Wednesday, February 18, 2009

cerita tentang yoyo




Ini adalah sedikit cerita tentang anak kecil bernama satriyo, atau aku memanggilnya yoyo, mungkin tidak penting untuk orang lain, tetapi sumpah ini benar-benar penting buat aku, dan mungkin beberapa saudaraku yang sangat menyayangi yoyo...
Sekali lagi ini hanyalah cerita tentang yoyo, anak dari adik bapakku, aku biasa memanggilnya bibi yah.
Mengapa harus menceritakan yoyo di blog ini setelah berbulan-bulan aku tidak punya waktu untuk ini? Tidak lain adalah karena yoyo sangat penting buatku. Kurang lebih tiga tahun yang lalu, ketika bibi yah lagi-lagi melahirkan anak lelaki ketiga, aku dan mungkin ibu bapakkulah yang paling senang karena bapak yoyo sangat mendambakan anak perempuan, berbeda dengan rumah kami yang sepi anak laki-laki. Aku tiga bersaudara perempuan semua. Enam tahun yang lalu, rumah kami sempat beberapa detik (aku juga tidak yakin...) diisi oleh anak laki-laki, adik bungsu kami, tetapi rupanya Allah memilih untuk mengambilnya kembali, membuatnya menjadi oase kelak buat orangtuaku di alam sana, amiin...
Mengapa yoyo? Mengikuti perkembangannya sangatlah menyenangkan, kami atau bahkan aku sendiri membayangkan anak kecil yang baru belajar berjalan itu adalah adik kandungku. Ketika yoyo mulai belajar bicara, yoyo paling suka diajak naik motor apalagi bersama bapakku. Setiap pulang kerja dan menjemput adek di SD, bapak pasti menyempatkan diri melewati depan rumah bibi yah, kemudian mengajak yoyo walau hanya sedikit keliling naik motor. Lama kelamaan, yoyo semakin dekat dengan bapak, tidak jarang yoyo diajak ke rumahku seharian, meramaikan rumah kami. Seiring berjalannya waktu, yoyo mulai mau menginap, dia biasanya tidur denganku dan adek. Hingga suatu hari yoyo mengompol dan ditegur oleh bapak. Sejak saat itu yoyo ngambek dan tidak lagi mau menginap. Aku dan dua adik perempuanku seringkali merengek pada ibu untuk meminta yoyo untuk kami, krena sepertinya bibi yah tidak keberatan, tetapi tidak pernah ditanggapi ibu karena kami semua sibuk, apalagi aku tidak di rumah.
Tapi kami tetap menyayanginya. Hingga bulan-bulanku berlalu di Jatinangor, aku tetap mengikuti perkembangannya. Aku akan selalu kangen saat-saat aku pulang, menghabiskan banyak waktu menggendongnya di pangkuanku, dan mendengarkan dia menyanyi asal-asalan.
Jatinangor terasa semakin panas dan sesak seiring aku mengikuti perkembangan yoyo melalui telepon ibuku tiap kali yoyo ada di rumah kami, mulai dari kata sepatah sebatas “mba wit... mba wiwit...” hingga “mba wit kapan balik, beliin aku oleh2...”
Mungkin kita tidak akan pernah sadar apa yang kita punya sampai semuanya menghilang (aku memang berlebihan, tidak ada yang hilang sebenarnya...)
11 januari 2009 aku kembali liburan di rumah, aku merasa sangat beruntung bisa pulang waktu itu, padahal aku sudah berencana untuk tidak pulang, tetapi ternyata sesuatu memang akan terjadi. Aku tiba hari minggu disambut ibu, bapak, lian, adek dan yang paling menyenangkan adalah kedatangan bibi yah dan yoyo. Dia semakin imut saja, apalagi bicaranya sudah mulai jelas. Aku tidak menyangka itu mungkin hari terakhir aku main-main seharian bersamanya waktu liburan kemarin. Ternyata yoyo telah diangkat anak oleh satu keluarga (beruntunglah keluarga baik-baik itu...) yang telah bertahun-tahun menikah tetapi belum memiliki anak. Sebelum aku pulang yoyo bahkan sudah tiga hari menginap di rumah umi dan abi (begitulah yoyo memanggil orang tua angkatnya) barunya. Umi dan abinya sangat baik, sangat sayang padanya. Ketika dua minggu kemudian aku mengunjunginya, dia bahkan telah hafal doa makan. Sore itu aku datang bersama sepupuku yang lain. Dia langsung berteriak “mbaaa wiiiit” dan lari ke pelukanku, tetapi itu tidak berlangsung lama, beberapa saat kemudian dia mulai menceracau memamerkan tempat barunya, mainan-mainan dari umi abinya, dan baju-baju baru... satu hal yang kutangkap adalah dia berubah. Dia tidak lagi yoyo yang nakal pelit ketika temannya meminjam mainannya. Bagus memang, dia menjadi anak penurut di mata orang-orang, tapi buatku tidak, dia sudah tidak bisa lagi bertingkah seperti ketika dia di depan bibi yah biasanya. Dia menjadi anak yang lebih menjaga sikap (aku tidak tahu apakan anan tiga tahun seperti dia bisa mengerti tentang menjaga sikap???).
Begitulah, waktu liburan selalu terasa kurang... tiga hari sebelum pulang aku kembali mengajak ibu mengunjungi yoyo, lagi-lagi dia lebih tertarik memamerkan mainan barunya ketimbang bercanda bersama kami. Begitulah seterusnya, selama liburan aku hanya bertemu dengannya tiga kali dalam waktu yang sangat singkat. Ah sudahlah, dia masih kecil...
Aku selalu memikirkan yoyo, tentang bagaimana nasibnya kelak. Saat ini aku dengar yoyo sudah tidak lagi mau tidur di rumah bibi yah. Dia sepertinya sangat menikmati suasana baru bersama abi dan uminya.
Kelak ketika ibuku menelepon di hari minggu, tidak ada lagi yoyo yang ingin mengobrol bersamaku, dan mungkin ketika aku pulang nanti tidak akan ada yoyo yang menyambutku, dan yang paling mengerikan adalah ketika lebaran dan kami sekeluarga besar berkumpul di rumah pak wo (kakekku), tidak akan ada yoyo, karena dia pasti akan berada di rumah kakek barunya...

