Tuesday, April 26, 2011

tons of unspoken words make you feel dizzy
tons of action you think of but you never did make you sick
you stay on a dream then you failed
you have your passion then you got blind
everybody rises, everybody falls
situation changes in a blink of an eye
do you always need any reasons to be sad?
do you always have any problems to be mad?
you see 'giving up' as a choice, seems like its the last option..
you remember everyone you love
it really hurts watching people making fun of them
and then you stand as a glass
you spend your day talking to the night
fake smiling to the sun
sometimes everything's just too way complicated
you wish you just had to run then reached the 'finish' line
but then you wake up in a lost place
should you believe in a miracle?

sorry for keeping a 'thorn'
i know how hard she's struggling
i listen to every sad story she told
and i'm amazed by everything she's still relieved of

for the unspoken words, for the things you wish you've done, for your lost passion, and for everyone you love, be strong...
for the greatest woman on earth, i know how you feel, yet you're still giving her best support and effort, someday i'll make them 'see' you again, i'll get the time erased your pain

god, i know you're there, i know you know what i want you to know
lend me your hand to walk through these all :)

Monday, April 4, 2011

Us and Our Belgian Friends (Pre-Part)

Dear all fellas..
akhirnya aku mampir ke blogspooooot!
ceritanya selama bulan maret kemaren aku main kantor-kantoran di jakarta, sebuuk jadi saya nggak sempet post apa-apa di sini.Justify Full
Semua bermula dari pesan dari brussels yang aku terima Desember tahun lalu. Suaminya sepupuku, biasa aku panggil mastom, menawarkan kerjaan jadi interpreter buat bulan maret 2011. Ah masih lamaa, pikirku waktu itu. Lagian kan bisa aja batal, lagian emang aku bisa gitu dikasi tanggung jawab segede itu? *kebanyakan lagian.
Jadi waktu itu mastom ngabarin kalo akan ada 30an mahasiswa S2 dari belgia yang datang ke Indonesia dalam rangka Trade Mission, semacam mereka punya tugas akhir praktikum, riset ke negara berkembang, tahun ini Indonesia lah tujuannya. Mereka butuh 10 interpreter dan minta tolong mastom yang nyariin, dan kemudian mastom minta aku yang nyariin.
Seneng sih, waktu itu aku sampe loncat-loncat baca messagenya, tapii lebih ke deg-degan dan antara percaya nggak percaya, jadinya yauwis nggak terlalu mikirin.
Pas Janusari mastom pulang ke Indonesia, hal pertama yang ditanya adalah "gimana wit, udah dapet 10 orangnya?", aku sampe keselek rasanya ngunyah belgian chocolate oleh-oleh. Lalu panik, siapakah 9 orang sisanyaaa?. Clue dari mastom: "siapa aja yang bahasa inggrisnya bagus dan pembawaannya bagus" -_-'' nggak memudahkan sih.
Malemnya saya mantengin komputer berharap dapet ilham siapakah 9 orang ini. Anak HI mah bahasa inggrisnya insyaAllah bagus, soalnya pengaruh buku bacaan yang banyakan berbahasa inggris, tapi yaa, kalo ngomong kan nggak semuanya pernah kedengeran ngomong bahasa inggris, terus kalo yang pembawaannya bagus itu relatif. Makinlah saya fokus di depan monitor. Akhirnya setelah online YM, Facebook, stalking sana sini, ngandelin ingatan jaman ospek, seminar-seminar berbahasa inggris dan pergaulan selama 4 tahun, dan beberapa ada juga yang pas kebetulan nemu lagi online, terpilihlah 9 orang yang beruntung, Icca, Dina, Didi, Dityo, Amjad, Ajay, Aji, Bamby, sam Debo.


Ini photo dengan personel hampir lengkap, minus didi sayangnya..

