http://upload.wikimedia.org/wikipedia/tet/b/be/Linkin_Park_1024_0830.jpg
http://profiles.friendster.com/93220746Hayoo, gantengan yang mana? sama2 pake anting kan :DOke, saya nggak akan ngomongin masalah kualitas musik di sini karena saya sendiri payah dalam bermain musik, interest tapi tanpa usaha, hehe..
Saya akan ngomongin masalah perbedaan pendengar musik barat dan pendengar musik lokal. Dalam hal ini saya memfokuskan pada musik populer yang digemari remaja-remaja seperti kita ini (eh memangnya kita masih remaja ya?).
Katakanlah terdapat dua individu, yang satu sebut saja mawar. Si mawar ini sumpah ya cinta banget produkdalam negeri. Band favoritnya ST 13 (itu loh yang lagi ngetop abis), atas alasan cinta indonesia, mawar sudah mencamkan dalam hati untuk tidak sedikitpun berpaling pada musik barat. Setiap hari, sampai teman-teman kampusnya hafal, si mawar selalu mendendangkan lagu:
“Jangan-jangan kau menolak cintakuuuJangan-jangan kau ragukan hatikuuuKu kanselalu setia menunggu, lalu bilang ai lop yuuPadakuuu..”(ST 13)
Di negara saya, indonesia, lagu ini ngetop gilak! Anak TK yang belum hafal pancasila aja udah hafal lagu-lagunya ST 13 ini.
Oiya sekedar informasi, si mawar ini kuliah di HI looh.. katanya nanti mau jadi diplomat, kita doakeun saja, amiin..
Nah alkisah si mawar punya teman, namanya melati (sigh! Nggak kreatif banget sih, mawar melati.. tapi nggak apa-apa lah yaa). Si melati ini termasuk golongan yang gaulnya ampuun, kata orang-orang sih dia keren banget, dengerinnya lagu baraat mulu. Tapi melati ini ya, gara-gara kebanyakan dicekokin musik barat jadi mikirnya musik dalam negeri itu nggak kreatif (padahal kurang apa coba si sarli vokalisnya ST 13 itu, udah ganteng, cengkoknya mantaf, terus antingnya itu boo). Setiap hari si melati mendendangkan lagu yang lebih dikira gumaman tak jelas oleh teman-teman kampusnya, soalnya bahasa inggris, hehe.. lagu favorit dia banyak, dari yang populer di jaman sekarang, what I’ve done dari kelinking park, sampai yang jadul village green preservation society dari The kinks kong. Lirik favoritnya si melati ini:
“What I've done I'll face myself To cross out what I've become Erase myself And let go of what I've done” (kelingking park)
“We are the Village Green Preservation Society God save Donald Duck, Vaudeville and Variety We are the Desperate Dan Appreciation Society God save strawberry jam and all the different varieties Preserving the old ways from being abused Protecting the new ways for me and for you” (the kinks kong)
Ceritanya melati ini juga sama kuliah di HI. Mereka berdua dua sahabat yang kuliah tahun pertama. Mereka berdua berasal dari kota kecil nan indah di pinggiran bengkulu.
Suatu hari ada seorang dosen, sebut saja X yang bercerita mengenai permasalahan global yang terkait dengan lingkungan dan kemiskinan. Si dosen bercerita panjang lebar. Si mawar terdiam terpaku terpana, dia nggak percaya kalo masalah kelaparan demikian hebatnya di belahan dunia sana. Di Curup, kotanya, nggak ada orang yang mati karena kekuarangan makan. Dia juga nggak menyangka ada perang yang segitu hebatnya di muka bumi ini (bukannya nggak punya TV, si mawar ini tontonannya outbox, gahsyat, sama gerings mulu sih). Pas disuruh bikin tugas, berterimakasihlah pada internet, mawar pada akhirnya bisa juga mengerti semua itu.
Bagaimana dengan melati? Ketika dosen X membicarakan berbagai masalah global, yang berputar di kepalanya adalah video klip band kesukaannya kelinking park yang kerap kali memberitahukan fenomena seperti yang diceritakan si dosen dan lirik lagi the king kongs yang dinyanyikannya setiap hari. Ketika diberi tugas yang sama dengan mawar, melati sudah punya pengetahuan dasar mengenai hal itu, dia tinggal mengembangkannya lagi.
Hmm.. kisah mawar melati ini tidak dibuat untuk menyinggung pihak mana pun loh. Cerita ini muncul dari apa yang saya alami dan saya rasakan sehari-hari sehingga saya jadi mikir. Tentu saja ini tidak bisa dikatakan sebagai generalisasi atas apa yang terjadi saat ini tetapi dari pengamatan saya, lagu-lagu populer di negara saya, Indonesia adalah lagu yang sangat menghibur. Nggak berlu banyak mikir untuk membuat dan mendengarnya, semuanya lagu cinta (kalo nggak selingkuh, putus cinta, pokoknya cinta-cintaan), videoklipnya juga dengan konsep sama, cintaa semua. Lagu yang santai ini kalo lagi populer bisa diputar sampai 7 kali sehari di 7 acara (yang konsepnya sama, musik)di TV Indonesia. Sasaran musik populer ini adalah anak muda, seperti kita ini (saya baru 21 tahun, masih muda kan ya?). saya cuma berpikir sementara di belahan dunia sana pemudanya mempopulerkan lagu-lagu yang temanya udah luas, lagu yang bikin mikir, lagu yang inspiratif, di negara saya, Indonesia, yang dipopulerkan sama pemudanya adalah lagu-lagu menghibur dan santai. Jadi gimana menurut kalian? masih cinta Indonesia kan :)
Ibu-ibu bapak bapak-bapak siapa yang punya anak tolooong akuuAkuu yang sedang malu sama teman-temankuu karna hanya dirikuu yang nggak lakyu lakyuu