Tuesday, November 11, 2008

Laskar Pelangi

okeh, silakan bilang kalo aku nggak update, soalnya baru nonton laskar pelangi beberapa hari yang lalu... sebenernya sejak awal udah mau nonton sodara2 tapi ngga pernah sempet, biasa orang sibuk (siiiiiing, sibuk ngapain aja wit?? belajar??). pertama nonton bela2in ama nita ngambil yang jam malem ama nita, eh udah ketinggalan 10 menit. filmnya bagus banget (buat ukuran film indonesia saat ini). aku ampe ngga kuat nahan tangis (kata nita aku orangnya sensitif, ahaha), tapi menurutku siapapun itu pasti akan terenyuh ngeliat nasib si lintang...
dunia ini keras, tapi bodohnya aku nonton ngga bawa tissue sama kacamata.

anyway, beberapa tahun yang lalu, aku punya temen, namaya maya (miss her lots), dia anak paling tua di keluarganya, adenya ada 4, padahal waktu itu kita baru kelas 3 SD, tiap hari dia harus ngurusin ade2nya sebelum ke sekolah. ibu sama ayahnya kerja... aku dulu iri kalo liat maya, dia tetep seneng ngelakuin itu semua, dia bisa, padahal aku waktu itu masih anak kecil yang ngga bisa apa2...
disekeliling aku, ada banyak orang yang nasibnya jauh lebih susah dari maya. lintang itu belum apa2, lintang cuma tokohnya andrea hirata yang kita liat di film (walopun mungkin bener2 ada), ada banyak lintang2 yang nyata di dekat kita, so have we opened our mind???