Tanggal 5 maret adalah tanggal penting dalam proyek ini, aku sama mastom pertama kalinya bertemu langsung dengan mahasiswa-mahasiswa belgia itu. Mereka stay sebulan di hotel akmani, di belakang sarinah. Di parkiran saya udah pucet, lemes, keringet dingin, pokoknya udah lengkap nervousnya. Aku takutnya malu-maluin mastom, takut nggak ngerti mereka ngomong apa.
Dengan kaki agak goyah aku ngikutin mastom jalan ke lobby hotel akmani.
"Hello, nugroho, nice to meet you..."
"Hi, Jerina, nice to meet you too... how's indonesia, bla bla bla..."
tiba-tiba kami bertemu dengan sekitar 6 bule, mereka menyapa mastom, tanya-tanya kabar, dan selanjutnya semua macam dengungan buat saya, saya terlalu guguuup sampai ada tangan menjulur di depan perut saya, itu pastinya bukan tangan monster, soalnya abis itu ada yang ngomong, "Hi, so you're wida rite? its really nice to finally meet you here, I heard about you from nugroho (sweetsmile)", saya gelagapan nyambut tangan yang ternyata punya Jerina, "em.. em.. me too, its.......", belum selesai saya ngejawab jerina ada tangan-tangan lain, dan ada suara-suara "Hi, wida, I'm cedric, nice to meet you..", "Hello wida, I'm Jan, nice to meet you.." dan banyak suara-suara lain macam mendengung. PLAK! saya tepok jidat (tapi cm dalam bayangan), itu bukan dengungan wiiwiiit, itu bule-bulenya ngomong pake logat belanda sama perancis! begitu otak sadar, langsunglah semua sistem beradaptasi, bekerjasama menangkap setiap omongan mereka. Awalnya seperti main tennis dengan banyak bola yang nggak berhenti dilemparin ke kita, tapi alhamdulilah kebegoan saya hanya bertahan sekitar 15 menit awal pas haha hihi kenalan dan basa basi. Setelah itu saya bisa lebih rileks dan mulai bisa ngobrol normal sama mereka, kami ngomongin masalah tugas-tugas dan pembagian interpreter yang 10 orang dengan mahasiswa yang jumlahnya 19 orang. Nggak sampe sejam meeting itu beres. Kami janjian sorenya kumpul dengan semua interpreter di KFC Cikini, terus bule-bule ini ditawarin sama mastom, kali aja mau ikut.
mastom: "well, if you have time, please join us, all the interpreter will come"
Jerina: "Wow! thats good idea, some of us have nothing to do this afternoon, we might come. Please write the address here (ngasih kertas sama pulpen)
Mastom kemudian nulisin alamatnya KFC Cikini
Jerina: "er.. what is KFC actually?"
Mastom: "its kentucky fried chicken, a fastfood restaurant"
Tiba-tiba mereka langsung pasang muka kaget.
Jerina: "So, you'll have a meeting in a fastfood restaurant? you sure?"
Mastom: "Yes, its common here, besides the place is cozy too"
Bule-bule itu ngangguk-ngangguk tapi masih muka bingung.
Saya keluar akmani dengan wajah cerah ngerasa lebih PD. Sepanjang jalan ke KFC, mastom menjelaskan kenapa mereka bingung. Di Brussels, yang namanya restoran fastfood itu pintunya banyak, yang makan di sana juga orang yang emang buru-buru, mau kerja atau apalah yang butuh cepet-cepet, nggak kayak di indonesia, KFC buat rapat, buat nongkrong, hehe..
Akhirnya kami kumpul di KFC, mahasiswa belgia yang dateng bertambah beberapa orang. Kami mengobrol kenalan haha hihi. Hari pertama itu, mereka masih kaku, bgitu pun kami.
Setelah melalui proses panjang, maka diputuskanlah saya akan bekerja dengan Kevin dan Jerina.
Bersambung...

ps: pas saya baca ulang, saya agak keselek karena saya nggak konsisten pake saya pake aku, tapi udah males ngganti, saya lebih suka pake aku sebenernya, tapi yasudahlah...

