengking. Mereka yang melihat pasti akan tertawa terpingkal2. Saya rindu bleki, anjing tetangga yang hitam garang, saya rindu anjing pertama kami, kumir, yang adalah anak dari bleki, pemberian tetangga kami. Saya masih ingat betul kumir pertama hitam tinggi, telinganya tegak, lidahnya hitam. Setiap orang yang melihatnya pasti akan memuji betapa tampan dan sangarnya anjing kami itu. Banyak orang menawar kumir dengan harga tinggi, bapak tidak secuilpun ada niat untuk melepaskan kumir. Saya masih ingat waktu jalan2 sore, saya kecil memegang rantai kumir, berlari2 mengikuti gerakan kumir memutari sekitar rumah. Hingga suatu hari kumir tidak pulang. Kami semua cemas, tetangga2 mengerahkan tenaga mencari kumir. Kumir pertama kami tidak pernah kembali. Bapak menemukannya di rumah seorang pemburu, kata bapak kumir kurus kering, hampir gila dan tidak lagi mengenali bapak. Hancur sekali rasanya perasaan saya waktu itu, kumir adalah teman saya sehari-hari. Tidak lama kemudian, seseorang datang ke rumah kami, mengantarkan kumir kedua, seekor anjing kecil, pemalas dan manja, sangat bertolak belakang dengan kumir pertama, telinga kumir kedua ini pun tidak tegak, melainkan menutup ke dalam. Susah payah kami akhirnya juga menyayangi kumir kedua yang ternyata sangat lucu, begitulah seterusnya, kumir akan selalu bergnti di rumah kami.
Masa kecil yang paling menyenangkan adalah ketika saya dan teman2 sekitar rumah mengaji di tempat nenek han yang lumayan jauh. Kami mengaji dari sore hingga malam. Sepanjang jalan yang kami lewati sama sekali tidak ada lampu jalan, karena itulah kami membawa obor dari rumah. Saya benar2 ingin mengulangi masa-masa pulang mengaji dengan obor menyala di tiap tangan kanan kami, ah indahnyaa, sekarang mana ada yang begitu :')
Banyak sekali hal-hal menyenangkan yang sangat indah buat saya ingat, dan jika dituliskan mungkin akan menjadi buku yang tebalnya menyaingi Harry Potter 4 :D
Well, semua periode dalam hidup saya menyenangkan dengan cara yang berbeda, tetapi masa 90an adalah masa yang paling menyenangkan buat saya, perfect timing, perfect place, perfect family, perfect friends, ah everything felt just a way too perfect that time :)
Dulu, setiap ingat masa-masa itu, saya selalu berpikir untuk tidak tumbuh dewasa, saya seandainya bisa akan memilih menjadi anak-anak selamanya.
Saya selalu berpikir bahwa peter pan sangat beruntung karena tidak pernah tumbuh dewasa, tetapi itu dulu... setelah ke sekian kalinya membaca "peter pan, return to neverland", saya sadar bahwa menjadi peter pan adalah membosankan, bahkan wendy kemudian memutuskan meninggalkan peter pan dan ingin tumbuh dewasa. Peter pan adalah figur ego saya, peter pan ditokohkan dari egoisme orang2 seperti saya dulu. Pada kenyataannya, tidak ada yang benar2 ingin menjadi anak2 selamanya.
Selama 22 tahun hidup saya, saya belajar banyak hal, dan saya sangat bersyukur diberi kesempatan tumbuh dan (menuju) dewasa. Seandainya saya adalah anak2 selamanya, saya tidak akan merasakan banyak hal. Saya memang ingin sekali kembali ke masa kecil, tapi, alasa utama saya ingin kembali adalah karena saya telah mengalami masa-masa setelah itu. Masa-masa setelahnya lah yang membuat masa kecil menjadi sangat berharga.
Saya tetap mengagumi peter pan, yang secara tidak langsung memotivasi saya untuk berkembang, untuk tidak stuck pada satu keadaan yang dianggap nyaman, seperti peter pan di neverland. Saya harus keluar, saya harus mencoba banyak hal, saya harus belajar hal-hal yang saya belum ketahui, dan pada intinya, saya HARUS tumbuh dewasa, amin..
I was once thinking to be peter pan in neverland, to live a sweet life as a kid forever, but as time goes by, life's teaching me a lot of wonderful things. And now I'm 22 and I'm glad to say that I want to GROW UP!
Once again, God, thankyou for giving me everyone and everything that make me what I am..

Happy Birthday to Me

Holaa..
HAPPY BIRTHDAY TO ME!