setelah bertangis-tangisan waktu itu, besoknya aku diajakin nonton lagi sama mas anto dan kurara, nonton lagi deh! tapi kali ini lebih prepare, aku bawa tissue dan kacamata, tetep we nangis2 jg. di sebelah aku waktu itu duduk anak kecil 8 tahunan lah, pas aku nangis sesenggukan, dia ngeliatin aja, dengan tangan belepotan snack trus seolah-olah dengan pandangan "teteh kenapa nangis? kan di filmnya rame, banyak anak kecil? mau ngga kalo aku kasi popcorn?"
huh, dia pasti belum ngerti dunia (gayaa beneer)

ada satu quote yang ampe sekarang masih terngiang2 di kuping, dari ibu mus,
"Cite-cite saya ni nak jadi guru pak, bukan istri saudagar"
guru fave saya waktu smp, miss sri okter alias mam, ketika saya menyatakan ingin jadi guru, perah bilang "jadi guru itu gajinya kecil nak..."
I want to be a teacher, I dont care bout the salary, but being a teacher is impossible now, I've got to move on my life... life's bout choice but sumtimes we can not choose..
I just wanna tell you sodara-sodara, jadi guru itu sangat menyenangkan, you dont have to know bout FMHI, you dont have to accomplish many tasks that u dont like, uderpressure, u dont have to know any lectures that dont care who you really are, and what do you love the most, apalagi ngeliat muka2 yang seneng waktu ngerti, kaya ada cahayanya gitu... trus waktu mereka dapet nilai bagus, seneng itu membuncah di dada(yang ini agak lebai, maap^^)
jadi iri ama ibu muslimah...
I've ever been a english teacher...
kangen saat2 itu, kangen sama muka2 polos mereka (nyesek mode on)

finally, laskar pelangi lumayan ngasih semangat baru buat aku...
gabatte!! sumtimes you can not choose, but at least you can still survive!!!

Monday, November 10, 2008

The Sick Rose

by william blake

O rose, thou art sick!
The invisible worm,
That flies in the night,
In the howling storm,

Has found out thy bed
Of crimson joy,
And his dark secret love
Does thy life destroy.


Sunday, November 9, 2008

Jihad???

yang aku lagi rasain sekarang adalah bosen...
TV menayangkan berita yang sama di setiap channellnya, kalo nggak pernikahan Bunga Citra Lestari ama si asraf sinclair (bener ga yaa..) pasti berita eksekusi mati trio bom bali (siapa yg ngasi nama kreatif begini??).
miris rasanya kalo mikir bahwa negara kita ini butuh 6 tahun untuk akhirnya menyelesaikan masalah bom bali ini...

yang lebih BT lagi, banyak yg mengaitkan dengan jihad, nggak tau ya apa aku yang nggak ngerti agama atau orang2 itu yang salah (wallahualam), menurutku jihad itu ga kaya gitu (penilaian yg sangat subjektif)... benci aja kalo hari gini masih beraninya main teror, ngebunuh orang yang bisa aja nggak berdosa...

tapii ya itu tadi penilaian yang sangat begitu subjektif, mungkin aja aku ini yang nggak ngerti agama, apalagi mereka itu kan kayanya udah pinter gitu agamanya, trus salah satunya ada yang bilang gini "yang kita lakukan ini adalah jihad!!!" (intinya sih begitu)
tapi kenapa tim pengacara muslim (sebel juga, kenapa namanya tim pengacara MUSLIM??) masih mikir2 selanjutnya mau ngapain???

jadi kepikiran salah satu tayangan yang mewawancara orang biasa trus ibu2 itu bilang "ya udah sih nggak usah pusing, kalo emang percaya itu jihad, toh di eksekusi mati juga bakal masuk surga kan???"

hahaha, daleem banget...

nb: bukan berarti aku pro hukuman mati...

Monday, November 3, 2008

apa yang kau pikirkan tentang hujan?

apa yang kau pikirkan tentang hujan?
aku teringat pintu yang terkunci rapat dan segelas susu hangat
apa yang kau pikirkan tentang hujan?
aku bisa melihat katak-katak tepat di bawah riaknya
apa yang kau pikirkan tentang hujan?
aku mengingathampir enam tahun yang lewat

aku hari ini melihat hujan
tepat saat pertama dan terakhirkalinya aku memelukmu diam
aku bahkan lupa apa aku benar merasakan denyut nadimu waktu itu
apa yang kau ingat tentang hujan?
aku melihat satu-satunya mendung di wajah bapak
dan dalam doa-doa pasrah ibu

apa yang kau pikirkan tentang hujan?
mungkin kau yang seharusnya sedang meminta bola
membuka pintu lebar dan menolak segelas susu hangat
lalu aku jelas melihat dalam hujan
kau yang berlari tepat dibawah tetesannya

saat ini hujan...
dan bodohnya aku ingin sekali bertemu
tidak peduli hujan
aku ingin menyimpan kembali potret wajah yang mulai buram

jika hujan
aku ingin kita bercerita di bawahnya
berbagi banyak hal
tentang aku yang keras kepala
tentang lian bahkan lebih dewasa dariku
tentang adek yang mulai remaja..
aku ingin kau tahu semuanya

apa yang kau pikirkan tentang hujan?
bagiku hanyalah alunan melodrama kesedihan yang biasa


jatinangor,
awal november yang penuh hujan
just 4 my only one brother
when will we meet again God?