Thursday, March 3, 2011

Slow dance

I was just watching a japanese drama, 'slow dance', and I found something interesting. Afterall,
"If you don't want to end up all alone, you should be more dependent on someone, in other words, you should depend on someone, more..."
Being more dependent on someone doesn't mean that you are weak but it will make that 'someone' felt that he/she is reliable and valued because we need him/her. Most important, you'll be a lot stronger than before.
Align Center
I found this picture of me and one of my friends, thought it's relevant with my post :D

Sunday, February 27, 2011

Oleh-Oleh Dari Tipar

Tanggal 24 lalu, saya berkunjung ke Tipar, sebuah dusun terpencil di Purwokerto bersama Ibu, Bapak, 2 adik saya, dan Bibi Yah. Tipar adalah dusun di mana bapak lahir dan dibesarkan. TErakhir kali saya ke sana adalah 17 tahun lalu ketika saya masih TK. DAri Purwokerto kota, dibutuhkan waktu sekitar 1 jam menuju Tipar (kalo ngebut). Saya hanya mengingat samar-samar tentang Tipar 17 tahun lalu sehingga ketika mobil mulai memasuki daerah Rawalo, saya tidak bisa menebak bahwa kami telah masuk ke persimpangan menuju Tipar. Jalan awal ke sana sudah diaspal. Lurus dan tidak luas. Sepanjang jalan, kami disuguhi pemandangan sawah-sawah yang baru saja dipanen (bahasa jawanya panen padi itu "nderep"). Bapak tidak hentinya bercerita, menunjuk-nunjuk ke persawahan dan gunung di sekitar kami, bernostalgia "dulu bapak sama makwo (nenek saya) pernah jalan mengelilingi gunung itu, di jalan bapak haus lalu dibelikan banyu asem sama makwo...", "dulu bapak sering main sepeda di sawah itu, jalan aspal ini belum ada..", "Nah! liat jembatan itu, dulu itu tempat bapak main, bapak masih inget banget...". Mobil melaju luruuuus dan jauh diiringi cerita bapak, sampai kemudian kami tiba pada jalan-jalan yang sangat kecil dan keropos, yang kemudian bercabang pada ujungnya. Mobil mengambil sisi kiri, memasuki jalan becek, licin dan tidak beraspal. Kiri kanan kami dipenuhi "alas" (hutan). Akhirnyaa, mobil berhenti di depan sebuah rumah yang dindingnya dominan kayu dan anyaman bambu. Ah ya! saya ingat, itu rumah yang 17 tahun lalu saya datangi.. Saya melirik ponsel saya, no signal. Senang sekali mendapati saya bisa berada di rumah itu lagi, dengan bapak dan ibu. Peluk cium dari Mbah (adik kakek saya) dan uwa menyambut kami. Bapak kelihatan senang sekali setelah 17 tahun tidak kembali ke kampung halamannya. Rumah Mbah masih sama, lantainya tetap tanah, bedanya mbah sudah punya kamar mandi, kami tidak perlu mandi ke sungai. Kamar mandi itu adalah sebuah bak yang dialiri air dari gunung. Sayangnya Mbah tidak punya WC, kami harus ke Masjid di bukit untuk buang air besar (karena saya nggak mau bab di sungai, hehe). Kami tiba saat sendekala (waktu magrib). Malamnya, banyak sekali saudara berdatangan mendengar kabar kedatangan kami. kami bersalaman, dan rata-rata uwa dan mbah pasti bilang begini ke saya "njenengan sapa? njenengan anake rasim mbok? MasyaAlloh, wiwit, wis gedi pisan, mbiyen pas teka agi cilik-cilik banget..". Tidak sedikit uwa yang menangis haru masih bisa bertemu kami. Setelah 17 tahun, banyak keluarga di Jawa yang sudah meninggal, begitupun di Bengkulu, mengharukan sekali malam berbagi cerita itu.
Berpuluh tahun lalu (saya lupa tepatnya), Pakwo (kakek saya, ayah bapak), memutuskan untuk mencari peruntungan ke Sumatera bersama beberapa saudaranya. Sejak itulah keluarga Pakwo terpisah dan jarang sekali berkumpul. Saya sangat bersyukur pakwo memutuskan untuk pindah ke Sumatera. Kami sekarang hidup sangat nyaman di sana. Dan kehidupan kami di sana sudah cukup maju. Sejujurnya saya sedih melihat keadaan Tipar yang tidak jauh berbeda dengan 17 tahun lalu. Tidak banyak kemajuan yang berarti. Pemikiran keluarga bapak di sana masih sama. Membesarkan anak, kemudian di umur belasan tahun dinikahkan. Saya sangat sedih ketika seorang uwa bilang "njenengan mbok urung kawin? arep nunggu apa?" atau "lah arep ngapa kuliah, susah-susah, andon ngentekke duit mbok". Seumuran saya di sana jarang sekali yang belum menikah.
Di sana, kebanyakan orang hebat adalah orang yang rumahnya berlantai keramik, punya banyak sawah, dan ukuran-ukuran lain yang menyangkut materi. Menurut bapak Tipar agak susah maju karena orang-orangnya masih banyak yang berpola pikir jaman dulu. Saya hanya mengiyakan. sampai di hari ke dua, saya takjub sendiri. HAri itu kami berencana ziarah. Saya bangun kesiangan, ketika bangun, orang-orang sedang sibuk membicarakan perihal ibu yang tidak boleh ikut ziarah.
mbah: "sing olih maring kuburan bapake wae, mbakayu ne ora usah melu"
bapak: "lah, ngapa toh yung?"
mbah: "mbok mbakayu ne priyayi, priyayi ora olih maring kuburan"
bapak tersenyum menahan tawa. Ibu saya tidak diperbolehkan ziarah ke kuburan karena ibu adalah PNS, kalo jaman dulu, pegawai adalah priyayi, abdi belanda. Mbah kemudian mendengarkan penjelasan bapak, tetapi masih agak kekeuh bahwa ibu dan kami (yang dianggap anak priyayi) nggak boleh ikut ziarah. Pada akhirnya memang cuma bapak yang berangkat.
Ah pokoknya banyak pengalaman baru di Tipar. Saya merasa sangat nyaman tinggal di rumah mbah meskipun listrik dan sinyal terbatas.
Dan ini adalah oleh-oleh dari Tipar...