Sekarang saya udah 22 tahun. Bahagia sekali rasanya desember ini, meskipun no birthday cakes, no gifts, and almost no friends, but wait, it's still 'almost'. Thank God for Hundreds of bday wishes in my facebook, for loads of messages in my phone, and for many special phonecalls from families and bestfriends.
Banyak cerita lucu ulang tahun kali ini, yang paling lucu, yang bikin ngakak, adalah teman saya anita, yang ngucapin selamat ulang tahun sebulan kecepetan. Ceritanya pas 11 November si nita ini dengan pedenya nelpon subuh2 nyanyiin lagu selamat ulang tahun, ahaha kalo inget pengen ketawa ampe nangis *gomeeen nitaa*. Nah pas 11 desember kemaren nita ngucapin lagi, terus yang bikin makin ngakak ada embel2 gini "yang jelas SAYA BANGGA menjadi yang pertama", yaiyalah sebulan yang lalu udah ngucapin duluan :)).
Terus ada lagi temen saya yang saya panggil yongjay, si yongjay ini ngucapin selamat ulang tahunnya kecepetan sehari, saya protes, terus dia dengan pedenya bilang "yaelah ultahnya 3 hari lagi kan? LEBIH CEPAT LEBIH BAIK" ahaha, saya ngakak2 juga waktu itu.
Terus ada juga yang mengharukan, ucapan selamat ulang tahun dari murid les inggris saya waktu SMA, dulu dia masih seiprit, sekarang udah jadi anak kuliahan, katanya "selamat ulang tahun my english teacher", di like pulak sama kakaknya, ah terharu banget :')
Hampir saja ulang tahun nangis2 sendirian, untung saya sadar, saya masih beruntung dengan semua yang saya dapat saat ini, sangat beruntung malah, Alhamdulilah ya Allah.. Saya sadar betul nggak boleh menuntut apa2 yang saya pengen, di umur 22 ini ketendang banget sama lirik lagu The Fray, katanya "in the end, everyone ends up alone". Karena itulah harus belajar survive sendirian, you know, you need someone to rely on, but hey, no one actually really cares. Bukannya saya mengutuk2, sama sekali tidak, itu adalah pelajaran yang sangat berharga, yang harus menunggu 22 tahun untuk saya dapatkan. And in many ways, you couldnt just expect people would think the way you think, people would do the way you do. Setiap orang punya ekspektasi, saya juga, dan nampaknya saya harus menurunkan ekspektasi2 saya untuk mencapai apa yang disebut "happiness" :).
Hari ulang tahun saya akhiri dengan sangat senang dan damai, terimakasih riyanita nitut, tetangga kamar paling jahil sedunia yang membuat saya tidak jadi sendirian. Sehabis magrib saya bingung, saya nggak mau menghabiskan hari istimewa yang setahun sekali, hanya dengan duduk diam di kamar. Dan taraaa, akhirnya nita mau menemani saya berjalan kaki mengitari nangor. Kami keluar sekitar hampir jam sembilan. Baru kali itu saya menyusuri jalan nangor dengan berjalan kaki, malam hari pula. Rasanya segar sekali. Cuaca sangat dingin waktu itu, saya pakai jaket saya paling tebal, pake kaos kaki, tidak lupa syal di leher, persis orang aneh. Saya tidak peduli tatapan2 aneh orang2 yang saya temui. Saya berharap di tengah dinginnya malam, tiba2 mulut saya mengeluarkan embun saking dinginnya, kemudian saya mengusap2 telapak tangan yang kedinginan, dan kemudian kami mampir di kedai sake, menghangatkan badan, lalu tak lupa pula memesan semangkuk mi ramen panas, ahaha.. ini adalah khayalan saya waktu itu. Pada kenyataannya, sepanjang jalan kami harus bertebal muka dari godaan pria2 gila di sepanjang jalan. Malam saya akhiri dengan seporsi sate padang, perfecto :)
Dan hey! siapa bilang nggak ada kado, Tanggal 16 Desember adalah hari yang harus tercatat di kalender hidup saya, akhirnya saya menyelesaikan ujian sidang saya dengan lancar. Kado terindah ini tidak lepas dari doa2 keluarga dan teman2, di hari ulang tahun saya, banyak sekali ucapan "sukses ya sidangnya nanti..", terimakasih ceman2 <3
22 tahun dan bisa dikatakan 'selesai' studi, saya sedang berpikir keras mau menghabiskan sisa hidup saya dengan apa untuk bisa survive, yang jelas Alhamdulilah ya Allah, thankyou for giving me everything and everyone that make me what I am now :)