Monday, September 15, 2008

seminggu menuju rumah!!!

sebentar lagi aku bakal pulang ke rumah, hurray!!!
tidur di kosan udah kaya di kamar, udah kemimpi-mimpi, huff..

anehnya, akhir2 ini tuh rasanya bener2 ga ada waktu buat istirahat, well, but I just did nothin..
mulai dari urusan Renville ampe PKM, lieur dah!!
semaleman ngerjain proposal usulan penelitian, cape tapi menyenangkan, Septa, K faisal, Pradipta, u guys rock!!
mari berdoa, we haven't done perfect but we've done the best..

oiya aku belum juga nyelesein Man and Wife, sekuel kedua Man and Boy, kayanya lebih seru, udah baca setengah, tapi keburu banyak gawe..
inti cerita ini, kita emang nggak akan pernah puas dengan apa yang udah kita dapetin, tapi semua tergantung usaha kita gimana caranya kita merasa cukup dengan apa yang kita punya..

apa lagi yaa..
oiya, this is just an intermezooo about sumthin I dont really know..
I feel like akh, tauuu

bener2 deh, udah lama ga nulis sekalinya nulis, ga enting banget, hehe, peace!!

Monday, August 18, 2008

sakit???

sakit badan, iiyaaa banget...
apalagi sakit hati, ahaha..

Monday, August 4, 2008

untuk seseorang yang mengambil

sebuahu catatan untuk menyabarkan diri...

baru kerasa gimana susahnya..
for someone who took mine away,
terima kasih, kamu BAIIK sekali..

aku cukup menderita kehilangan semua data
cukup sedih dan mau mati rasanya waktu ngasih tau itu ke Ibu..
yang paling menyedihkan, nggak bisa nulis kapanpun aku mau,
mungkin buat kamu itu cuma sebatas alat pemenuhan kebutuhan ekonomi,
buat aku jauh lebih dari itu.
ibuku ngebeliin susah payah,
apa kamu pikir ibu bapakku nggak kerja buat beli itu?
kamu tau gimana rasanya kehilangan?
dan kamu tau gimana kelunya lidahku waktu harus ngasih tau Ibu?
dan apakah kamu tau, aku bukan satu2nya orang yang diurusin ibu bapakku?
dan taukah kamu, walopun Ibuku janji mau ngasih,
aku tetap tidak pernah sampai hati minta yang baru lagi?

kamu juga pasti nggak tau gimana harus senyum di depan teman2mu
sementara kamu sebenernya sedih...

oke, aku harus sabar,
kata teman2ku ini ujian,
kata ibu ini cobaan,
menurutmu ini apa?

kalau kamu mau tahu,
teman2ku banyak kok yang bingung mau dipake buat apa lagi uangnya,
kenapa harus aku??

oke, aku bisa pake punya nita,
tapi sekarang, apa?
punya nita bermasalah..
dan ini kembali ngebuat aku kembali frustasi,

kamu nggak tahu gimana rasanya tidur malam sebelum sempat menuliskan apa2
kamu nggak tahu gimana rasanya punya banyak hal di kepala,
dan kamu harus berjuang keras melawan rasa malas untuk menulis kembali memakai buku tulis..

dan kamu tahu gimana rasanya pontang-panting?
nyari2 tempat dimana kamu bisa numpang?

KAMU NGGAK AKAN PERNAH TAHU

gimana rasanya menahan rasa benci untuk kembali mulai belajar menulis?
rasa sesal kenapa aku harus pergi ke kantor pos dan mengirimkan tulisanku siang itu?
kenapa aku harus repot2 ikut lomba karya tulis itu kalau aku harus membayarnya dengan membiarkan kamu mengambilnya...