Di Tipar sedang musim panen





Suasana di sekitar rumah mbah


Makanan-makanan sederhana tapi enak di Tipar :)

Sebelum pulang, berpoto bersama keluarga mbah, Semoga kami masih bisa bertemu lagi lain kali, amin.

Thursday, February 17, 2011

Who Needs Mindreader?

Sebuah percakapan absurd saya (S) dan seorang teman (T) di damri AC Jurusan Jatinangor-Dipatiukur pada suatu pagi menjelang siang.
...
S: Hey, aku lagi mikirin gimana kalo ada mindreader ya, pasti lebih mudah semuanya
T: Mulai aneh, apalagi itu mindreader?
S: ada alat yang bisa bikin kita tau pikiran orang dan kita bisa ngasih tau apa yang kita pikirkan ke orang lain, tanpa perlu ngomong.
T: tapi kalo gitu nggak seru lagi, kita udah tau semua yang orang pikirin
S: Justru di sana bagian serunya
T: Aku malah serem kalo beneran ada alat kayak gitu, nanti kalo kita nggak suka sama orang dan orang itu bisa baca jelas dengan alat itu, gimana coba?
S: Ya nggak apa, kalo kita bisa baca orang lain nggak suka sama kita, ada sebabnya kan, pikirin sendiri sebabnya
T: Yaa, tapi kan jadi nggak enak perasaan kalo gitu
S: Loh kenapa nggak enak, kalo kita jelas tau apa yang orang pikirin, ya tinggal gimana usaha kita ngadepin apa yang orang pikirin.
T: Ah tetep aja nggak enak, serem ah..
S: Masaa? Aku pengen banget ada alat yang kayak gitu
T: Mau buat apa sih?
S: Aku pengen orang tau apa yang aku pikirin yang aku rasain tanpa aku perlu ngomong dan seenggaknya biar aku tau apa tanggapan orang tentang itu tanpa perlu nanya lebih dulu
T: ohh..
...
dan kami pun terdiam, menatap jalanan cigareleng yang seumur-umur kami naik damri nggak pernah nggak macet.
Oh mindreader, I really want to know their feeling and I want them to know mine too.

Sunday, February 13, 2011

Ganbatte Ne~

Ketika saya membuka dashboard blogger pagi ini, saya berdoa untuk tidak berakhir seperti kemarin-kemarin, berakhir dengan satu dua kata yang terlantar.
Ada begitu banyak hal yang muncul di pikiran saya, tapi tidak ada satu pun yang selesai tertulis. Saya merasa ada yang berubah. Dulu saya menulis apa pun untuk merasa lebih baik, tapi sekarang jika saya merasa kurang baik, kemudian menulis di sini, it ended disgusting me.
Saya sedang mengalami fase yang jauh berbeda dengan fase-fase yang pernah saya alami di 22 tahun hidup saya. Entahlah, begitu banyak hal yang terlintas, yang membuat malam-malam saya berakhir tanpa tidur, yang membuat saya seringkali lupa atas apa yang sedang saya lakukan, dan membuat saya merasa pada sepersekian detik saya adalah zombie, saya tidak bisa merasakan apa-apa, karena saya bingung. Well, this not as easy as I thought first. I'm feeling and thinking about future (now this sounds so scary), about to live on my own, about survival,, about passion and people expectation, about dream and reality.. Aah, those complicated things are mingling in my mind. Pernah tidak ketika benapas, kamu merasa seperti ada pasir di dada, nyesek, hehe.. dan itulah yang sering terjadi akhir-akhir ini. Haha, I guess this will end as sickening post. Ganbarimasuuu!!!

Justify FullWill the past be a shadow that will follow us 'round?
Will these memories fade when I leave this town
I keep, keep thinking that it's not goodbye
Keep on thinking it's a time to fly
(Vitamin C-Graduation)

Sometimes, I feel the fear of uncertainty stinging clear
And i can't help but ask myself how much I'll let the fear
Take the wheel and steer
It's driven me before and it seems to have a vague
Haunting mass appeal
But lately I'm beginning to find I
Should be the one behind the wheel

(Incubus-Drive)

It's been three weeks, since I got a decent sleep
I've a restless head and an empty bed, these dreams are killing me so,
I keep on walking til the sun comes up
(Scouting for Girls-Keep on Walking)


Wanna feel the warm breeze; Sleep under a palm tree
Feel the rush of the ocean; Get onboard a fast train
Travel on a jet plane, far away and breakaway
(Kelly Clarkson-Breakaway)

No you're not defeated
And soon you'll be smiling once again
Then you won't have to feel it
Let it go with the wind
Time passes us by
And know that you're allowed to cry
(Delta Goodrem-Be Strong)

Another turning point; a fork stuck in the road.
Time grabs you by the wrist; directs you where to go.
So make the best of this test and don't ask why.
It's not a question but a lesson learned in time.
It's something unpredictable
but in the end it's right.
(Greenday-Time of Your Life)

Sunday, January 30, 2011

Happy Birthday Dina

Seorang teman pernah bertanya di suatu hari yang cerah, "Da, lo pernah nggak sih berantem sama dina? gue liat nggak pernah deh, temenan kan nggak seru da kalo nggak berantem, masa iya bisa lurus-lurus aja gituu". Saya cuma senyum.
Iyaa, postingan kali ini adalah tribute to dina. Jawaban pertanyaan di atas sebenernya simpel, "Because it is her, because she is dina...". Dina itu nggak pernah marah, nggak pernah bilang enggak, bukan karena nggak tegas, tapi karena dia, walaupun nggak bisa, pasti akan nyoba bantu dulu. Dina juga orang paling nyantai yang pernah saya temui. Di saat saya dan yang lain sedang kesal, setres, sedih, dina pasti mengeluarkan jurus andalannya, "yaudah siih..". Kalo udah keluar kata-kata itu, semua seolah tersugesti, yaudaah siih, lalu semuanya jadi baik-baik lagi.
selama berteman, alhamdulilah kami nggak pernah berantem, saya kok ya nggak pernah punya alesan untuk sebel sama dina, tp saya yakin kalo saya sering bikin kesel dina :D
Me and Dina (2007-2011)

2007

2008

2009

2010

2011
Semoga akan ada 2012, 2013, 2014, dan seterusnya, amin..
Sebenernya ini postingan sehubungan dengan ulang tahun Dina ke 23 yang jatuh pada hari ini, jadii...
HAPPY 23rd BIRTHDAY DINA!
I always pray a fully blessed life for you, may you always be surprisingly happy in your every new day, and may we always be friends forever :)

Wednesday, January 26, 2011

A Blast Wednesday Night




Five hours full of laughter and stories, from Jatinangor-Giggle Box, Bandung-Jatinangor. I guess I'm gonna miss this kind of moment, all the precious moment with my great friends.