Ya Rabb, Maafkan hambaMu yang terlalu banyak menyesal dan tidak bersyukur ini...

"Setiap kali kamu berada dalam kesulitan, yakinlah bahwa kesulitan itu masih satu langkah di depan, sehingga kamu selalu bisa maju satu langkah..."
(Eva Ibbotson)


Thursday, July 10, 2008

WANTED, What a Terrible Nite!!

tadi malam adalah malam yangagak kurang menyenangkan buat saya, harus menonton film dengan sensorminim sekali, bukan masalah sensor pornografi dan pornoaksi, tapi sensor kekerasan, ada SANGAT BANYAK DARAH di film yang saya tonton, WANTED, film yang dibintangi Angelina Jolie dan menurut temen2 saya sangat bagus..
Geeky! how many times have I screamedout and closed my eyes??? ga keitung..
bagaimana bisa mereka semudah itu menampilkan tayangan yang membuat kekebalan manusia terhapap kekerasan berkurang??

jadi inget, 4 tahun yang lalu, aku pernah buat karya ilmiah tentang AVIDS (Acquired violence deficiency syndromme). ini adalah sindrom yang memang udah banyak diidap manusia. sindrom kelemahan kekebalan terhadap kekerasan. penyebabnya banyak, tayangan kekerasan di TV, di Game atau dari bahan bacaan..
simplenya begini, dulu kita merasa sangat tersentuh dan tidak tega ketika melihat ada orang dibunuh di berita TV, tetapi kita menjadi terbiasa seiring dengan menjamurnya berita-berita kekerasan dan kriminal yang cukup vulgar di TV, bahkan orang-orang bisa dengan tenangnya menonton semua degan di WANTED yang penuh dengan kepala pecah dan darah...
aku udah bertekad ga akan nonton film sejenis SAW, JIGSAW atau apapun sejenis itu, tapi akhirnya nonton jg film yg kaya gitu...
keluar bioskop lemes..

kembali ke AVIDS, sindrom ini dikemukakan pertama kali oleh Col. David Grossman, profesor di sebuah angkatan bersenjata di AS, aku bener2 setuju sama Grossman, bahwa mungkin di masa yang akan datang, kita akan terbiasa melihat pembunuhan di depan mata kita..

WANTED mungkin hanya film, tapi itu adalah perkataan orang yang sudah tidak lagi kebal terhadap kekerasan...

oiya, ini link sitenya Grossman, kali aja ada yang tertarik http://www.killology.com/

bdw Happy B'Day buat Ricco..
Makasih banyak traktiran nontonnya^^

Menilai Nilai dari saya..,

Setelah memerhatikan banyak perbincangan di milis HIMA HI, saya jadi tertarik untuk ikut angkat bicara.
Pertama mengenai nilai-nilai yang tidak bisa dimengerti, saya seringkali menjadi mahasiswa yang oleh teman-teman saya dianggap beruntung. Suatu kali saya pernah mendapat nilai A untuk mata kuliah yang hampir semua teman saya mendapat C dan D, sebut saja mata kuliah X, begitu banyak komentar teman-teman saya, kebanyakan sih begini “Beruntung banget lo da, bisa dapet A, gimana caranya?”
Komentar yang biasa saja, tetapi agak menyakitkan, hehe… Apakah nilai saya ini memang nilai keberuntungan?
mungkin ada faktor keberuntungan, seperti halnya semua yang kita dapat pasti diselipi faktor keberuntungan, tetapi sayangnya saya bukan orang yang lebih percaya keberuntungan daripada usaha.dosen mata kuliah X ini adalah dosen yang sepertinya sangat sibuk, sehingga jarang punya waktu buat kami di kelas. karena merasa kurang perhatian, awalnya saya, seperti kebanyakan teman-teman saya merasa malas juga untuk mempelajari sendiri mata kuliah X ini (menurut saya ini kelemahan saya, suka ikut-ikutan dosen, dosen nggak sempet ngajar, ikutan nggak belajar, hehe..).
menjelang ujian, kami semakin banyak memperbincangkan si dosen yang jarang sekali masuk, apa yang akan kami bawa ke ujian nanti, dan banyak lagi keluhan-keluhan tentang mata kuliah X ini. Namun akhirnya, ternyata ada hand out mata kuliah X ini di fotokopian. Saya pun tidak mau ketinggalan memfotokopi. Malam sebelum ujian, handout inilah yang saya baca. Rasa malas sedikit berkurang lantaran bahan bacaan hanyalah berupa handout, bukan puluhan buku wajib baca seperti mata kuliah umumnya.
Esoknya, di ruang ujian, semua ribut, termasuk saya, soal ujian mata kuliah X ini sangat banyak dalam berbagai bentuk, dan sayangnya menurut saya sangat sulit.
dalam soal ini, seingat saya, ada satu nama yang berulang-ulang disebutkan dalam banyak nomor, dan nama itu sempat saya baca malam sebelumnya (sayangnya sekarang saya lupa nama tokoh itu=<). inilah modal saya.
ketika melihat nilai saya yang A, saya merasa sangat bersyukur. Setelah melihat tips-tips teh Sendy untuk mendapatkan nilai bagus, sepertinya memang ada faktor keberuntungan (Alhamdulilah) dan saya juga berusaha baca2 handout, dan yang pasti berdoa.
ada juga teman yang dengan teganya bertanya, "lo kenal sama si dosen ya?" hghg.. kalo kenal sama dosennya sih iya, tapi apa beliau juga kenal sama saya? kayaknya enggak. soalnya saya belum pernah mendekatkan diri secara akademis seperti yang dituliskan di tips teh sendy, apalagi saya juga bukan mahasiswa yang eksis dan berdekat-dekat diri sama banyak dosen, hehe..
saya percaya nilai-nilai yang saya dapat adalah akumulasi proses panjang yang udah saya lakuin, bukan hanya faktor keberuntungan. saya berusaha, mungkin tidak seperti teman-teman saya yang subhanallah luar biasa setiap hari betah membaca buku-buku berat dan selalu giat belajar di kampus (pokoknya keliatan deh study oriented).
saya mungkin adalah mahasiswa biasa, mungkin sama seperti teman-teman lain yang kalo dapet nilai A, dibilang beruntung, but how do they know how hard I or maybe the others learned night by night? do they know how many glasses of coffee I need to keep my eyes opened to read in the middle of the night?
dont judge book by its cover, jangan pernah bilang teman saya yang biasa-biasa saja bisa dapet A, teman saya yang jarang masuk bisa dapat A, teman saya yang tugasnya ngasal bisa dapat A, siapa yang tahu kalau mereka justru belajar lebih keras dari kita di luar sana? Atau frekuensi doa mereka jauh melebihi kita?
saya selalu mengahragai teman saya yang walaupun banyak teman mendapat nilai A dan dia hanya mendapat nilai B, tetapi malah bilang, "Alhamdulilah, yang penting nggak ngulang, emang aku juga kurang sih belajarnya..."
tidak jarang juga sebenarnya saya kecewa dengan nilai yang saya dapat, awalnya muncul sedikit protes kecil dari mulut saya, setelahnya, saya simpan kekecewaan itu jauh-jauh, what goes around comes around, nilai ini adalah hasil belajar, usaha, dan doa saya dan saya sebagai manusia nggak berhak menentukan hasilnya.
Ada lagi pemikiran seorang teman yang benar-benar menampar saya ketika saya merasa sangat meragukan penilaian dan nilai saya, waktu itu ada dosen yang katanya menilai dari NPM, bagusnya nama, bahkan kecantikan mahasiswa (katanya…) saya langsung desperado mengingat ketiga indicator itu adalah indicator yang blur, tapi teman saya menyemangati dengan berkata, “Ah, saya mah nggak percaya yang begituan, kalo saya mah percaya kalo kita belajar, berdoa, insya Allah nilainya bagus..”
Dan benar saja, ketika nilai-nilai keluar, anggapan-anggapan itu sepertinya tidak begitu berlaku.
dan kalau memang nilai keberuntungan adalah nilai-nilaian, dan kalau memang nilai kita adalah nilai usaha, pada akhirnya nanti akan kelihatan kok, Time will show..
menurut saya, nilai-nilai kita adalah bagian kecil dari proses hidup, jangan berhenti disini saja, akan ada banyak sekali proses yang pada akhirnya nanti dihitung dan diputuskan hasilnya..
Ganbatte teman-teman!!!