Remember, we all stumble, every one of us. That's why it's a comfort to go hand in hand. ~Emily Kimbrough

Monday, January 24, 2011

Another Letter For Little Brother

Dear my little boy...
Actually I wanted to write you last night, but I had to stay on my friends dorm so I had no chance to write. Yesterday was 23rd January 2011, ah! I didnt know whether I should wish you a happy birthday, because I still cant say that's a happy 'birth'day. It was definitely not a happy day though, hehe..
So how's there kiddo? do you play any games at your age now? I wonder how big you might be eventhough I still don't know whether people grow up there.
Well, kid, as I promised you a year ago, I could finally end my study . You know, I have a lot of ambitions, I have a lot of things I wanna do, I have a lot of things to tell you, but I know this space is just not enough for that. And I know, up there you're watching me.
I am now 22 years old. I am at the age to determine my future, to fight for my passion, and I just want you to know, after all the time spending by struggling on everything, I remember you, I love you :)
You're important person for me, because we are siblings, and siblings share heart. we might have no moment to stay together but I could feel you everywhere. You don't mean nothing to me, I want you to note that, my dear kiddo.
Some week ago, I and my friends visited an orphanage for babies and kids. I met someone named ridho. He's 7 years old, I suddenly remembered you. Forgive me for still often imagining that you were here. I sometimes smile widely imagining that I might buy you some boys stuffs, the cute stuffs I love but I've never got :D. Well, I also often imagining how big you are now. Everytime I see kiddos around, I always feel happy, They are cute, and I'm sure, so are you now..
My dear brother (I always wish someday I could have someone called by it :D), heaven must be really amazing so you went there first. Pray for me too kiddo, I want someday to meet you there, let's share a lot lot stories, I'll get you whatever you want, hm.. maybe, ice cream, yes, you'll definitely like it, no one hates ice cream. Then, let's play together to pay for the time we do not have now..
Aah, I think this is a very bad letter brother, you know, while writing this, too many thoughts are dancing in my head, I just don't know what's the best part I should write you.
Be good there my dear, because we're all doing good here. Mum, dad, mbak ian, adek, and me, we're all now living our life to the fullest.
My only one brother, it has been long time since the last time I visited you, I hope next time when I come back home, we could meet :)
At the end of this letter, I want to tell you that I'm now making people I love happy, including you, it's all about time to show you that I can be 'something'. Now, it's clear that I am trying..
Til we meet again my kiddo!


Hugs and Kisses,
Mba Wit

ps. last night, before sleeping, I couldnt stop myself to say a happybirthday to you, when I said that,
I really meant it. whatever happened 8 years ago, I was happy you were born, I am happy of you now,
and I will always be grateful to God for 'YOU'
, I miss you


Tuesday, January 4, 2011

Have A Better Year Fellas

Happy New Year to those who celebrated it, me, I actually didnt celebrate the new year. I made resolutions almost everyday, not only once in a year :D. I used to spend my new year's eve sleeping. I called it one year sleeping, but since I'm here, in jatinangor, new year's eve is the night I waited the most after the night when there were meteor shower. Why oh why? FIREWORKS is the magic reasons. I'd love to go upstairs, staying in my balcony, and hardly held the sleepy head up, just to wait for the new year's eve fireworks. In Jatinangor, I've seen lots of fireworks from every corner of the town. they were awesome.
This early new year's eve, I spent my night going to the cinema with my campuss friends, watching 'The Chronicles of Narnia-something'. I was overslept on some scenes :D
Then I went back to the dorm and found out that my dorm mates were preparing for some little party on the balcony. Well, I had no reason to refuse, hadnt I? ;). I finally joined them while waiting for the fireworks show on 12.00 am.
These are some pictures of our fun night from my pocket camera:






And these better pictures were captured by my dorm mate's camera, Haris's. I took from facebook right after the photos were uploaded and I've been tagged there ;)



Have a full-blessed year ahead amigos :)